Sunday, January 8, 2012

Ayat-Ayat Alquran yang Memerintahkan Kekerasan & Tindakan-Tindakan Kekerasan

Ketika Muhammad mengesahkan tindakan kekerasan, dia dengan berani menyebutkan nama Allah sebagai pembelanya.
Ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat ………….. sedang kafilah itu berada di bawah kamu ………….pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan  suatu urusan yang sedang dilaksanakan (Surat 8 : 42).
Para pembela Muslim menyatakan bahwa Muhammad  menyuruh para pengikutnya untuk melakukan kekerasan hanya sebagai tindakan mempertahankan diri (termasuk di dalamnya tindakan pembalasan dendam atau menurut istilah Alquran disebut qishaash). Mereka mengacu pada Surat 2 : 178, 190, 191. Klaim semacam itu tidak  seluruhnya benar. Banyak ayat dalam Alquran yang justru memberi mandat kepada umat Muslim untuk melakukan agresi terhadap orang-orang non-Muslim (yang disebut orang-orang kafir) . Misalnya Surat 2 :193 ; 8 : 12, 38,39; 9 : 123 dan sebagainya.
Dalam kasus pembunuhan dan pengusiran ketiga Bani Israel tersebut terdahulu Muhammad nampaknya lupa akan keputusannya sendiri yang ditulis dalam Alquran bahwa orang-orang Muslim hanya diperintahkan untuk melakukan kekerasan sebagai tindakan pembelaan diri dan tindakan pembalasan dendam. Padahal orang-orang Yahudi di Medinah tidak pernah melakukan kekerasan terhadap Muhammad dan para pengikutnya, jadi tidak seharusnya mereka dikenai sanksi hukuman dengan landasan hukum sebagaimana yang tertulis dalam Surat 2 tersebut di atas.
Sesuatu yang dimulai sebagai pembalasan dendam dan diakhiri dengan penobatan Islam sebagai satu-satunya agama dan Allah adalah satu-satunya Tuhan yang harus disembah. M.M. Ali mengarahkan kita untuk berpikir bahwa Muhammad , dengan turunnya ayat-ayat tersebut di atas, sesungguhnya mendukung kebebasan beragama secara total. Ali menulis :
Ketika penganiayaan berhenti dan manusia tidak dipaksa untuk menerima atau memeluk agama tertentu , bebas memilih agama sesuai dengan keyakinan masing-masing, pada saat itulah perang tidak akan terjadi lagi.1
M. Ali seharusnya tahu bahwa Muhammad justru menghendaki sebaliknya. Perang harus dilanjutkan sampai Islam menjadi satu-satunya agama yang ada di jazirah Arab. Kebebasan beragama menjadi salah satu di antara para korban yang terkapar mati di padang pasir. Seperti halnya dengan para pembela Muslim lainnya, Ali tidak lebih dari seorang pengikut Muhammad yang tugasnya membuat pernyataan Muhammad yang paling fanatik sekalipun menjadi nampak sebagai pernyataan yang sangat toleransi.
Baik Alquran maupun Hadis secara efektif menempatkan umat manusia ke dalam  dua  rumah  besar. Para komentator Muslim menyebut mereka sebagai ” Rumah yang ditempati oleh orang-orang Islam atau Rumah Muslim” dan satunya lagi “Rumah yang ditempati oleh musuh-musuh Islam atau Rumah  Perang”. 2 Maksudnya siapapun yang bukan Islam dianggap menolak Islam. Menolak Islam sama artinya dengan menyerang Islam, menyerang Allah, dan menyerang Muhammad. Menyerang Islam berarti menjadi musuh Islam. Jadi perang melawan non-Muslim dalam situasi apapun akan disebut oleh umat Islam sebagai perang untuk membela diri dan perintah perang tersebut tertulis baik dalam Alquran maupun dalam Hadis. Itulah sebabnya Islam tetap disebut “agama yang cinta damai” sekalipun di dalam Alquran terdapat 109 ayat yang memerintahkan orang-orang Islam untuk melakukan kekerasan  terhadap non-Muslim. Itulah yang dipahami oleh orang-orang Islam tentang perintah Alquran tersebut. Sungguh merupakan suatu pemahaman yang menakutkan.
Kekerasan yang dilakukan Osama bin Laden sesungguhnya merupakan tindakan yang diilhami oleh perintah-perintah Muhammad tersebut di atas.  Pembunuhan yang dilakukan oleh umat Muslim Turki terhadap umat Kristen Armenia yang berdomisili di bagian timur Turki pada awal abad ke-20 juga diilhami oleh perintah Muhammad sebagaimana yang tertulis dalam Surat 8:12,13.
Para pembela Muslim menyatakan bahwa perintah Muhammad untuk menerapkan kekerasan sebagaimana tertulis dalam Surat 8 : 12, 13 tersebut sesungguhnya  berkaitan dengan Perang Badar.  Pernyataan ini menimbulkan tanda tanya karena Surat 8 : 12, 13 itu ditulis setelah Perang Badar usai. Bagaimana mungkin seorang komandan yang memberikan instruksi kepada pasukannya mengenai apa yang harus dilakukan dalam sebuah pertempuran padahal pertempuran itu sudah  selesai sebelum instruksinya diberikan.
Hadis Sahih al- Bukhari jilid 5, bab 59, nomor 287, 702 mencatat bahwa Rasul pergi bersama 300 orang anggota pasukannya untuk merampok para kafilah yang tidak bersenjata, tetapi dengan tidak terduga mereka dipertemukan  oleh Allah dengan musuh-musuh mereka. 3
Selanjutnya lihat Surat 8 : 39. Ayat tersebut memberi mandat kepada umat Muslim untuk memerangi orang-orang kafir.
Berikut ini adalah ayat-ayat yang mengungkapkan mengenai antisipasi  Muhammad atas akan terjadinya sejumlah perang di masa-masa mendatang, lihat Surat 8 : 65, 67.
Ayat-ayat lain yang memerintahkan umat Muslim untuk memerangi orang-orang kafir atau orang-orang munafik adalah  Surat 4 : 89 ; 9 : 123; 47 : 4 ; 2 : 216.
Media seringkali melaporkan berita mengenai orang-orang Muslim memaksa orang-orang non-Muslim dengan  todongan senjata AK-47 agar mereka segera masuk Islam. 4 Para pembela Muslim serta-merta menyatakan berita tersebut salah karena Muhammad sendiri memerintahkan  :“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)” (Surat 2 :256). Benarkah ayat tersebut merupakan ayat Alquran yang memberi rasa damai.
Tidak seluruhnya benar. Orang-orang Muslim yang mengutip Surat 2 : 256 juga mengetahui bahwa ayat tersebut secara hakiki sudah kehilangan maknanya dengan munculnya 109 ayat lain yang menyiratkan kekerasan. Perlu anda ketahui bahwa  doktrin Islam membenarkan bahwa Allah bisa saja pada suatu saat menetapkan perintah positif  tetapi dengan semaunya Allah juga bisa langsung membatalkan perintah-perintah tersebut atau menggantinya dengan perintah negatif.  Itulah sebabnya sangat tidak mungkin kita mempercayai adanya ayat-ayat yang bagus (menyejukkan) yang tertulis di Alquran sebagaimana yang sering dikutip oleh para pembela Islam.
Islam membenarkan bahwa Allah bisa saja pada suatu saat menetapkan perintah positif tetapi dengan semaunya Allah juga bisa langsung membatalkan perintah tersebut atau menggantinya dengan perintah negatif.
Ayat berikut ini merupakan ayat yang  memerintahkan umat Muslim untuk memaksa para penyembah berhala agar  masuk Islam, lihat Surat 9: 5.
Muhammad memerintahkan penggunaan kekerasan terhadap para penyembah berhala untuk memaksa mereka masuk Islam. Apakah dengan cara yang sama  pula dia akan lakukan terhadap orang-orang Yahudi dan Kristen ? Ada sebuah ayat yang nampaknya mengindikasikan bahwa dia tidak akan bermaksud demikian. Pada awal-awal karier kenabiannya , Muhammad menerima wahyu dari Allah yang berbunyi : “Jika kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu (umat Yahudi dan Kristen) ……… ” (Surat 10 : 94).
Sebenarnya dengan menulis ayat semacam itu Muhammad berharap agar orang-orang Yahudi dan Kristen mau menerima dia sebagai nabi sebagaimana yang diklaimnya. Ketika mereka ternyata menolaknya dengan tegas, Muhammad menjadi sangat marah. Penolakan umat Yahudi dan Kristen tersebut menyebabkan turunnya “Wahyu Ilahi” yang tertulis dalam Surat 4 : 47 yang  berbunyi : “Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merubah mukamu, lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk kamu ….”. Lihat juga Surat 9 : 29.
Bukankah hal tersebut di atas merupakan paksaan ?
Selain itu, lihat juga Surat 3 : 141; 4 : 104, 74.
Ada beberapa ayat lain dalam Alquran yang menyatakan bahwa Allah meridhoi Muhammad dan para perampok (pencuri) yang menjadi pengikut-pengikutnya dalam usaha mereka menimbun barang hasil rampasan (hasil rampokan) mereka, baca Surat 48 :19,20,21; 8 : 1, 41 ; 59 : 7. Padahal Muhammad sendiri memerintahkan dalam Alquran bahwa laki-laki dan perempuan yang mencuri harus dipotong kedua tangannya sebagai hukuman (Surat 5 : 38) dan perintah tersebut masih dilestarikan dalam Syariat Islam sampai sekarang.  Nampaknya perintah itu tidak berlaku bagi Muhammad sendiri.
Bahkan ada ayat lain yang menyatakan bahwa Muhammad memberi wewenang kepada para pengikutnya untuk memasuki rumah orang lain yang tidak didiami (walaupun mereka tidak sedang melakukan penyerangan) dan bahkan untuk mengambil sesuatu yang ada di dalamnya yang menjadi keperluannya, lihat Surat 24 : 29.
Muhammad memberi wewenang kepada para pengikutnya untuk memasuki rumah orang lain yang tidak didiami dan bahkan untuk mengambil sesuatu yang ada di dalamnya yang menjadi keperluannya.
Isu lain adalah bagaimana umat Muslim harus memperlakukan orang-orang murtad yang setelah masuk Islam kemudian kembali pada agamanya yang sebelumnya yaitu agama Yahudi, agama Kristen atau penganut paganisme. M.M. Ali menulis: “Mereka hanya dicerca kemudian diusir dari mesjid”.5 Namun banyak wacana dalam hadis yang tidak sependapat dengan M.M. Ali.  Sahih al-Bukhari  menyatakan bahwa  orang-orang Muslim yang menjadi ateis “dibakar hidup-hidup”.6 Ibn Abbas mengisahkan bahwa Muhammad menjatuhkan hukuman mati kepada orang Islam yang berganti agama lain. Selanjutnya lihat Surat  9 : 73, 74. Dalam hadis Bukhari jilid 9, bab 84, nomor 58 menceritakan  tentang seorang Muslim yang bernama Muadah yang membunuh seorang Yahudi yang sudah memeluk Islam tetapi kemudian meninggalkan Islam. Dalam hadis Bukhari jilid 9, bab 84, nomor 64 dijanjikan bahwa siapapun yang membunuh orang-orang murtad akan mendapatkan pahala.
Bahkan Muhammad  menjatuhi hukuman mati dengan dirajam batu kepada orang-orang Muslim yang mengakui dosa-dosanya yang tersembunyi. Baca hadis Bukhari jilid 8, bab 82, nomor 805, 806, 809, 813, 814, 815, 821, dan 842 dan kemudian gemetarlah.
Catatan:
1.       Maulana Muhammad Ali, Quran (Columbus, OH: Lahore, Inc., USA, 1998), comment 244.
2.      Ibn Warraq, Why I Am Not a Muslim (Amherst, NY: Prometheus Books, 1995), p. 218
3.      Sahih al-Bukhari, Translation of Sahih Bukhari (The Book of Knowledge), trans. Mohammed Muhsin Khan, book 5, vol. 59, no. 287 and book  5, vol. 59, no. 702,University of Southern Californiahttp://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/059.sbt.html(diakses 25 Oktober 2002).
4.      “Forced Conversions to Islam Continue in Indonesia,” Worthy News,http://www.worthynews.com/news-features/indonesia-ethnoc-cleansing-8.html(diakses 13 Januari 2001).
5.      Ali, Quran, comments 1067 and 1080.
6.      al-Bukhari, Sahih Bukhari, book 9, vol. 84, no. 57.
7.      Ibid.

27 comments:

  1. -Islam bukanlah seperti yang anda terangkan di atas.
    Orang islam berbeda dengan Agama islam. Orang islam bisa salah kaprah dalam mengartikan sesuatu karena keterbatasannya. Sedangkan Agama Islam adalah agama yang Rahmatan lil'alamiin, Agama yang mengajarkan perdamaian.

    -kalau baca al qur'an jangan sepotong- sepotong ya kak! baca secara runtut!

    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini jawaban klasik muslimer. Kan sdh dijelaskan dgn dasar referensi yg ada kok masih sepotong sepotong.
      Coba anda jelaskan referensi mana supaya nggak sepotong sepotong..?

      Delete
    2. dengan dasar Surat 8 : 12,13,39,65,67. apa itu bukan sepotong - sepotong...lalu untuk ayat 1-11,14-38, 40-64,66-75...pada kemana semua??????????
      ibarat baca buku ketika halaman pertama tidak di dibaca...maka, bagaimana bisa tahu kalau isi buku itu mengajak ke kebaikan atau kejahatan...

      think smart...pernah sekolah kan...
      saya yakin, anda orang yang pernah sekolah...

      Delete
    3. Sahih Bukhari V4 buku 6 nmr 260
      Nabi berkata jika seorang muslim meninggalkan agamanya bunuhlah dia.
      Q 5 : 51
      Hai orang yg beriman janganlah kamu mengambil orang2 Yahudi & Nasrani menjadi pemimpinmu.

      Delete
    4. Penyebaran Islam dengan Pedang & Penaklukan.
      Islam agama damai, Rahmatan Lil Allamin ternyata BULL SHIT, Khilafah Ottoman Usmani Turki melakukan pembantaian massal 1,5 Armenia tewas di bunuh, 24 April 1915 di peringati sebagai Genosida Armenia.

      Delete
    5. Jadi ini ajaran kasih yang banyak di revisi dan oleh mereka sendiri.

      sumber bible banyak salah satunya perjanjian lama

      Matius 10:34
      Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
      Lukas 19:27
      Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari danbunuhlah mereka di depan mataku."

      Menghalalkan kejahatan perang. “Firman” Tuhan untuk meyembelih kaum Amalek : “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan JANGANLAH ADA BELAS KASIHAN PADANYA. BUNUHLAH SEMUANYA, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai”(1 Samuel 15:3).

      BUNUHLAH PENGIKUT AGAMA LAIN
      [Ulangan 13:6-11] Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi, maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah engkau mengasihi dia dan janganlah menutupi salahnya, Tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada Tuhan, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.

      BUNUHLAH MANUSIA YANG TIDAK MENDENGARKAN PERKATAAN IMAM
      [Ulangan 17:12] "Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan Tuhan, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.."

      BANTAILAH MANUSIA YANG BERAGAMA LAIN
      [Keluaran 22:20] "Siapa yang mempersembahkan korban kepada allah kecuali kepada Tuhan sendiri, haruslah ia ditumpas.

      dan masih banyak lagi.


      Delete

    6. Muslim menjadi korban massal oleh kristen dan agama lain.
      1. iraq : kurang lebih 1,5 jt org tewas
      2. Dispanyol : Spanish Inquisition (1478-1834) 350,000 orang Islam dibunuh.. siapa pelakunya?
      3. Dibelanda : Holy Wars against the Netherlands, Albigenses, Waldenses, Huguenots 1,000,000 orang Islam dibunuh.. siapa pelakunya?
      4. Lebanon (1975-90): 150,000 orang Islam dibunuh. Afghanistan (1979-2001):1,800,000 orang Islam dibunuh.. siapa pelakunya?
      5. Ethiopia (1962-92): 1,400,000 orang Islam dibunuh. Bangladesh (1971): 1,250,000 orang Islam dibunuh.. siapa pelakunya?
      6. Sudan (1983 et seq.): 1,900,000 orang Islam dibunuh. Somalia (1991 et seq.): 400,000 orang Islam dibunuh.. siapa pelakunya
      7.Bosnia and Herzegovina (1992-95): 175,000 orang Islam dibunuh dan luput dari media2.. siapa pelakunya?
      8. Masih hangat kelakuan tentara biadab amerika di Lybia, (2012-2013) 200,000 orang Islam dibunuh.. siapa pelakunya?

      dan masih banyak lagi,..klo butuh info saya kasi. kesemua pelakunya mayoritas kristen.

      Delete
    7. Setyawan: Jelas2 media barat suka menfitnah anda termakan fitnah. Ini kisah yg benar adanya.

      Ayah Dracula bernama Vlad II. Nama aslinya Basarab. Basarab kemudian bergabung dengan kerajaan Honggaria dan direkrut sebagai pasukan elit garda depan perang salib. Tahun 1431 istri Basarab mengandung anak kedua mereka. Mereka kemudian pindah ke Transylvania, tepatnya di Benteng Sighisoara. Di tempat inilah istri Basarab melahirkan anak keduanya, Dracula. Vlad III atau Vlad Tepes (nama asli Dracula) dilahirkan pada bulan November atau Desember 1431 M. Asal-usul kata Dracula adalah karena ayahnya (Vlad II) merupakan anggota orde naga dan selalu membawa lencana orde tersebut kemana-mana. Orang-orang Wallachia kemudian memanggilnya dengan sebutan “Vlad Dracul” dalam bahasa Rumania, “Dracul” artinya Naga, sehingga Vlad Dracul berarti Vlad Sang Naga. Sementara akhiran “ulea” dalam bahasa Rumania berarti “anak dari”. Dari kata tersebut Vlad III atau Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea (dalam bahasa inggris dilafalkan menjadi Dracula) yang berarti anak dari Vlad Dracul.

      Karena ayahnya sering terjun ke medan perang dan kehidupannya hanya mengenal sosok ibu, Dracula tumbuh menjadi sosok tertutup dan inferior. Situasi politik membuat ia dan adiknya, Randu dikirim ke Turki sebagai jaminan dari ayahnya. Dracula tumbuh menjadi remaja pembangkang dan pendendam. Untuk menghibur rasa kesepiannya, Dracula sering menangkap tikus dan burung kemudian ditusuk-tusuk dengan tombak kecil. dia sangat girang melihat hewan-hewan tersebut menggelepar sekarat. Selama berada di Turki, Dracula memeluk agama Islam tapi hanya untuk tujuan politik. Di sana ia belajar memainkan segala jenis senjata dan strategi perang. Dia mempunyai satu kelebihan yang sulit dicari tandingannya, yaitu naluri membunuh. Semakin dewasa kegemaran Dracula menonton hukuman mati semakin menjadi. Boleh dikata ia kecanduan jerit korban yang sekarat, darah yang muncrat etika pedang ditebaskan. Bibit kekejaman itu ia dapatkan sewaktu masih di Wallachia. Di kota itu pembantaian sudah menjadi tontonan sehari-hari. Udara kota itu selalu anyir bau darah.

      Tahun 1448 kerajaan Turki Ottoman membebaskan Dracula. Setelah bebas, Ia dan pasukannya kemudian berhasil merebut Wallachia. Selanjutnya, masa pemerintahan Dracula merupakan masa-masa teror yang mengerikan. Naluri kekejamannya benar-benar tersalurkan setelah ia menjadi penguasa di Wallachia. Hanya dalam waktu kurang dari setahun ia telah membunuh ribuan orang dengan cara yang kejam yaitu disula. Bagian ke III buku ini menggambarkan penyiksaan ala Dracula. Boleh dikata Dracula adalah seorang kreator penyiksaan. Mulai dari penyulaan, pemotongan dan perusakan organ seksual, merebus korban hidup-hidup, menguliti kepala dan bagian tubuh lainnya, mencekik, memotong otot-otot tertentu, memotog hidung dan telinga, membutakan mata, membakar hidup-hidup, memaku kepala, memangsakan si korban pada binatang buas, menarik korban dengan dua kuda, memendam tubuh korban dan memanggang. Saya tidak perlu ceritakan secara mendetail karena bagi saya itu terlalu sadis. Kesadisan Dracula melebihi kesadisan suku-suku paling primitif yang ada di muka bumi. Selanjutnya....

      Delete
    8. Pembantaian Dracula terhadap umat islam juga tak bisa dipisahkan dari perang salib. Sebagai salah satu panglima perang salib di daerah Transylvania, Dracula bertugas mencegah pasukan Turki Ottoman menuju Eropa Timur dan Barat. Ia memakai segala cara, salah satunya dengan meneror umat islam yang ada di Wallachia. Dracula juga berusaha mencari sekutu dari kerajaan yang sama besarnya dengan Turki, yaitu Honggaria. Langkah pertamanya untuk mendapat simpati dari Honggaria adalah dengan pindah agama. Ia memeluk Katolik. Langkah ini berhasil, ia diterima sebagai bagian dari pasukan salib bahkan dinikahkan dengan saudara raja Honggaria. Setelah itu, ia baru berani secara terbuka menyatakan bahwa dirinya adalah musuh kerajaan Turki Ottoman. Ia mulai meneror dan membantai umat islam di wilayah sekitarnya. Sejarah mencatat sekitar 300.000 umat islam dibantai oleh Dracula sepanjang masa pemerintahannya. Dracula menjemput ajalnya di tepi Danau Snagov setelah tak sanggup melawan pasukan Turki Ottoman yang jumlahnya tiga kali lipat lebih besar.

      Namun kekejamannya tidak pernah terungkap secara terbuka karena beberapa sebab :

      1. Pembantaian Dracula terhadap umat islam tidak bisa dilepaskan dari perang salib.
      2. Negara-negara barat yang menjadi pendukung pasukan salib tidak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengore-ngorek kekejaman Hitlet dan Polpot enggan membuka aib sendiri.
      Dracula, betapapun kejamnya adalah pahlawan pasukan salib sehingga nama baiknya selalu dilindungi. Dan sampai saat ini, di Rumania, Dracula dianggap sebagai pahlawan.
      Seperti itulah politik sejarah. Negara adidaya akan memaksakan kebenaran sejarah menurut selera mereka. jika tidak jeli, kita akan terjebak pada kebenaran yang sebenarnya adalah kebohongan. Dengan kemampuan keuangan dan teknologi mereka berupaya untuk memelintir sejarah. Contohnya adalah perang Vietnam. Sejarah mencatat bahwa dalam perang itu Amerika harus menerima kekalahan telak. Banyak prajurit yang tewas dan tidak sedikit yang cacat seumur hidup. Amerika pun menciptakan sosok super hero lewat film. Mereka memproduksi film Rambo dengan berbagai judul dan variasi untuk menunjukkan bahwa merekalah pemenang di perang Vietnam. Rambo adalah mitos baru untuk menyembunyikan fakta sebenarnya. Dan Dracula tak ubahnya seperti Rambo. Bedanya, kalau Rambo adalah sosok fiksi yang seolah-olah dibuat nyata, maka Dracula sebaliknya, yaitu sosok nyata yang diubah menjadi fiksi.

      Selain itu, tujuan lain dari penjajahan sejarah adalah menghilangkan pahlawan dari pihak musuh. Superoritas barat menginginkan bahwa hanya merekalah yang memiliki pahlawan. Dalam mitos Dracula, sosok Sultan Mehmed II atau yang lebih dikenal dengan Muhammad Al Fatih dihilangkan sama sekali. Padahal sejarah resmi mencatat peran sang sultan dalam mengakhiri kekejaman Dracula dalam dua kali gempuran besar-besaran. Serangan pertama membuat Dracula kehilangan tahta dan serangan kedua membuat Dracula terbunuh. Tapi semua fakta itu telah dihapus oleh barat. Sosok sultan Mehmed II memang sangat dibenci kerena telah berhasi merebut konstantinopel dan membuat barat kehilangan muka. Karena itulah mereka berusaha untuk menghapus nama Sultan Mehed II dalam sejarah. Harus diakui usaha itu cukup berhasil. Buktinya, bahkan umat islam sendiri pun jika ditanya tentang sultan Mehmed II akan menggelengkan kepala namun jika ditanya tentang Dracula, mereka bisa memberikan penjelasan panjang lebar. Hanya segelintir sejarawan yang mengetahui sosoknya.

      Delete
  2. Artikel diatas kan sudah menyebutkan ayat2 dalam Alquran, ya Coba silakan dibaca dan dimengerti apa perintah2nya, saya sudah membaca ayat2 tersebut di Alquran saya sendiri merasa ngeri banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Islam melarang menimbulkan kengerian (teror) pada orang lain dengan hanya sekadar mengangkat dan mengacungkan senjata/pedang. Rasulullah saw. bersabda:
      "Seseorang tidak boleh mengacungkan/'mengangkat senjata ke hadapan orang lain. Karena boleh jadi dia tidak tahu setan akan mengendalikan tangannya yang dengannya ia dapat membunuh sehingga terjerumus ke neraka”.[9]

      Bahkan sekadar melihat orang lain dengan pandangan yang menakutkan juga dilarang dalam Islam. Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda:
      "Barangsiapa memandang orang lain dengan pandangan menakutkan tanpa alasan yang benar, maka dia akan diperlakukan yang sama berupa pandangan yang menakutkan dari Tuhan di hari kiamat".[10]

      Karena itu, salah satu bentuk sedekah kepada orang lain adalah pandangan dan senyuman manis kita di hadapan orang lain, demikian sabda Rasul.

      Dalam pandangan al-Qur'an semua manusia yang hidup telah diberi kemuliaan (takrim) oleh Allah swt. berupa hak-hak yang harus dihormati, terlepas dari perbedaan agama, jenis kelamin, ras, dan suku (QS. al-Isra' [17]: 70)

      [1] al-Mufradat, h. 55.
      [2] Mu'jam Alfazh al-Qur'an at-Karim
      [3] at-Tahrir wa at-Tanwir
      [4] HR. Muslim, Bab Tabnm az-Zhulm, 12/455.
      [5] Hasyiyat Qalyubj wa 'Umayrah 'ala Syarh Jalaluddtn al-Mahalli 'ala Minhaj at-Thalibm li an-Nawawi, (Kairo: Dar Ihya' al-Kutub al-'Arabiyyah, Isa al-Babiy al-Halabi), 4/198.
      [6] Fiqh as-Sunnah, 2/464.
      [7] al-Wahidi, Asbab an-NuzQl, h. 163.
      [8] HR Thabrani, dalam al-Mu'jam al-Kabir
      [9] Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahib-nya, Kitab al-Birr wa at-Shilah, Bab an-Nahyi 'an al-lsyarah bi asb-Shilah, 13/42.
      [10] Diriwayatkan oleh Imam Bayhaqi dalam Syu'ab at-lman, h. 16/16.

      Delete
    2. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Qs 2 Al Baqarah 190)
      4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. (Qs 47 Muhammad 4)

      Hadits Shahih Muslim No 1726 menyebutkan, dalam peperangan Rasulullah saw. melarang membunuh wanita dan anak-anak.
      Hadits Shahih Muslim No 1728 menyebutkan larangan menebang /merusak tanaman.

      Al-Qur’an dan Hadits menjelaskan sbb: “Jadi boleh kita memerangi orang-orang kafir? Bukan hanya boleh, tapi wajib bagi kita memerangi orang-orang kafir yang memerangi kita. Tetapi orang-orang kafir yang tidak memerangi kita, tidak boleh kita perangi. Orang kafir itu ada dua kategori, yaitu: kafir harbi yang harus diperangi karena memerangi kaum muslimin, dan kafir dzimmi atau mu’ahad yang harus dilindungi, karena Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad, maka ia tidak akan mencium aroma surga…” (HR Bukhari). Jadi, umat Islam tidak boleh seenaknya membunuh orang non muslim.

      Jangan menyalah artikan ayat dari AL-Qur'an jangan jadikan 1 ayat untuk menjelekkan karna ada lanjutan surat yang memberikan penjelasan lebih lanjut dan baca tafsirnya karena rinciannya ada disitu dan itu tidak berubah seiring perkembangan zaman.

      Delete
    3. jangan asal bunyi, pada masa ke emasan Islam kalau mau memaksa dengan kekerasan India sudah menjadi negara Islam, tapi Islam menyatukan agama hindu dan agama lainnya, sebagian kecil ada yang menyalahi dengan berbuat kasar tapi mayoritas dengan jalan damai. Kalau bener2 Islam mengikut Al-Quran dan hadist yang shahih tidak ada kekerasan dalam Islam. Liat Indonesia yg mayoritas muslim, yg ada Muslim menjadi korban, tak perlu saya sebutkan daerah dan jumlah korbannya.

      Delete
    4. Cuma orang miskin ilmu dan takut kebenaran yg takut ISLAM.

      JELAS DALAM ISLAM SYARAT MENJADI MUSLIM YG BAIK ITU RUKUN ISLAM (KELIMANYA PERINTAH IBADAH KEPADA TUHAN)
      1. SYAHADAT
      2. SHOLAT
      3. ZAKAT
      4. PUASA
      5. HAJI

      SELANJUTNYA PERINTAH TUHAN SETELAH TAAT KEPADA TUHAN YG LIMA DI ATAS LALU BERBAKTI KEPADA ORANG TUA, HORMATI DAN HARGAI TETANGGAMU, BAHKAN DALAM ISLAM YG BENAR DOSA BESAR KITA KALAU KITA MAKAN TETANGGA KITA TIDAK MAKAN KELAPARAN SEKALIPUN DIA NON MUSLIM.

      SETELAH ITU MENUNTUT ILMU AGAMA DAN PENGETAHUAN, BERTEGUR SAPA, MENGUCAPKAN SALAM YAITU SALING MENDO'AKAN AKAN KEBAIKAN DAN SALING MENGIGATKAN UNTUK TIDAK BERBUAT DOSA YAITU :(BERBOHONG, MENCURI, MABUK, BERJUDI, BERZINA, MEMBUANG2 WAKTU PERCUMA YG TIDAK BERMANFAAT, DAN YG UTAMA TIDAK MENYAKITI ORANG LAIN JANGANKAN MEMBUNUH MENYAKITI ORANG LAIN DENGAN KATA2 ADALAH DOSA).

      TIDAK LAH SEORANG MUSLIM MENJADI MUSLIM YANG BENAR-BENAR BAIK JIKA DIA TIDAK MEMBERIKAN MANFAAT YANG BAIK BAGI MANUSIA LAIN TANPA TERKECUALI APAPUN AGAMANYA.

      MAKANYA JELAS DALAM SURAT AL-KAFIRUN DI AKHIR AYAT "LAA KUM DINUKUM WAALIYADIN" artinya " Bagimu agamamu dan Bagiku agamaku" arti umumnya ya untuk urusan agama kita urus agama masing-masing.

      Bagi manusia yang berpikir..Tidak kah kalian menyadari apa tujuan hidup:
      Apa mungkin Tuhan menciptakan kita dan membiarkan kita hidup di dunia ini ada yang miskin, kaya, ada yg menipu, membunuh dan melakukan dosa-dosa lainnya namun ada yg berbuat kebaikan. Tidakkah itu merupakan ujian Tuhan untuk menguji mahkluk ciptaanNya mana yg bertaqwa/taat kepada Tuhan dan mana yg ingkar.

      Delete
  3. Artikel diatas kan sudah menyebutkan ayat2 dalam Alquran, ya Coba silakan dibaca dan dimengerti apa perintah2nya, saya sudah membaca ayat2 tersebut di Alquran saya sendiri merasa ngeri banget

    ReplyDelete
  4. Nailul Awthar, 5/143). Namun Mazhab Maliki memandang bahwa anjing
    hukumnya hanya makruh, bukan haram (Al-Fiqh al-islami wa Adillatuhu,
    3/508). Argumentasi Malikiyah adalah tidak adanya satu pun nash al-Qur'an
    yang secara tegas mengharamkan anjing.

    Jadi, kalau ada yang mau makan daging anjing, dia tidak berdosa
    berdasarkan mazhab maliki..sdahkah tmn2 muslim mkan dging anjing..??

    ReplyDelete
    Replies
    1. https://diskursusislam.wordpress.com/2011/06/07/kekerasan-di-dalam-bible-ayat-ayat-yang-tidak-mau-diakui-oleh-umat-kristen/

      Delete
    2. Anda tidak tau jgn sok2 tau, adapun makruh menurut sebagian ulama adalah bersentuhan dengan anjing tidak memakannya, jelas2 dilarang selain babi ada bbrp hewan lain salah satunya hewan yang bertaring, karena Islam lebih menjaga aturan Tuhannya, salah satu alasan medis adalah hewan karnivora tidak baik dikomsumsi, makanya islam hanya memakan hewan2 yang bersih seperti kambing, unta, sapi karena hewan2 tersebut memakan rumput. Lagian anda yg tidak satu agama tidak usahlah menjelek2an agama lain. Lagian anda kok mau makan anjing padahal hewan peliharaannya sendiri.

      Delete
  5. https://diskursusislam.wordpress.com/2011/06/07/kekerasan-di-dalam-bible-ayat-ayat-yang-tidak-mau-diakui-oleh-umat-kristen/

    ReplyDelete
  6. http://rahsiaalkitab.blogspot.co.id/2014/05/sahih-alkitab-ayat-ayat-porno-cabul.html?m=1

    ReplyDelete
  7. http://syiarislam.net/2008/03/19/130-pertentangan-ayat-ayat-alkitab/

    ReplyDelete
  8. Tulisan seperti ini capek mendebatnya, dijelaskan, nanti ngeles lagi, habiskan waktu. Biasa org kafir merasa lebih tahu tentang Al Quran dan Hadist, tapi lupa baca bibel, apalagi menghafal dan mengamalkannya. Bagusnya, siapkan tokoh agama nasrani terbaik (si paus juga boleh), lalu tantang terbuka tokoh islam untuk menjawabnya, khusus topik ini aja. InsyaAllah adil! Gimana bro laskar?

    ReplyDelete
  9. Nggak perlu berdebat sama isi postingan diatas,, makanya kalau baca kitab suci itu jangan sepotong sepotong,,,
    Mau yang ajarannya terorist,, nih baca dan nyimak... (Edisi LENGKAP) http://biblekristen.blogspot.co.id/2013/07/pembunuhan.html

    ReplyDelete
  10. Ini yg jelas bro
    Yosua 6:21
    "Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun PEREMPUAN, baik TUA maupun MUDA, sampai kepada LEMBU, DOMBA dan KELEDAI"
    Ulangan 20:16
    "Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN YANG BERNAFAS"

    ReplyDelete
  11. Bukan, biar mereka puas, ha ha ha. Selevel zakir naik aja belum ada yg mampu mengalahkannya. Dia mampu menjawab tuduhan bodoh bahwa ayat2 al quran menebarkan kebencian. Belum pada baca tafsir kayaknya si kafir ini. Ada yg dijagokan mendebatnya di US, katanya hebat, eh ujung2nya si pendeta terlibat pelecehan seksual. Tonton aja di youtube, kalian pasti tau pendeta songongnya siapa.

    ReplyDelete
  12. Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa surat dalam suci Al-Quran dan Injil mengandung konteks kekerasan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika benar-benar menjalankan syariat Islam makan Islam itu benar2 menjaga perdamaian. Islam tidak akan berperang kecuali diperangi. Memaknai Al-Qur'an tidak bisa 1 ayat saja tapi baca kelanjutannya dan lihat hadist dan perbuatan Rasulullah selama hidup, banyak riwayat2 yang menjelaskan.

      Ini salah satu FAKTANYA:

      Kafir Mu’ahad, yaitu orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. Dan kafir seperti ini juga tidak boleh diganggu sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Allah Jalla Dzikruhu berfirman:


      إِلاَّ الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَى مُدَّتِهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

      “Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi dari kalian sesuatu pun (dari isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. (QS. At-Taubah : 4).

      dan Allah Jallat ‘Azhomatuhu menegaskan dalam firman-Nya:

      وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِيْ دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لاَ أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ

      “Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti”. (QS. At-Taubah : 12).


      Kafir Musta’man, yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. Kafir jenis ini juga tidak boleh "diganggu" sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan.

      Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

      وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَ يَعْلَمُونَ

      “Dan jika seorang di antara kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”. (QS. At-Taubah : 6).

      Dan dalam hadits ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam menegaskan:

      ذِمَّةُ الْمُسْلِمِيْنَ وَاحِدَةٌ يَسْعَى بِهَا أَدْنَاهُمْ

      “Dzimmah (janji, jaminan keamanan dan tanggung jawab) kaum muslimin itu satu, diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)”. [HR. Bukhary-Muslim].

      Berkata Imam An-Nawawy rahimahullah : “Yang diinginkan dengan Dzimmah di sini adalah Aman (jaminam keamanan). Maknanya bahwa Aman kaum muslimin kepada orang kafir itu adalah sah (diakui), maka siapa yang diberikan kepadanya Aman dari seorang muslim maka haram atas (muslim) yang lainnya mengganggunya sepanjang ia masih berada dalam Amannya”.

      Kafir Harby, yaitu kafir yang secara terang-terangan (atau sembunyi-sembunyi) memusuhi Islam, melakukan kejahatan-kejahatan melawan Islam dan tindakan-tindakan lain yang patut dianggap "menyerang" Islam. Jika kepada 3 kelompok kafir di atas Allah memerintahkan setiap Muslim untuk senantiasa menunjukkan rasa hormat, bahkan ikut melindungi kerselamatan mereka, maka kafir jenis yang terakhir inilah yang wajib diperangi menurut ketentuan yang telah digariskan dalam syari’at Islam.

      Delete