Friday, January 6, 2012

Kenapa sih muslim mati-matian menutupi AIB nabi muhammad ?


Selama ini agak bingung juga dengan pola pikir muslim, kenapa jika ada suatu peristiwa buruk yang dilakukan oleh X yang kafir, otak muslim bisa normal mengatakan "itu buruk/jahat/kejam..."

Tapi bila peristiwa yang persis sama dilakukan oleh muslim terlebih lagi muhammad, otak muslim langsung buntu/kejang2/mbulet..... "oh itu kelebihan nabi" dst

Rupanya ada dalilnya....


K. H. Muhammad Arifin Ilham—Rasulullah bersabda,"Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah pun akan menutupi aibnya didunia dan di akhirat", (Muslim). Demikian pula yang membuka aib seorang muslim di dunia, maka Allah buka aibnya, kalau tidak didunia maka diakhirat pasti dibukaNya. "

Jangan kamu mencari - cari kesalahan orang lain dan jangan mempergunjing saudaramu, apakah kamu suka memakan bangkai saudaramu? Tentu kamu merasa jijik! (QS49:12), bangkai busuk itulah makanan para penggosip.

Pantas saja aib muhammad akan ditutupi dengan berbagai cara walaupun akhirnya tampak sekali kebodohannya ... karena memang ada dalilnya.

Inilah bahaya menjadi muslim ... krn menjadi muslim berarti terkutuk untuk menjadi bodoh. Selama Islam ada maka tidak akan ada perubahan dalam muslim, sebab setiap kesalahan akan ditutup-tutupi dan itu ada dalilnya

6 comments:

  1. apa alasan agan bilang nabi muhammad saw itu bodoh ? '-'
    tergantung apa yang dikerjainnya dulu
    emang situ merasa kafir? terus merasa dicemoohkan oleh orang lain atau teman agan yang mungkin seorang muslim? lagi berantem ama sahabat yang beda agama please jangan bawa bawa agama mereka....

    ReplyDelete
    Replies
    1. seluruh ulasan-ulasan (blog) yang ada di sini semuanya bersumber dari fakta, data, bukti yang otentik yang semuanya bersumber dari pihak islam sendiri yang di ambil dari hadis sahih dan sirat rasul yaitu ibn ishaq / ibn hisyam dan tafsir2 tabari, ibn katshir dll yang telah diakui sahih dan diakui ulama2 jaman dulu dan jaman sekarang..jadi ini hanyalah tujuan untuk membuka apa adanya karena selama ini di tutup-tutupi dan tidak bisa di baca oleh kalangan umum........kalau nga terima atau nga percaya, ya sudah.. semuanya berhak memutuskan dan memilih sesuai keinginan sendiri, karena itu tanggung jawab sendiri.... selamat berpikir dan memilih....

      Delete
    2. Pertama-tama perlu saya tegaskan bahwa sudut pandang Anda terlihat bias. Hal ini dapat dilihat dari asumsi buruk Anda pada kaum Muslim tanpa menyebutkan contoh nyata (paragraf 1 dan 2). Sehinga, tulisan Anda akan sulit diterima berdasarkan keilmuan (scientific method) maupun logika yang dapat dipertanggung jawabkan.

      Kedua, Anda perlu tahu bahwa bisa jadi dari bahan sama (seperti yang Anda tuliskan di blog ini), orang lain memiliki interpretasi yang berbeda. Sayang sekali jika interpretasi yang berbeda tersebut menjadikan Anda mengambil kesimpulan bahwa interpretasi orang lain tersebut menjadikan orang tersebut (dalam hal ini orang-orang Muslim) Anda sebut bodoh, tanpa ada bukti penyokong yang kuat. Ingat, kita menganut asas praduga tak bersalah, sehingga butuh bukti kuat sebelum Anda dapat menyatakan apalagi megeneralisir satu kaum sebagai kaum yang bodoh.

      Mengenai tulisan di atas, hadis dan ayat yang Anda kutip di atas adalah benar keberadaannya, namun sayang sekali, penafsiran / hikmah yang dapat diambil dari ayat di atas sebenarnya adalah tentang kesetaran dan penghormatan yang perlu dilakukan diantara orang-orang yang beriman.

      Terjemahan ayat Al-Hujurat (Kamar-kamar) ayat 12 yang lengkap berdasarkan situs Al-Qur'an Online (http://quran.bblm.go.id/) adalah: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."

      Bisa Anda lihat bahwa Al-Hujurat sendiri yang berarti "Kamar-kamar" menunjukan bahwa diantara manusia yang percaya akan Tuhan sekalipun bisa jadi tersekat-sekat di dalam kalangan mereka sendiri seperti "Kamar-kamar", dan dari ayat ke 12 tersebut dapat diambil hikmah bahwa 1. menjauhi prasangka, 2. menjauhi tindakan mencari-cari kesalahan (ingat, bukan mencari-cari pembenaran tapi mencari-cari kesalahan yang dilarang), dan 3. menjauhi pergunjingan adalah hukum yang ditetapkan Tuhan untuk sesama orang yang percaya akan Tuhan (Mukmin / orang-orang yang beriman) untuk kebaikan mereka sendiri.

      Saya hanya ingin men-share hal ini karena sepertinya Anda belum membaca sepenuhnya fakta yang Anda ambil sendiri (surat ini termasuk surat pendek sebenarnya, hanya 18 ayat, mungkin bisa di-check sendiri) dan agar tidak terjadi pengambilan kesimpulan yang ekstrem. Mudah-mudahan balasan saya ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat, mohon maaf apabila tulisan saya ada yang tidak berkenan ketika Anda membacanya. Salam.

      Delete
    3. ya mungkin pgn nyampaikan unek2nya aja mas,slama ini mgkn ada bnyk oknum muslim yg jelas2 menghina agama lain nyinggung SARA tp dak diproses srca hukum,dakda sanksi sosial politiknya

      Delete
  2. Muhammad buta hurub ,alias bodoh, betullll....????????

    ReplyDelete
  3. dr nabi adam sampe ke nabi 25 kok islam semua? udah ada mesjid di jaman sulaiman,ibrahim,musa daud dll udah berkata owloh? urutannya waktu kronologis sejarahnya bagaimana?

    ReplyDelete