Sunday, January 15, 2012

FAKTA bahwa Islam adalah sebuah kebohongan, tidak mampu bertahan terhadap kritik


"ISLAMOPHOBIA" adalah AD HOMINEM (mendiskreditkan para pengritiknya melalui merusak karakternya)

Seorang teman memperingatkan saya mengenai sebuah diskusi yang sedang berlangsung di wikipedia tentang kata baru "islamophobia".

Seseorang telah menyarankan bahwa kategori ini sebaiknya dihapus karena istilah islamophobia adalah memecah belah, menghasut, dan seringkali digunakan untuk menghambat kritik yg sangat benar dari islam.

Saran ini, tentu saja, seperti yang telah diduga, telah ditolak oleh muslim yang telah mengislamkan segalanya termasuk wikipedia. Teman ini menanyakan pendapat saya. Inilah pendapat saya:

Islam adalah sebuah ideologi. Penolakan terhadap sebuah ideologi tidak dapat digolongkan sebagai phobia. Menyebut lawan dari sebuah ideologi sebagai phobic adalah sebuah pemikiran yang salah. Semua ideologi mempunyai pengritik dan lawannya tetapi kita tidak mendengar orang kristen menyebut pengritik kekristenan sebagai Christianophobe, orang komunis menyebut pengritiknya sebagai communotophobe atau orang Hindu menyebut pengritiknya Hinduphobe. Istilah "Islamophobia" secara teknis dan logis adalah tidak benar dan menyesatkan.

Menurut Dictionary.com Phobia adalah "a persistent, abnormal, and irrational fear of a specific thing or situation that compels one to avoid it, despite the awareness and reassurance that it is not dangerous.” atau "sebuah ketakutan yang terus menerus, tidak normal, dan tidak rasional atau tidak masuk akal terhadap benda atau keadaan tertentu secara spesifik yang mengharuskan seseorang untuk menghindarinya, walaupun kesadaran dan kembali ditenteramkan bahwa benda atau keadaan tersebut adalah tidak berbahaya.". Karena itu kata baru "Islamophobia" menyatakan bahwa Islam adalah tidak berbahaya dan ketakutan kepada Islam adalah tidak masuk akal.

Klaim ini belum ditetapkan dan belum disetujui secara universal. Ada banyak yang memperdebatkan bahwa Islam adalah memang sebuah ideologi yang berbahaya dan mereka mempunyai argumen yang logis untuk membuktikan klaim mereka. Terlepas dari apakah pengritik Islam adalah benar atau salah mengenai apakah Islam berbahaya atau tidak, dengan menyebut mereka "phobic" menyatakan bahwa kritik mereka telah dibantah dan ketidak masuk akalan mereka terhadap ancaman Islam telah ditetapkan. Karena itu ketidak setujuan mereka terhadap Islam bukan bersifat logis melainkan sebuah gangguan kejiwaan.

Semua ideologi mempunyai lawannya. Adalah kesombongan yang sangat besar menyebut kritik dari sebuah ideologi sebagi phobia. Ini menyatakan bahwa kebenaran dari ideologi tersebut sudah ditetapkan dan siapapun yang menentangnya adalah mengambil posisi yang tidak masuk akal dan memerlukan bantuan psikologis.

Hanya muslim yang mampu akan ketidak-masuk-akalan dan kesombongan sebesar ini. Kita semua kembali mengingat Muhammad Abdullah, orang Afghanistan yang berpindah ke kekristenan dan ia menghadapi hukuman mati. Pada waktu pemerintah Afghanistan ditekan untuk membebaskannya, untuk menyelamatkan muka pemerintah Afghanistan menuduhnya sebagai gila dan tidak mampu untuk disidangkan. Dalam pikiran muslim hanya seorang gila yang akan tidak setuju dengan Islam. Ini adalah kesombongan yang sangat besar.

Buddhisme dipandang dari segala sudut adalah sebuah agama yang damai dengan anti kekerasan sebagai intinya. Walaupun demikian Buddhisme memiliki pengritiknya dan kita tidak pernah menyebutnya sebagai Buddhistphobe, apalagi menganggap orang yang tak setuju budhisme sebagai gila!

Kata baru Islamophobia sangat tidak masuk akal. Istilah ini menghina dan digunakan secara melecehkan untuk mendiskreditkan pengritik ideologi Islam dari awalnya.

Phobia adalah sebuah kelainan. Berikut ini adalah daftar pendek dari beberapa phobia: Achluophobia atau Lygophobia (takut akan kegelapan), Acrophobia (takut akan ketinggian), Androphobia (takut akan laki-laki), Aviatophobia (takut akan terbang), Chiraptophobia(takut akan disentuh), Claustrophobia (takut akan ruangan tertutup),Coitiphobia (takut akan coitus), Decidophobia (takut akan membuat keputusan), Agrophobia atau Demophobia (takut akan keramaian),Eleutherophobia (takut akan kebebasan), Gynophobia (takut akan perempuan), Hadephobia (takut akan neraka - ini adalah phobia yg mengenai semua muslim), HylophobiaInsectophobia (takut akan serangga), Isolophobia (takut akan kesunyian, sendirian), Necrophobia(takut akan kematian atau benda-benda yg sudah mati),NeophobiaPhasmophobia (takut akan hantu), Philophobia (takut akan jatuh cinta atau dalam cinta), Xenophobia (takut akan orang asing atau bangsa lain), dll. (takut akan hutan), (takut akan apapun yang baru), -- (Untuk selebihnya lihat ini: http://phobialist.com/ )

Bagaimana bisa kritik terhadap Islam masuk ke dalam kategori ini? Hal-hal ini adalah ketakutan yang tidak masuk akal yang memerlukan therapy/perawatan. 


Apakah muslim menyarankan bahwa pengritik islam harus menerima therapy/perawatan? Kita tidak dapat menggolongkan ketidak-setujuan terhadap Islam sebagai phobia. Islam adalah sebuah ideologi. Phobia adalah ketakutan yang tidak masuk terhadap benda-benda, orang-orang, atau keadaan tetapi bukan terhadap kepercayaan. Anda tidak dapat phobic terhadap sebuah sistem kepercayaan. 

Kepercayaan saja tidaklah menakutkan. Orang-orang yang mengikuti kepercayaan jahatlah yang menjadi berbahaya dan menakutkan. Seperti yang terlihat, istilah "Islamophobia" itu sendiri adalah bodoh karena Islam adalah sebuah sistem kepercayaan dan tidak mungkin untuk menjadi phobic terhadap sebuah kepercayaan. Dari sudut manapun anda melihat Islam anda akan melihat KEBODOHANNYA sedang melotot kepada anda.

Muslim menderita ketakutan yang tidak masuk akal terhadap orang Yahudi. 

Anak-anak muslim diajarkan bahwa orang Yahudi adalah jahat dan mereka makan anak-anak muslim serta membuat kue dgn darahnya. Orang Yahudi dikarikaturkan secara menghina dan di buat seperti jahat, digambarkan sebagai monster penghisap darah. Pada sebuah acara televisi yang mengudara di Palestina, seorang anak berusia 3 tahun sedang diwawancara dan ditanya apakah yang paling dibencinya, dan anak itu menjawab "orang yahudi" dan jurnalis tersebut memuji Allah setelah mendengar pernyataan bodoh ini. Dengan demikian kata baru JUDEOPHOBIA

Jika anak-anak dimanapun diajarkan untuk takut akan muslim seperti halnya anak-anak muslim diajarkan untuk takut akan orang Yahudi, maka kata baru Muslimphobia akan menjadi masuk akal. Tetapi masalahnya bukan ini. Islam adalah sebuah sistem kepercayaan. Adalah hak azasi manusia untuk tidak setuju dengan kepercayaan apapun. Menyebut ketidak-setujuan tersebut sebagai "phobia" adalah kesalahan fatal dalam cara berpikir. Islam adalah satu-satunya ideologi dimana para pengikutnya mencoba mendiskreditkan para pengritiknya melalui cara menyebut kritik tersebut "phobia".

Islamophobia sama sekali tidak masuk akal. Istilah ini sama tidak berartinya seperti "Facistophobia" atau “Naziphobia.” (takut akan orang Yahudi) adalah kata yang benar, karena ketakutan yang tidak masuk akal akan orang Yahudi tertanam pada semua muslim sejak masa kecil. Muslim menderita kelainan ini dengan sangat parah.Tentu saja orang mempunyai hak untuk tidak sependapat dan mengritik ideologi apapun, apakah yang baik maupun yang buruk. Kebaikan sebuah ideologi terletak pada mata penganutnya. Menghambat kritik terhadap sebuah ideologi adalah pelanggaran terhadap hak dasar manusia yaitu kebebasan berpendapat.

Kebodohan dari pikiran muslim adalah sedemikian rupa sehingga mereka berpikir bahwa boleh-boleh saja bagi mereka untuk menyulut kebencian terhadap non-muslim umumnya dan orang Yahudi khususnya tetapi orang lain tidak boleh mengritik ideologi kebencian mereka.

Apa dibelakang paranoia (penyakit gila karena ketakutan) dan phobia (ketakutan yang tidak masuk akal) akan kritik ini? Ketidakmampuan muslim untuk menjawab kritik yang benar dari Islam. Gagal untuk menjawab, mereka menggunakan ad hominem untuk mendiskreditkan para pengritiknya melalui merusak karakternya. Dengan menggolongkan kritik terhadap Islam sebagai kelainan, muslim membebaskan diri mereka dari menanggapi kritik yang benar melawan kepercayaan mereka.

Oleh karena itu, kata baru "Islamophobia" adalah gejala dari kebangkrutan intelektual ulama-ulama Islam untuk memberikan argumen yang logis dan membela Islam terhadap kritik secara rasional. "Islamophobia" adalah sebuah AD HOMINEM. Istilah ini adalah sebuah kesalahan cara berpikir dan sebuah hinaan yang dilontarkan kepada para pengritik Islam. Istilah ini menyoroti fakta bahwa Islam adalah sebuah kebohongan, tidak mampu bertahan terhadap kritik. Itulah sebabnya mengapa muslim memerlukan sensor dan harus menghilangkan kebenaran melalui cara-cara yang brutal (tuntutan hukum atau kekerasan) untuk melindungi kebohongannya.

Keberadaan kata baru ini saja adalah pengakuan diam-diam dari muslim bahwa Islam adalah sebuah kebohongan, yang tidak dapat dipertahankan secara logis dan bahwa ad hominem serta sensor adalah satu-satunya cara untuk mempertahankannya.

4 comments:

  1. aku juga ditanamkan kebencian terhadapa orang yahudi yang dianggap sebagai orang kafir oleh orang tua ku karena aku dilahirkan dari keluarga muslim,tapi sekarangaku udah mulai jadi orang yang percaya

    ReplyDelete
  2. Ouhh kalau begitu semua agama jelek dong kecuali islam,yaiyalah islam kan agama nya para nabi

    ReplyDelete
  3. Ouhh kalau begitu semua agama jelek dong kecuali islam,yaiyalah islam kan agama nya para nabi

    ReplyDelete
  4. ck ck ck, kasian artikel kek gini aj gk fhm lgs mangap benarin diri :-D
    emg udh typical rupanya haha

    ReplyDelete