Tuesday, February 24, 2015

Isa berkata “Akulah Allah!”

Bukti -bukti Yang Jelas Mengenai Siapakah Isa Al-Masih
Dalam pembuktian tentang kebenaran siapakah sebenarnya Isa, sebuah klaim secara harafiah tidaklah penting. Yang terpenting adalah bukti yang jelas bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Jika ada bukti yang demikian. Tentu kita harus menyembah Dia.

Salah satu bukti kekuasaan Isa Al-Masih ditemukan dalam Kitab Injil Yohanes. Isa berkata, “ Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati ” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11: 25). Hidup kekal yang ditawarkan Isa Al-Masih tergantung akan iman seseorang kepada-Nya. Jelas hal ini hanya dapat dilakukan Allah saja. Bila dilakukan selain oleh Allah, maka hal itu adalah sebuah penghujatan.
Kemudian dalam Injil Allah, Isa Al-Masih membuktikan kekuasaannya untuk mengklaim ketuhanan-Nya. “ Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: ‘ Lazarus, marilah ke luar! ’ Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata yesus kepada mereka: “ Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi" (Injil, Rasul Allah Besar Yohanes 11: 43-44).  Mujizat ini juga diaminkan oleh Al-Quran!
Setelah tiga tahun pelayanan Isa Al-Masih di dunia, salah seorang murid-Nya bertanya agar menunjukkan kepadanya Allah Bapa. Isa menjawab, “… Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; … Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri " (Injil, Rasul Allah Besar Yohanes 14:10-11).
Ketika seseorang benar-benar membaca Injil, maka dia akan menemukan secara konsisten bahwa:
·         Isa Al-Masih berbicara seperti Dia adalah Allah.
·         Isa Al-Masih bertindak seperti Dia adalah Allah.
·         Isa Al-Masih melakukan tanda-tanda ajaib yang hanya Tuhan dapat melakukannya.

Identitas Isa Al-Masih
Isa Al-Masih berharap agar orang-orang di sekeliling-Nya mengenal hakikat dan identitas-Nya. Yaitu melalui perkataan dan perbuatan-Nya yang hanya layak dikatakan dan dilakukan oleh Allah saja. Selain itu, Isa Al-Masih juga memberikan bukti tentang siapakah Dia sebenarnya, yang memungkinkan kita untuk menarik kesimpulan sendiri.
Identitas Isa Al-Masih terlihat jelas melalui bukti-bukti ajaib yang Dia berikan. Bukan sekedar pernyataan tanpa bukti. Bagi mereka yang terbuka untuk mencari kebenaran, akan mengerti melalui bukti-bukti yang dilakukan Isa Al-Masih. Sehingga, seseorang yang mengenali identias Isa Al-masih, menyembah kepada-Nya adalah respon yang tepat. Walau Isa Al-Masih tidak meminta untuk disembah, Ia menerima dan mengkonfirmasikan hal tersebut sebagai perlakuan yang tepat kepada-Nya.

Identitas Sebenarnya dan Hadiah Terbesar-Nya
Isa Al-Masih adalah Allah. Namun, seperti Allah, oknum dari Ketuhanan Tritunggal, Ia memberi diri-Nya untuk mati di kayu salib. Mengapa? Karena kasih-Nya yang besar bagi Anda. Dengan menerima bahwa Dia dihukum sebagai pengganti Anda, Anda dapat menerima dan menikmati hidup baru dan hidup yang kekal!
Siapapun bisa membuat klaim bahwa dia adalah Tuhan yang layak disembah. Tapi hanya Allah yang benar, yang bisa memberikan bukti-bukti yang benar. Ketika Isa Al-Masih dapat memberikan bukti bahwa Ia adalah Allah, maka tidak ada alasan untuk tidak menyembah Dia.



1 comment:

  1. Halo sobat laskar kristus, bolehkah saya bertanya? Sobat mengatakan " Ketika seseorang benar-benar membaca Injil, maka dia akan menemukan secara konsisten bahwa:
    · Isa Al-Masih berbicara seperti Dia adalah Allah.
    · Isa Al-Masih bertindak seperti Dia adalah Allah.
    · Isa Al-Masih melakukan tanda-tanda ajaib yang hanya Tuhan dapat melakukannya.”

    Lalu bagaimana dengan yang tertera dalam Matius 4:10
    “Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

    Jika Isa Al-Masih adalah Tuhan, kenapa dalam ayat tersebut yesus menggunakan dia (kata ganti orang ketiga) yang merujuk pada sesuatu diluar dirinya? Bukankah jika Yesus adalah Tuhan maka yang tertulis adalah:

    “Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Aku, Allahmu, dan kepada Aku sajalah engkau berbakti!”

    ReplyDelete