Monday, December 31, 2012

Bani Qaynuqa & Perang Badr (624M)

A SINA : Bani Qaynuqa & Perang Badr (624M)

by Adadeh » Wed Nov 02, 2005 2:53 pm


Artikel Ali Sina ada setelah artikel ini :
http://www.faithfreedom.org/oped/SherKhan51028.htm

Muhamad dan Koboi2nya 
Sher Khan
2005/10/28

Di sebuah lembah yang sunyi sepi, bersembunyilah segerombolan bandit di balik batu besar2 yang berserakan di lembah itu. Gelisah mereka menunggu korban. Dikejauhan ... plak teplok teplok ... sebuah kereta kuda bergerak, penuh dengan uang gaji para pekerja rel kereta api.
‘Billy the Kid’ bersiap2 dgn pistol bergagang naga yang terletak di sisi pangkal pahanya dan sebuah pisau tajam di sebelah pangkal paha lain. Senapan laras panjangnya berayun di punggungnya sewaktu ia merubah posisi.

Kemudian ... terlihat kepulan debu di ujung jalan. Begitu kereta kuda terlihat, gerombolan bandit dgn sekejap menyerang kereta itu. Dor ... dor ... dorr!! bunyi letus senapan. Dan dalam waktu sekejap pula, Billy the Kid dan gangnya menembak mati semua pengawal kereta kuda dan merampas tas penuh uang. Malam itu, ‘Billy the Kid’ dan konco2 bengisnya minum2 di salon, merayakan sukses mereka.

Ini gambaran khas film koboi Western, di mana para bandit jarang diam di satu tempat, naik kuda dari satu kota ke kota lain, membawa pistol dan merampok kereta2 kuda atau kereta api. Pihak Sheriff (biasanya pakai bros bintang) dan Marshal adalah kelompok baik yang mengejar
bandit jahat dan membunuh mereka dalam pertempuran tembak2an.
Jaman pertempuran antara bandit dan Sheriff ini – di Amerika dikenal
sebagai “Wild Wild West” (Bagian Barat yang Buas) Amerika.

1400 tahun yang lalu, di tanah “Wild Wild Arabia”, tidak ada sherif atau perwira2 polisi. Yang ada adalah gerombolan orang jahat. Di tahun 624 M, segerombolan bandit sedang menanti di jalan yang menghubungkan Syria dan Mekah. Mereka bermuka segar karena kemarin malam mereka sempat tidur nyenyak karena Muhamad, sang kepala bandit, memerintahkan mereka untuk tidak khawatir. Pagi berikutnya, mereka menunggui kafilah yang penuh dengan muatan emas dan barang2 berharga. Tidak, mereka tidak punya rencana untuk berdagang atau tukar menukar komoditi; mereka menginginkan kekayaan itu dengan jalan termudah – lewat PERAMPOKAN.

Setelah sukses merampok kafilah itu mereka pulang membawa kekayaan. Perampokan legendaris ini dikenal dengan Pertempuran Badr. Kemudian seperti para bandit di ‘Wild Wild West’, mereka pun mabuk2an. Salah satu anggota gang bernama Hamza sedemikian mabuknya sehingga secara tak sadar membunuh dan memotong kedua punuk unta milik Ali, yang kemudian jadi menantu Muhamad. (Minum minuman beralkohol tidak dilarang di jaman awal Islam; baru diwaktu kemudian.)

Ada referensi di Hadis:
“Dikisahkan oleh Ali: Aku dapat unta betina sebagai bagianku jarahan Perang Badr, …. Rasul Allah mulai mengomeli Hamza karena perbuatannya, tapi Hamza mabuk dan matanya merah …." (Khumus, Sahi Bukhari). 

Jika cerita ‘Billy the Kid’ dari ‘Wild Wild West’ seperti dongeng belaka, Perang Badr merupakan kenyataan sejarah yang ditulis di Qur’an, Hadis dan banyak buku2 Islam. Muslim selalu membual tentang kemenangan Muhamad di perang ini, mengira bahwa dia berperang melawan ketidakadilan untuk menegakkan Islam. Kenyataannya, penyerangan mereka bukan serangan balasan, seperti yang dinyatakan di Qur’an. Perang ini bukan perang antara yang tertindas dan penindas, atau antara yang jahat dan baik. Bukan pula perang bela diri. Seharusnya bahkan tidak layak untuk disebut 'perang' ataupun 'pertempuran' karena seluruh persengketaan cuma alasan Muhamad untuk merampok harta orang.

Gampangnya, ini adalah PERAMPOKAN. Namun para penyebar propaganda Muslim menyampaikannya sebagai Jihad atau perang suci.

Bulan September, 622 M, Muhamad hijrah dari Mekah ke Medina. Dia tidak punya uang. Istri pertamanya, Khadijah, meninggal tahun 619M, ketika Muhamad masih di Mekah. Apakah profesi Muhamad dan pengikutnya setelah hijrah ke Medina? Apakah Allah mengirim mereka makanan lewat pos kilat? Apakah Muhamad pakai kartu kredit? Dia bahkan tidak punya rumah yang bisa digadaikan untuk bayar utang. Jadi, bagaimana membiayai kehidupan mereka ?

Sepanjang tahun 623 M, Muhamad dan pengikutnya merampok kafilah Mekah dan menculik orang2 tak bersalah. Orang Muslim dengan bangga menyatakan serangan ini sebagai ‘operasi militer’, yang sebenarnya sih merupakan usaha penggarongan belaka.

Penyerangan dibagi dalam dua kategori, ‘Ghazawaat’ (kata majemuk untuk Ghazawah), dan ‘Saraayaa’ (kata majemuk untuk Sariya). Jika Muhamad ikut merampok, penyerangan dinamakan ‘Ghazawah’, dan penyerangan tanpa Muhamad disebut ‘Sariya’. Ilmuwan Islam berbeda pendapat tentang jumlah serangan2 ini, tapi diperkirakan ada 17 sampai 27 ‘Ghazawaat’ dan 36 sampai 100 ‘Saraayaa’.

Muhamad menang jackpot di ‘perampokan kafilah yang mengerikan’, yang dikenal sebagai Ghazawaat Al-Badr. Menurut ‘Sirat Rasul Allah 428’ dan ‘Tabari VII:29’:
“Lalu sang Rasul mendengar bahwa Abu Sufyan b. Harb akan datang dari Syria bersama sebuah kafilah besar bangsa Quraysh, mengangkut uang dan barang2 berharga, dan dijaga oleh tiga puluh sampai empat puluh orang.” Muhamad berkata, “Ini adalah kafilah Quraish berisi barang2 kepunyaan mereka, pergi dan seranglah merekamungkin Allah mengirimkan mereka sebagai mangsa kita,”

Perang Badr adalah perang ofensif Muhamad. Dia tahu para Muhajirun (pengikutnya yang hijrah dari Mekah) yang miskin dan butuh duit, akan senang merampok untuk dapat kekayaan. Tapi Muhamad tidak begitu yakin dengan orang2 Ansar (orang2 Muslim di Medina yang mengundang Muhamad). Sang Nabi takut orang2 Ansar tidak mau membantunya, kecuali kalau dia diserang musuh di Medina shg mereka tidak merasa bersalah kalau pergi bersamanya melawan musuh Muhamad di luar Medina. (Ishaq 435).
Akhirnya orang2 Ansar setuju dan Muhamad senang punya prajurit2 yang mahir perang ini di pihaknya. Mereka semua menuju Badr, berharap dapat nasib baik.

”Tatkala Abu Sufyan sampai dekat Hijaz, dia mencari kabar dan bertanya pada setiap pengendara unta dengan waswas, sampai dia mendengar berita bahwa Muhamad telah memanggil pengikutnya untuk melawan Abu Sufyan dan kafilahnya. Dia waspada akan hal ini dan menyewa Damdam b. Amr al-Ghifari dan mengirim dia ke Mekah, menyuruhnya untuk memanggil orang2 Quraysh untuk mempertahankan harta benda mereka”. (Ishaq 428).

Ibn Ishaq melanjutkan, “
Abu Sufyan bergerak ke arah muka kafilah untuk mengamati keadaan sampai dia tiba di mata air, dan bertanya pada Majdi apakah dia melihat sesuatu yang mencurigakan. Dia menjawab tidak: hanya dua pengendara unta yang berhenti di bukit dan mengambil air dengan kantung kulit. Abu Sufyan pergi ke tempat mereka berhenti, mengambil beberapa tinja unta dan memecahkannya dan melihat bahwa tinja itu mengandung biji2 kurma. ‘Demi Tuhan,’ katanya, ‘ini makanan ternak dari Yathrib.’ Dia seketika kembali ke kelompoknya dan merubah arah kafilah dari jalan ke pantai meninggalkan Badr di sebelah kiri, bergerak pergi secepat mungkin” (Ishaq 437).

Apakah ini menunjukkan keadaan Muhamad dalam posisi defensif ? Seringkali orang Muslim mengeluh bahwa Muhamad tercinta mereka
terpaksa berperang karena dia diserang. Kenyataannya adalah Abu Sufyan yang malang itu berusaha keras untuk menyelamatkan kafilahnya dan meminta bantuan. Memang akhirnya bantuan datang tepat pada waktunya.

Ibn Ishaq menjelaskan, 
“Ketika Abu Sufyan berhasil menyelamatkan kafilahnya, dia memberitahu orang2 Quraysh. ‘Karena kau datang untuk menyelamatkan kafilah, orang, dan harta bendamu dan Tuhan telah menyerahkannya padamu, kembalilah.’ Abu Jahl berkata, ‘Demi Tuhan, kami tidak akan kembali sebelum kami pergi ke Badr’. Badr adalah tempat diselenggarakannya pasar setiap tahun. ‘Kami mau tinggal di sana selama tiga hari, memotong unta dan berpesta dan minum anggur, dan para wanita akan ber-senang2 bersama kami. Orang2 Arab akan mendengar kami telah datang dan berkumpul bersama, dan akan menghormati kami di masa depan. Jadi, ayolah!’ (Ishaq: 438).

Benar2 orang satu ini! Mabuk2an, pesta dan wanita bermain musik menggambarkan sifat Abu Jahl yang suka ber-senang2, yang tidak peduli dengan kerumitan dunia. Abu Jahl mungkin adalah nama yang paling dibenci dalam Islam. Muslim menggambarkannya sebagai orang jahat. Memang Abu Jahl mempermalukan Muhamad di Mekah, tapi ini karena Muhamad menghina dewa2 orang Quraish. Abu Jahl akhirnya dipancung di pertempuran Badr dan kepalanya digelindingkan ke bawah kaki Muhamad. Namun terlepas dari sifat Abu Jahl, kesimpulannya adalah: orang2 Quraish sama sekali tidak ada maksud menyerang/ofensif ataupun membunuh Muhamad. 

Ketika Abu Sufyan mengira dia berhasil mengelakkan perampok, dia mengirim pesan kepada orang2 Quraish yang datang untuk melindunginya dan kafilahnya untuk kembali pulang. Mereka akhirnya berkeputusan untuk menghentikan aksi perampokan Muhamad & koboi2nya untuk selama2nya dgn menghadapinya di Badr.

Di Badr, Muhamad masih beristirahat di tenda darurat yang dibuat oleh para pengikutnya. Dengan restunya, bandit2nya menyerang kafilah; dua dari mereka membawa bendera hitam. Meskipun tidak ditulis di mana pun di tulisan Islam, aku percaya bahwa di setiap bendera itu terdapat gambar tengkorak dan dua tulang. Mereka mengobrak-abrik kafilah, membunuh tiada ampun, menjarah semua barang berharga dan menangkap tawanan2 perang untuk jadi sandera dan ditukar dengan uang.

Hal lain yang penting dalam penyerangan ini adalah jumlah perbandingan orang Muslim dan Quraish. Semua sejarawan setuju bahwa orang2 Quraish lebih banyak daripada orang2 Muslim, tiga banding satu. Jadi, orang2 Muslim menganggap ini muzizat. Allah saking girangnya membantu para perampok ini dengan mengirimkan ratusan ribu malaikat, seperti yang dinyatakannya di sura ‘Al-Anfal’. Ini adalah sura yang menarik dalam Qur’an: ‘Al-Anfal’, berarti ‘jarahan perang’, memang sugestif dan semua 75 ayat dalam sura ini dibuat berhubungan dengan Perang Badr, atau tepatnya Perampokan Badr.

Bayangkan para suporter kiriman Allah membakar semangat orang2 Muslim: ‘Ayo Muslim, ayo, bunuh, rampok, jarah’. Tapi ayat sebenarnya lebih seram lagi daripada itu. Allah nampak bertepuk tangan dgn girang di ayat 8:12 :

‘Ingatlah Allahmu mengilhami para malaikat (dengan pesan): “Aku besertamu: beri keyakinan pada yang Beriman: Aku akan memasukkan terror ke dalam hati orang2 tak beriman: tebas bagian atas lehernya dan potong ujung2 jarinya.” 

Alasan kemenangan Muslim bukanlah mukzizat. Biasanya, perampok2 dan pembunuh2 lebih nekad daripada orang2 normal. Mereka tidak rugi apapun2 kalau tertangkap sehingga mereka nekad saja. Kita sering melihat puluhan polisi mengejar beberapa perampok bank; tetapi para perampok itu tetap saja lolos setelah melakukan kejahatan. Lebih lagi, ini adalah situasi win-win bagi orang2 Muslim untuk bertempur di Badr. Jika mati, mereka dijanjikan surga yang penuh dengan bidadari perawan; jika selamat, mereka dapat jarahan perang. Melarikan diri dari medan tempur, namun demikian, bukanlah pilihan yang baik. Meskipun sudah menjelaskan hal ini di sura An-Anfal, Ibn Kathir menegaskannya lagi di ‘tafsir’,

“Melarikan diri dari Perang dilarang dan ada hukumannya, kata Allah memperingatkan mereka yang melarikan diri dari medan perang dan mengancam mereka dengan Api (neraka).”

Sebaliknya, orang2 Quraish enggan untuk bertempur. Mereka tidak punya maksud untuk menumpahkan darah jika harta benda mereka selamat. Ketika orang2 Quraish diminta bertempur, mereka bilang mereka ingin menghindari perang. Ishaq menjelaskan, 
“Jadi, semua pergi; semua kalangan ningrat pergi kecuali Abu Lahab. Dia mengirim penggantinya al-As b. Hisham al-Mughira, yang berhutang padanya 4.000 dirham. Jadi dia disewa dengan Abu Lahab dengan perjanjian hutangnya akan dihapus" (Ishaq 432).

Jelas tampak bahwa orang2 Quraish tidak haus darah seperti Muhamad; mereka hanya ingin mengamankan kafilah mereka. Mereka juga khawatir suku lain ‘Abdu Manat b. Kinana’, yang cekcok dengan mereka akan menyerang mereka dari belakang.

”Booty” (Barang jarahan) adalah kata populer yang bis berarti 'pantat'. Ingat khan lagu, “Shake, Shake, Shake (Shake your booty)” (Goyang, goyang pantatmu). Di lagu ini, penyanyi mengajak penonton untuk menggoyangkan pantat mereka dan menari. Akan tetapi, kamus Webster menjabarkan “booty” (barang jarahan) sebagai, “Barang yang dirampas dengan kekerasan atau diperoleh melalui perampokan, terutama barang jarahan yang diambil dari perang; penjarahan; perampokan.”

Rupanya, sepanjang hidupnya Muhamad suka barang2 jarahan; dia menggoyangkan pantatnya untuk dapat barang jarahan. Dia dengan bebas berkata, “Barang jarahan sah bagiku.” (Dikisahkan Jabir bin Abdullah): (Khumus, Sahi Bukhari). Juga di Quran, 008.069. 
“Tapi (sekarang) nikmati apa yang kau dapat dari perang, sah dan baik: tapi takutlah akan Allah: karena Allah itu Seringkali Memaafkan, Maha Pengampun.” 

Setelah sukses merampok, para bandit ‘Wild Wild Arabia’ bersengketa satu sama lain mengenai pembagian barang2 jarahan. Sama seperti yang kita lihat di film2 action, satu bandit berusaha menipu yang lain untuk dapat semua jarahan. Ishaq menjelaskan, 
“Lalu sang Rasul memerintahkan semua yang dijarah di medan perang harus dikumpulkan bersama, dan orang2 Muslim bersengketa tentang itu. ….” (Ishaq: 456).

Allah, bayangannya Muhamad, akhirnya harus bikin ayat istimewa, Q 8:01. 
“Mereka bertanya padamu (O Muhamad) tentang barang rampasan perang. Katakan: Barang2 jarahan adalah milik Allah dan utusanNya, jadi lakukan tugasmu pada Allah, dan selesaikan pertikaianmu, dan taati Allah dan utusanNya, jika kau benar2 orang beriman.” Allah melanjutkan (Q. 8:41), “dan ketahuilah dari seluruh jarahan yang kau dapat (dalam perang), seperlima bagian diperuntukkan bagi Allah, dan utusanNya, dan pada sanak keluarga dekat, yatim piatu, yang membutuhkan, dan para musafir, … “

Sungguh sukar dibayangkan Tuhan bisa begitu serakah untuk ambil bagian barang jarahan. Apa yang akan Tuhan lakukan dengan barang2 perhiasan? Yah, ayat ini tentunya membantu Muhamad menafkahi selusin istrinya dan menjalankan administrasi. Benar2 cara jitu untuk jadi milyuner mendadak !

Pakar Muslim terkemuka, Muhamad al-Ghazali (1917-1996, bukan yang ahli agama di abad 12) menulis di bukunya, ‘Perjalanan Melalui Qur’an,’ 
Sudah jelas bahwa mendapat jarahan dalam perang bagi Islam, perkelahian melawan musuh2 Allah dan utusanNya, telah jadi cara hidup utama orang2 Muslim ketika mereka secara tulus memenuhi peranannya sebagai ‘dien’ milik Allah saja …” (p.110).

Orang2 Quraish tentu amat mengenal Muhamad. Mereka biasa memanggilnya ‘Mudhammam’, yang berarti 'tukang bikin gara2' atau 'bajingan', dan bukan 'patut dipuji' (Ishaq: 234).

Semuanya adalah karena uang, kekuasaan dan keserakahan Muhamad. Agama hanyalah alat dan iming2 bagi prajurit Islam, membujuk mereka untuk mengorbankan nyawa mereka tanpa ragu. Menyerang kafilah, membunuh dan menculik bagi sang Nabi adalah sah karena perlu untuk mendirikan Islam. Allah, tokoh ciptaan Muhamad, mensucikan semua dosa. Sungguh mengherankan bagaimana seorang Tuhan dapat merestui tindakan2 kriminal ini dan bagaimana seorang nabi bisa melakukan kriminalitas seperti ini untuk menyebarkan sebuah agama!

Yang paling mengherankan, mosok cuma saya saja yang dapat melihat bahwa 1,2 milyar robot Islam diprogram sejak awal, tanpa satupun sel otak di bawah tempurung kepala mereka ? 



Translator

Posts: 7820

Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am



Postby ali5196 » Tue Jul 25, 2006 8:21 pm

http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/b_qaynuqa.htm
Banu Qaynuqa & perang BADR (624M)
oleh ALI SINA

http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Badr

Di Medinah dulu, pernah hidup 3 suku Yahudi; Banu Qainuqa, Bani Nadir dan Bani Quraiza. Setiap suku ini mengadakan persekutuan dgn suku2 Arab lainnya dan jika ada cekcok, maka sekutu2 Arab dan Yahudi akan bersatu melawan musuh. Inilah bukti bahwa dijaman sebelum Islam agama bukan halangan utk bersatu. Sampai saat datangnya Muhamad.

Ketika nabi gadungan itu memasuki Medinah, ia berharap bahwa Yahudi akan menerima agama godokannya. Ia berkotbah ttg tuhannya Yahudi, memuji2 nabi2 mereka dan mengutip legenda2 Yahudi (tapi salah kutip), memilih tanah sucinya Yahudi sbg kiblatnya dan pada dasarnya, mengeles Yahudi agar mau bergabung dgnnya.

W. N. ARAFAT yg membantah terjadinya holocaust pertama ini menulis; 
"Juga diterima bahwa pada permulaan, nabi Muhamad berharap agar Yahudi dari Yathrib (Medinah), sbg pengikut agama agung, akan menunjukkan pengertian terhdp agama monotheistic baru ini, Islam." (1)

Tetapi betapa kecewanya Muhamad ketika Yahudi malah menertawakannya dan tidak lagi mempedulikan seruannya. Dan mengingat karakter Muhamad yg tidak suka dikritik ini, Muhamad lalu menyimpan dendam kesumat terhdp Yahudi dan sejak saat itu ia memutuskan utk suatu hari dapat melampiaskan dendamnya itu.

INVASI terhdp BANI QAYNUQA: 

Ini adalah kelompok Yahudi pertama yg jadi obyek luapan kemarahan Muhamad. Mereka tinggal di Medinah. Mereka berkecimpung dlm kerajinan spt pengukiran emas, pembuatan besi dan pembuatan alat2 keperluan rumah tangga dan oleh karena itu mereka memiliki banyak peralatan perang dlm rumah2 mereka.

Saifur Rahman al-Mubarakpuri dlm Ar-Rahiq Al-Makhtum menulis;

"Mereka (Banu Qaynuqa) memulai mencari kerusuhan, meledek Muslim, melukai mereka yg sering mengunjungi pasar dan bahkan mengintimidasi para wanita. Hal2 ini semakin meruncing keadaan shg nabi (SAW) mengumpulkan mereka, menegur mereka dan menyerukan agar mereka bertindak secara rasional, dewasa dan diperingatkan agar tidak lagi melakukan pelanggaran. Tetapi mereka tetap bersikeras dan tidak mempedulikan peringatannya dan mengatakan: “Jangan besar kepala dgn kekalahan Quraish yg tidak berpengalaman dlm perang. Kalau kau mengajak kami berperang, kau akan sadar bahwa kami ahli perang.” 

Image
Dari adegan film 'The Message' : pendekar Mekah, dari banu Qainuqah siap menghadang pasukan Muhamad (lihat dibawah). Pd kenyataannya, Banu Qainuqah TIDAK SEMPAT mempersiapkan diri spt ini. Mereka, pd dasarnya, DIKEPUNG tidak terduga oleh gang kriminal Muhamad cs. yg haus harta jarahan.

Image
Muslim, menghadapi Banu Qainuqah, dlm adegan film 'The Message'. Betapa seringnya Muslim generasi Muhamad digambarkan dgn PEDANG oleh sejarawan Muslim sendiri !

Maka jangan heran kalau pengikutnya doyan pedang
Image

Apapun kata2 yg dilontarkan sejumlah Yahudi kdp Muhamad itu bukan merupakan pernyataan resmi penduduk. Ini hanyalah alasan yg dicari2 Muhamad utk dapat kesempatan emas utk berperang. Maududi mengatakan, 
“Ini kata2 jelas sbg deklarasi perang.” 

Ini omong kosong. Kata2 ini tidak datang dari kepala Bani Qainuqa dan kata2 ini bukan ancaman. Muslim diteriaki oleh sejumlah hooligan karena Muslim mencoba memaksakan Islam. Hanya orang yg otaknya penuh dgn fanatisme agama bisa menafsirkan olokan beberapa pemuda Yahudi sbg pernyataan perang oleh seluruh penduduk Yahudi melawan Muslim. Menghukum seluruh penduduk dng beringas karena alasan beberapa dari mereka membunuh seorang Muslim karena ia membunuh Yahudi sungguh tidak masuk akal. Padahal di Quran sendiri sudah dikatakan
"... tidak ada penanggung beban yg dapat menanggung beban orang lain(Q. 53: 38) 

Sejarawan Muslim ingin menyalahkan kesemuanya kpd Yahudi dan menunjukkan mereka spt pihak jahat dlm cerita ini. Meledek, meneriaki orang bukan sebuah tindak pidana.

Ayat berikut mengemukakan nada benci Muhamad ketika ia ketemu dgn Yahudi.
“Katakan [ya Muhamad] kpd mereka yg tidak beriman: ‘Kalian akan dikalahkan dan dikumpulkan dalam Neraka …’ Sudah ada Tanda bagi Kalian (Ya Yahudi) dlm dua tentara yg bertemu (dlm pertempuran — yi Pertempuran Badr): Satu adalah berperang dijalan Allâh, dan bagi yg lain mereka) adalah yang tidak beriman. Mereka (yg beriman) melihat mereka (yg tidak beriman) dgn mata kepala mereka sendiri sbg dua kali jumlah mereka (walaupun mereka tiga kali lebih banyak). Dan Allâh mendukung dgn KemenanganNya mereka yg Ia sukai … [Q.3: 22,13]

"Suatu hari seorang tukang emas Yahudi memprovokasi seorang Muslimah yang auratnya kelihatan ketika ia mengikat ujung jubahnya ke punggungnya. Seorang lelaki Muslim kebetulan berada disana dan MEMBUNUH orang itu (yah, namanya pengikut agama damai); Yahudi membalas dgn membunuh Muslim itu. Keluarga korban kemudian menyerukan bantuan Muslim dan perangpun dimulai." (2)

Insiden2 macam ini sering terjadi dlm masyarakat primitif. Bahkan dlm masy majupun, orang bisa tewas karena hal sepele spt menyerempet mobil orang lain. Manusia kadang tidak dapat berpikir secara rasional. Tindakan mereka bisa drastis konsekwensi parah. Tapi orang bijaksana dapat meredakan situasi dan akan menenangkan massa tanpa berpihak pada siapapun. TETAPI Muhamad memang bukan orang bijak. Ia sudah dimabukkan oleh sukses perampokan dan penjarahan karavan dan sekarang ia sedang mencari2 alasan utk mendapatkan harta kekayaan Yahudi di Yathrib. Insiden ini adalah
 kesempatan emas baginya, shg pada hari itu, Sabtu, Shawwal 15th, 2 AH, ia berbaris dgn tentaranya dan mengepung benteng2 Yahudi selama 15 hari. Tanpa air, Bani Qainuqa dipaksa menyerahkan kpd nabi segala-galanya yg mereka punya ; nyawa, harta, wanita dan bahkan anak2 mereka.

Maududi menulis, 
“Akhirnya, nabi suci (saw) mengepung kediaman mereka pada akhir Shawwal (menurut pihak lain pada saat Dhi Qa'dah) 2AH. Kepungan ini tidak sampai berlangsung sampai 2 minggu ketika mereka menyerah dan semua lelaki diikat dan dijadikan tahanan. Abdullah bin Ubayy datang dan meminta pengampunan bagi mereka. Nabi suci memenuhi permintaannya dan memutuskan agar Bani Qainuqa diusir dari Medinah dan meninggalkan harta, peralatan perang dan barang2 kerajinan mereka. (Ibn Sa'd, Ibn Hisham, Tarikh Tabari)(3)

Detail2 ttg intervensi Ubayy dilaporkan dlm buku sejarah Islam pertama, Sirat Rasulullah;

"Asim b. `Umar b. Qatada mengatakan bahwa B. Qaynuqa` adalah suku Yahudi pertama yg memutuskan perjanjian dgn nabi dan berperang antara Badr dan Uhud, dan nabi mengepung mereka sampai mereka menyerah tanpa syarat. `Abdullah b. Ubayy b. Salul … mengatakan, 'Ya Muhamad, perlakukanlah rekan2 saya ini dgn baik (kini mereka sekutu Khazraj), tetapi nabi menolaknya. Ia mengulangi kata2nya dan nabi berpaling darinya …

Lalu Qatada mengatakan, 400 lelaki … dan 300 lelaki melindungi saya dari musuh saya, kau akan menghabisi mereka dalam satu hari ? …' Nabi mengatakan, 'Kau boleh mendapatkan mereka.' [Sirat, p. 363] 


Dlm kata2 al-Mubarakpuri,
 "Banu Qainuqa‘ menyerahkan semua materi, kekayaan dan peralatan perang mereka kpd nabi (SAW = damai besertanya), yg menyisakan1/5 bagian bagi dirinya dan sisanya diberikan kpd pengikutnya. Setelah itu, mereka diusir dari seluruh Arabia ke Azru‘a di Syria dimana mereka tinggal secara sementara dan segera akan musnah." (2)

Tidakkah ada yg pernah bertanya, MENGAPA ? Mengapa insiden sepele dijadikan alasan bagi seseorang yg mengaku utusan Tuhan utk 
MENGUSIR SELURUH PENDUDUK yg sudah bermukim disama secara turun temurun dan menyita seluruh harta benda mereka ? Apakah kita sudah lupa akan arus pengungsi dari Kosovo ? Milosevic yg sampai diseret ke pengadilan sbg penjahat perang PUN tidak sampai menjambret harta para pengungsi. Dan di abad ketujuh itu, Yahudi di Medinah tidak disediakan kamp pengungsi PBB dan tidak ada Palang Merah dan organisasi2 humaniter lainnya yg datang membantu meringankan penderitaan mereka.

Bgm orang beradab bisa mensahkan aksi tidak beradab dan genocidal seseorang yg menganggap diri nabi ? Bgm Muslim masih bisa bangga menyandang kemuslimannya setelah membaca fakta2 sejarah ini ttg Muhamad? Fakta bahwa Abdullah bin Ubayy, yg oleh al-Mubarakpuri disebut "munafik," datang utk menyelematkan para tahanan ini menunjukkan 
rencana pertama Muhamad UTK MEMBANTAI MEREKA SEMUA. Mengapa ? Hanya intervensi bin Ubayy yg menyelamatkan nyawa mereka. Mosok orang "munafik" masih memiliki rasa kemanusiaan yg lebih tinggi ketimbang seorang Rasul Allah dan keitmbang ALLAH sendiri ? Jadi, Muhamad (atau Allah) lebih rendah dari orang “munafik” ?

----------------------------------
1- From Journal of the Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland, (1976), pp. 100-107 By W. N. ARAFAThttp://homepages.haqq.com.au/salam/misc/qurayza.html

2- AR-Raheeq Al-Makhtum by Saifur Rahman al-Mubarakpuri http://islamweb.islam.gov.qa/english/si ... AGE-26.HTM

3- http://www.usc.edu/dept/MSA/quran/maududi/mau59.html

Last edited by ali5196 on Sat Dec 29, 2007 8:35 pm, edited 27 times in total.


Translator

Posts: 15994

Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Aug 29, 2007 10:23 pm

Mengutip dari atas :

INVASI terhdp BANI QAYNUQA: 

Saifur Rahman al-Mubarakpuri dlm Ar-Rahiq Al-Makhtum menulis;

"Mereka (Banu Qaynuqa) memulai mencari kerusuhan, meledek Muslim, melukai mereka yg sering mengunjungi pasar dan bahkan mengintimidasi para wanita. Hal2 ini semakin meruncing keadaan shg nabi (SAW) mengumpulkan mereka, menegur mereka dan menyerukan agar mereka bertindak secara rasional, dewasa dan diperingatkan agar tidak lagi melakukan pelanggaran. Tetapi mereka tetap bersikeras dan tidak mempedulikan peringatannya dan mengatakan: “Jangan besar kepala dgn kekalahan Quraish yg tidak berpengalaman dlm perang. Kalau kau mengajak kami berperang, kau akan sadar bahwa kami ahli perang.” (2)

Apapun yg dikatakan sejumlah Yahudi itu kdp Muhamad itu bukan merupakan pernyataan resmi penduduk. Ini hanyalah alasan yg dicari2 Muhamad utk dapat kesempatan emas utk berperang. Maududi mengatakan, “Ini kata2 jelas sbg deklarasi perang.”

Ini omong kosong. Kata2 ini tidak datang dari kepala Bani Qainuqa dan kata2 ini bukan ancaman. Muslim diteriaki oleh sejumlah hooligan karena Muslim mencoba memaksakan Islam. Hanya orang yg otaknya penuh dgn fanatisme agama bisa menafsirkan olokan beberapa pemuda Yahudi sbg pernyataan perang oleh seluruh penduduk Yahudi melawan Muslim. Menghukum seluruh penduduk dng beringas karena alasan beberapa dari mereka membunuh seorang Muslim karena ia membunuh Yahudi sungguh tidak masuk akal. Padahal di Quran sendiri sudah dikatakan "... tidak ada penanggung beban yg dapat menanggung beban orang lain" (Q. 53: 38



Dan contoh ini dituruti pengikut Muhamad, 7 abad kemudian !

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 5350#55350

Th 1465, massa Arab di Fez MEMBANTAI RIBUAN YAHUDI, dan hanya membiarkan hidup 11 orang, hanya karena seorang petinggi Yahudi memperlakukan seorang wanita Muslim "secara menghina." Pembunuhan ini memicu gelombang pembunuhan lainnya diseantero Maroko.


Islam religion of peace ?????


1 comment: