Wednesday, July 11, 2012

Faisal-Biem Bangga Bisa Ungguli Calon Partai

Faisal Basri berada di Rumah Independen, Rabu (11/7/2012) saat memantau hasil hitung cepat Pilkada DKI.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua calon perseorangan yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 memang tersingkir pada putaran pertama.


Namun calon perseorangan melalui pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin tidak kehilangan taringnya karena mampu mengungguli pasang dari jalur partai yaitu Alex Noerdin-Nono Sampono.


Calon gubernur independen, Faisal Basri, mengaku senang dengan hasil tersebut. Meski tidak lolos pada putaran pertama ini, Faisal tak berkecil hati terlebih lagi perolehan suaranya melalui hitung cepat di berbagai lembaga survei mampu menandingi calon dari jalur partai.


"Dapat mengalahkan saingan yang didukung Golkar dan 17 partai, ini tidak mudah. Kami tentu bersyukur. Semoga dengan ini, partai dapat memperbaiki diri," kata Faisal, ketika dihubungi, Rabu (11/7/2012).


Ia memiliki keyakinan bahwa program yang ditawarkannya pada masyarakat Jakarta baik. Namun kemampuan yang dimiliki oleh dirinya bersama rekan-rekannya terbatas.


"Saya punya keyakinan apa yang kami tawarkan baik. Tapi kemampuan kami terbatas," ungkap Faisal.


Ia menuturkan bahwa selama hampir satu tahun, timnya bekerja keras mengumpulkan lebih dari 600.000 KTP sebagai tanda dukungan yang wajib disertakan saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta.


Begitu pula untuk masalah dana, sebagai calon independen hanya mengandalkan sumbangan donatur baik dari perseorangan maupun perusahaan.


"Untuk masalah dana, kami kedodoran. Tidak seperti partai yang bisa keluar banyak," jelas Faisal.


Ia menuturkan bahwa ada kendala perundang-undangan dalam Pilkada di Indonesia yang berkaitan dengan pencalonan dari jalur perseorangan. Namun ia mengatakan bahwa hal ini bukan menjadi suatu alasan untuk menyerah jika ingin melakukan perubahan yang lebih baik.


"Kendala perundang-undangan itu memang sulit. Tapi jangan jadikan alasan," tandasnya.

Dikecam, Eksekusi di Depan Publik Wanita Afghan yang Dituduh Berzina





REPUBLIKA.CO.ID, Eksekusi yang dilakukan otoritas Afghanistan terhadap seorang perempuan menimbulkan kecaman dunia internasional. Bagaimana tidak, eksekusi terhadap perempuan yang berusia 22 tahun tersebut dilakukan di depan publik.

Kabarnya, sang perempuan dituduh telah melakukan zina. Para pria Afghanistan menyaksikan eksekusi tersebut, yang berkisar 150 orang terlihat bersorak-sorak. Eksekusi keji tersebut terekam dalam sebuah video.

Dalam video yang berdurasi tiga-menit itu, seorang pria mendekati si wanita, yang berlutut di tanah, dan menembaknya lima kali dalam jarak dekat dengan sebuah senapan otomatis.

Menurut pihak berwenang setempat, wanita tersebut adalah istri dari seorang anggota senior Taliban dan dituduh melakukan perzinahan dengan seorang komandan Taliban lainnya, apakah itu melalui hubungan percintaan atau perkosaan.

Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, menilai eksekusi itu menunjukkan, Australia perlu untuk terus menempatkan tentara di Afghanistan. Ia mengatakan, insiden tersebut juga merupakan konfirmasi paling dramatis dari barbarisme Taliban serta pandangannya tentang dunia.

"Ini menegaskan bahwa Australia perlu untuk terus mendukung warga Afghan yang beradab, yang menginginkan suatu negara berdaulat dan perlindungan bagi hak-hak kaum wanita dan anak-anak perempuan," tuturnya.

Jurubicara oposisi bidang luar negeri, Julie Bishop, mengatakan, rekaman video itu mengerikan. "Eksekusi ini merupakan bukti lebih jauh bahwa ekstrimisme masih merupakan ancaman bagi masyarakat Afghan dan bagi dunia sebagaimana kita saksikan di masa lalu ketika Taliban berkuasa di Afghanistan," bebernya.

Gubernur provinsi Parwan, Basir Salangi, mengatakan sedang dilakukan pengejaran untuk menangkap orang-orang yang terlibat eksekusi itu. "Kami sudah mengirim satuan polisi ke daerah itu," katanya.
"Mereka sedang mencari Taliban yang bertanggung-jawab, tapi Taliban, termasuk pembunuhnya, sudah lari ke gunung," ujarnya lagi.

Rekaman video itu muncul setelah para donor internasional, pada konferensi di Jepang, setuju untuk memberi bantuan 16 miliar dolar kepada Afghanistan selama empat tahun. Australia akan menyumbang satu miliar dolar selama empat tahun.






Sunday, July 8, 2012

Ahmad Deedat Mati Tersiksa - dia adalah tokoh antiJIL


Video Youtube Saat Ajal Ahmad Deedat Sedang Menjemput



Karena omongannya yang selalu menghina ajaran agama lain, Tuhan telah menyiksanya dan memberi peringatan pada Ahmad Deedat dengan siksaan sebelum kematian. Sumber mengatakan sebelum meninggal, Ahmad Deedat tersiksa bertahun-tahun.


Kita tunggu nasib para anti-JIL disini yang akan menyusul Ahmad Deedat mati tersiksa karena mengajarkan kebencian.









Kelompok Muslim Radikal itu Ada, Bukan Rekayasa

Saat ini ada semacam pengarahan opini publik bahwa radikalisme atas nama Islam adalah sebuah citra yang sengaja dibangun untuk menyudutkan umat Islam. Padahal, ada begitu banyak bukti bahwa itu memang ada.
Ada tuduhan bahwa radikalisme dalam beragama adalah sekadar rekayasa. Citra itu dianggap dengan mudah menyebar karena peran media massa yang dikuasai oleh kaum sekuler, liberal, kalau bukan kaum Nasrani. Berbagai media massa ini dituduh dengan sengaja membesar-besarkan masalah dan kalau perlu memanipulasi informasi untuk membangun gambaran tentang ‘ancaman Islam’.

Kasus kerusuhan Cikeusik dan Temanggung adalah dua contoh terakhir. Di kedua kasus tersebut aroma rekayasa memang terasa kuat. Misalnya saja, dalam kasus Cikeusik, kehadiran para pengunjuk rasa yang menggunakan pita biru dan pita hijau, adanya rekaman video yang meliput secara leluasa keseluruhan proses, rekaman salah seorang penyerang yang bertabik pada juru kamera, plus perilaku aparat keamanan yang terkesan sengaja membiarkan kerusuhan, lazim dijadikan bukti dugaan kuat bahwa penyerangan biadab itu bukan sesuatu yang berlangsung alamiah.

Namun setelah mengakui bahwa rekayasa memang ada, marilah kita bicara tentang pertanyaan utama: Apakah radikalisme atas nama Islam itu memang ada atau cuma rekayasa?

Masalahnya, kehadiran kelompok dan massa radikal yang membawa nama Islam dan memang dengan jelas menyerang dan menteror mereka yang dianggap sebagai ‘berbeda’ tidak hanya muncul dalam kedua kasus yang disebut tadi.

Kaum muslim radikal –kalau bisa disebut begitu– beroperasi di berbagai tempat secara terbuka selama beberapa tahun terakhir.

Orang harus tahu dan ingat bahwa penyerangan brutal terhadap Ahmadiyah bukan hanya berlangsung di Cikeusik. Di Lombok Barat dan Lombok Timur, berbagai permukiman Ahmadiyah –yang sudah berdiri sejak akhir 1950-an– diserang berulang kali sejak 1998 sampai 2010. Diduga, mayoritas penyerang datang dari luar wilayah tersebut. Sebagian jemaat Ahmadiyah kini tinggal di pengungsian di Transito, Lombok Barat, dalam kondisi menyedihkan. Sisanya mengungsi ke tempat lain.

Penyerangan ganas juga dilakukan terhadap permukiman, masjid, dan sekolah Ahmadiyah di Parung, Jawa Barat.
Tahun lalu saja, dari Oktober sampai Desember, massa radikal menyerang pemukiman dan masjid Ahmadiyah di desa Manis Lor, Kuningan; Cisalada, Bogor; Dusun Ketapang, Lombok Barat; Kampung Panjalu, Sukabumi; serta sebuah desa di Cianjur, Jawa Barat.

Bahkan mereka yang sekadar membela Ahmadiyah pun bisa menjadi sasaran, seperti apa yang terjadi pada kelompok masyarakat sipil Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Saat melakukan semacam upacara solidaritas terhadap Ahmadiyah di Jakarta, AKKBB diserang oleh massa bersenjata yang dikomandani Komando Laskar Islam di Jakarta (2008).

Dengan gambaran semacam itu, tentu sulit menerima tuduhan bahwa radikalisme atas nama Islam adalah sebuah citra yang dikonstruksi oleh media atau pihak-pihak lain yang anti-Islam.

Tentu sangat mungkin bahwa ada rekayasa dalam kasus Cikeusik dan Temanggung. Itu tak perlu dibantah. Namun rangkaian kekerasan itu sudah berlangsung di banyak tempat dengan melibatkan banyak komunitas selama bertahun-tahun, sehingga adalah lebih sahih untuk menduga bahwa memang ada gejala radikalisasi dalam pemahaman keislaman di Indonesia.

Radikalisasi ini melibatkan banyak pihak. Di situ, tentu saja, komunitas-komunitas yang mudah digerakkan untuk menyerang terutama mereka yang dipersepsikan berbeda. Di situ ada organisasi-organisasi bergaya fasis, seperti FPI, Laskar Pembela Islam, Majelis Mujahidin, Forum Umat Islam, dan sebagainya. Di situ ada tokoh-tokoh yang memang senang bersuara lantang. Seperti Rizieq Syihab. Bahkan, radikalisasi memperoleh justifikasi oleh sejumlah ulama di Majelis Ulama Indonesia yang secara konsisten meminta masyarakat untuk memahami aksi kekerasan tersebut dalam perspektif ‘ketertindasan umat’.

Kelompok-kelompok Islam radikal ini juga memiliki medianya sendiri. Di luar masjid dan pengajian, berbagai tabloid dan majalah serta media online lahir untuk membawa suara Islam radikal tersebut. Suara Islam dan Voice of al-Islam (VOA-Islam) adalah dua contoh terbaik. Melalui beragam saluran komunikasi inilah gagasan-gagasan radikal disebarluaskan.

Bahkan, para tokoh muslim radikal itu terkesan memang dengan sengaja membangun citra diri sebagai pihak yang tanpa ragu akan menggunakan atau menghalalkan kekerasan. Mereka membangun sikap umat untuk menerima bahwa melakukan teror dan kekerasan adalah bagian dari upaya menegakkan kebenaran Islam.

Wawancara dengan Habib Rizieq Syihab di Tabloid Suara Islam edisi 107 (18 Februari - 4 Maret 2011) menunjukkan itu.

Dalam wawancara tersebut, Rizieq menggambarkan bahwa kasus penyerangan terhadap Ahmadiyah di Cikeusik sendiri. “Di Cikeusik itu,” kata Rizieq, “kafir Ahmadiyah yang melanggar SKB, mereka merencanakan peristiwa, lalu mendatangkan preman dari Jakarta, mempersenjatai diri, melawan aparat kepolisian, melukai warga terlebih dahulu dan menantang masyarakat serta menyerangnya.”

Namun, setelah menyajikan tuduhan itu, Rizieq nyatanya tak menganggap aksi kekerasan yang mengorbankan nyawa itu sendiri sebagai sesuatu yang patut dikecam. Ia malah menggelorakannya. Dalam salah satu bagian wawancara, ia menyatakan bahwa apa yang terjadi di Cikeusik ini bisa terus membesar. Ketika ditanya apa yang akan terjadi seandainya Ahmadiyah tidak dibubarkan, Rizieq menjawab: “Jika hari ini, baru tiga kafir Ahmadiyah yang dibunuh, mungkin besok atau lusa akan ada ribuan kafir Ahmadiyah yang disembelih umat Islam.”

Yang penting dicatat, Rizieq tidak menyampaikan kemungkinan ini sebagai peringatan, melainkan lebih dalam nada ancaman. Katanya lagi: “Ingat, umat Islam sudah memiliki motivasi Ilahi untuk membela agama dengan ikhlas dan tulus, jika gugur maka mati syahid. Sedangkan si kafir Ahmadiyah jika gugur maka mati sangit. Hati-hati! Jangan sampai terjadi tragedi yang mengerikan!”

Soal sikap FPI, Rizieq mengatakan: “Dan kami FPI telah bersumpah dengan nama Allah SWT, akan terus berjuang sampai tetes darah terakhir untuk membubarkan kafir Ahmadiyah dari bumi Indonesia.”

Ketika ditanya soal kasus Cikeusik, Rizieq mengatakan bahwa penyerangan itu tak akan terjadi kalau saja presiden membubarkan Ahmadiyah. “Jadi jika ingin mengutuk kekerasan terhadap kafir Ahmadiyah, kutuk saja presidennya... Umat Islam yang dengan ikhlas berjuang membubarkan Ahmadiyah, mereka adalah mujahid yang diridhai Allah SWT dan Rasulullah SAW.”

Pernyataan-pernyataan ini dinyatakan secara terbuka. Sama terbukanya dengan pidato seorang petinggi FPI Sobri Lubis dua tahun yang lalu yang rekamannya tersebar secara luas melalui Youtube. Dalam pidato yang disambut bergemuruh oleh massa, sang ustaz dengan bersemangat berteriak: “Bunuh Ahmadiyah... Bunuh Ahmadiyah... Halal darah mereka”.

Muslim radikal itu memang ada. Bukan rekayasa. ***

Siapa bilang org tidak memiliki alasan untuk percaya surga tidak bisa berkarya?


Peter Higgs, Atheis Pencetus "Partikel Tuhan"

Higgs risih dengan sebutan "partikel Tuhan."


VIVAnews - Peter Higgs mengira momentum terbesar dalam hidupnya terjadi pada 48 tahun lalu. Ketika itu dia menemukan teori partikel subatomik (boson) yang mengisi atau melengkapi massa hingga terbentuk menjadi materi. Partikel hipotesis itu pun memiliki nama yang diambil dari namanya, Higgs boson.

Professor Peter Higgs mengusap air mata
Peter Higgs, pencetus teori Higgs boson

Sebagai sebuah hipotesa, Higgs boson merupakan sebuah kepingan puzzle penting di bidang fisika. Sebab, boson ini bisa menyempurnakan teori alam semesta yang diperkenalkan Albert Einstein. Higgs boson diangap sebagai perantara yang memungkinkan terbentuknya bintang, planet, juga kehidupan. Caranya adalah dengan memberi massa untuk sejumlah partikel dasar, ini pula yang menyebabkan partikel ini disebut "partikel Tuhan".
Peter Higgs tidak pernah menyangka bahwa akan ada ilmuwan yang berusaha membuktikan teorinya itu. Karena itu Higgs menangis saat ilmuwan dari Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir (CERN) mengumumkan telah menemukan partikel yang serupa dengan Higgs boson.
"Ini merupakan hal yang paling menakjubkan yang terjadi sepanjang hidup saya," tutur ilmuwan yang dikenal pemalu ini.

Sebagai sebuah penghormatan, standing ovation ditujukan kepada Peter Higgs saat baru memasuki sebuah auditorium di Jenewa, Swiss, saat CERN mengumumkan temuannya. Tidak pernah ada yang menyangka bahwa teori Higgs tersebut pernah ditolak oleh sebuah jurnal ilmiah bernama "Physics Letters".

"Ketika itu dia (Higgs) hanya berpikir, 'Sudahlah, mereka tidak memahami itu'," ucap ilmuwan yang menjadi kolega Peter Higgs, Alan Walker.

Alan Walker juga mengungkap bahwa Higgs yang mengaku atheis ini merasa risih saat Higgs boson disebut sebagai "partikel Tuhan". "Dia lebih senang jika itu hanya dinamakan Higgs boson," ujar Walker.

Mengutip laman Daily Mail, Higgs sendiri menemukan konsep Higgs boson saat sedang berjalan-jalan di Cairngorms, sebuah kawasan pegunungan di wilayah timur Dataran Tinggi Skotlandia. Higgs kemudian mengajukan proposal mengenai partikel yang mengisi massa melalui interaksinya dengan kehadiran 'medan lain' yang tersebar di jagat raya. Semakin berinteraksi, maka boson itu akan semakin masif dan menjadi berisi dan semakin berat.
"Ini merupakan hal yang paling menakjubkan yang terjadi sepanjang hidup saya," tutur ilmuwan yang dikenal pemalu ini.
Sebagai sebuah penghormatan, standing ovation ditujukan kepada Peter Higgs saat baru memasuki sebuah auditorium di Jenewa, Swiss, saat CERN mengumumkan temuannya. Tidak pernah ada yang menyangka bahwa teori Higgs tersebut pernah ditolak oleh sebuah jurnal ilmiah bernama "Physics Letters".

"Ketika itu dia (Higgs) hanya berpikir, 'Sudahlah, mereka tidak memahami itu'," ucap ilmuwan yang menjadi kolega Peter Higgs, Alan Walker.

Alan Walker juga mengungkap bahwa Higgs yang mengaku atheis ini merasa risih saat Higgs boson disebut sebagai "partikel Tuhan". "Dia lebih senang jika itu hanya dinamakan Higgs boson," ujar Walker.

Mengutip laman Daily Mail, Higgs sendiri menemukan konsep Higgs boson saat sedang berjalan-jalan di Cairngorms, sebuah kawasan pegunungan di wilayah timur Dataran Tinggi Skotlandia. Higgs kemudian mengajukan proposal mengenai partikel yang mengisi massa melalui interaksinya dengan kehadiran 'medan lain' yang tersebar di jagat raya. Semakin berinteraksi, maka boson itu akan semakin masif dan menjadi berisi dan semakin berat.
Sebagai sebuah penghormatan, standing ovation ditujukan kepada Peter Higgs saat baru memasuki sebuah auditorium di Jenewa, Swiss, saat CERN mengumumkan temuannya. Tidak pernah ada yang menyangka bahwa teori Higgs tersebut pernah ditolak oleh sebuah jurnal ilmiah bernama "Physics Letters".
"Ketika itu dia (Higgs) hanya berpikir, 'Sudahlah, mereka tidak memahami itu'," ucap ilmuwan yang menjadi kolega Peter Higgs, Alan Walker.

Alan Walker juga mengungkap bahwa Higgs yang mengaku atheis ini merasa risih saat Higgs boson disebut sebagai "partikel Tuhan". "Dia lebih senang jika itu hanya dinamakan Higgs boson," ujar Walker.

Mengutip laman Daily Mail, Higgs sendiri menemukan konsep Higgs boson saat sedang berjalan-jalan di Cairngorms, sebuah kawasan pegunungan di wilayah timur Dataran Tinggi Skotlandia. Higgs kemudian mengajukan proposal mengenai partikel yang mengisi massa melalui interaksinya dengan kehadiran 'medan lain' yang tersebar di jagat raya. Semakin berinteraksi, maka boson itu akan semakin masif dan menjadi berisi dan semakin berat.
"Ketika itu dia (Higgs) hanya berpikir, 'Sudahlah, mereka tidak memahami itu'," ucap ilmuwan yang menjadi kolega Peter Higgs, Alan Walker.
Alan Walker juga mengungkap bahwa Higgs yang mengaku atheis ini merasa risih saat Higgs boson disebut sebagai "partikel Tuhan". "Dia lebih senang jika itu hanya dinamakan Higgs boson," ujar Walker.

Mengutip laman Daily Mail, Higgs sendiri menemukan konsep Higgs boson saat sedang berjalan-jalan di Cairngorms, sebuah kawasan pegunungan di wilayah timur Dataran Tinggi Skotlandia. Higgs kemudian mengajukan proposal mengenai partikel yang mengisi massa melalui interaksinya dengan kehadiran 'medan lain' yang tersebar di jagat raya. Semakin berinteraksi, maka boson itu akan semakin masif dan menjadi berisi dan semakin berat.
Alan Walker juga mengungkap bahwa Higgs yang mengaku atheis ini merasa risih saat Higgs boson disebut sebagai "partikel Tuhan". "Dia lebih senang jika itu hanya dinamakan Higgs boson," ujar Walker.
Mengutip laman Daily Mail, Higgs sendiri menemukan konsep Higgs boson saat sedang berjalan-jalan di Cairngorms, sebuah kawasan pegunungan di wilayah timur Dataran Tinggi Skotlandia. Higgs kemudian mengajukan proposal mengenai partikel yang mengisi massa melalui interaksinya dengan kehadiran 'medan lain' yang tersebar di jagat raya. Semakin berinteraksi, maka boson itu akan semakin masif dan menjadi berisi dan semakin berat.
Mengutip laman Daily Mail, Higgs sendiri menemukan konsep Higgs boson saat sedang berjalan-jalan di Cairngorms, sebuah kawasan pegunungan di wilayah timur Dataran Tinggi Skotlandia. Higgs kemudian mengajukan proposal mengenai partikel yang mengisi massa melalui interaksinya dengan kehadiran 'medan lain' yang tersebar di jagat raya. Semakin berinteraksi, maka boson itu akan semakin masif dan menjadi berisi dan semakin berat.
Sebagai ilmuwan, Higgs meraih gelar PhD-nya dari King's College. Dia juga meraih sejumlah gelar kehormatan dan menerima sejumlah penghargaan. Gelar itu antara lain dari Royal Society, the Institute of Physics, the European Physical Society, dan American Physical Society.

Ilmuwan fisika terkemuka Stephen Hawking malah menyebut Peter Higgs layak meraih Nobel di bidang Fisika. Meski awalnya Hawking tidak percaya adanya "partikel Tuhan", tapi kini Hawking menganggap penemuan partikel serupa Higgs boson itu sebagai temuan penting di bidang fisika.

Meski begitu, Higgs tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana. Higgs selalu dikenal rekan-rekannya sebagai sosok yang mengaku gemetar saat mendengar atau membaca nama Higgs boson. Apalagi, temuan partikel yang diambil dari namanya itu kini dianggap sebagai temuan terbesar manusia.

"Bagi ahli fisika, ini setara dengan saat Columbus menemukan Amerika," ucap Profesor Themis Bowcock, ilmuwan dari Universitas Liverpool, yang juga pernah bekerja sebagai pencari Higgs boson di laboratorium Large Hadron Collider (LHC) milik CERN. (eh)
Sebagai ilmuwan, Higgs meraih gelar PhD-nya dari King's College. Dia juga meraih sejumlah gelar kehormatan dan menerima sejumlah penghargaan. Gelar itu antara lain dari Royal Society, the Institute of Physics, the European Physical Society, dan American Physical Society.
Ilmuwan fisika terkemuka Stephen Hawking malah menyebut Peter Higgs layak meraih Nobel di bidang Fisika. Meski awalnya Hawking tidak percaya adanya "partikel Tuhan", tapi kini Hawking menganggap penemuan partikel serupa Higgs boson itu sebagai temuan penting di bidang fisika.

Meski begitu, Higgs tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana. Higgs selalu dikenal rekan-rekannya sebagai sosok yang mengaku gemetar saat mendengar atau membaca nama Higgs boson. Apalagi, temuan partikel yang diambil dari namanya itu kini dianggap sebagai temuan terbesar manusia.

Simulasi partikel Higgs boson"Bagi ahli fisika, ini setara dengan saat Columbus menemukan Amerika," ucap Profesor Themis Bowcock, ilmuwan dari Universitas Liverpool, yang juga pernah bekerja sebagai pencari Higgs boson di laboratorium Large Hadron Collider (LHC) milik CERN. (eh)
Ilmuwan fisika terkemuka Stephen Hawking malah menyebut Peter Higgs layak meraih Nobel di bidang Fisika. Meski awalnya Hawking tidak percaya adanya "partikel Tuhan", tapi kini Hawking menganggap penemuan partikel serupa Higgs boson itu sebagai temuan penting di bidang fisika.
Meski begitu, Higgs tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana. Higgs selalu dikenal rekan-rekannya sebagai sosok yang mengaku gemetar saat mendengar atau membaca nama Higgs boson. Apalagi, temuan partikel yang diambil dari namanya itu kini dianggap sebagai temuan terbesar manusia.

"Bagi ahli fisika, ini setara dengan saat Columbus menemukan Amerika," ucap Profesor Themis Bowcock, ilmuwan dari Universitas Liverpool, yang juga pernah bekerja sebagai pencari Higgs boson di laboratorium Large Hadron Collider (LHC) milik CERN. (eh)
Meski begitu, Higgs tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana. Higgs selalu dikenal rekan-rekannya sebagai sosok yang mengaku gemetar saat mendengar atau membaca nama Higgs boson. Apalagi, temuan partikel yang diambil dari namanya itu kini dianggap sebagai temuan terbesar manusia.
"Bagi ahli fisika, ini setara dengan saat Columbus menemukan Amerika," ucap Profesor Themis Bowcock, ilmuwan dari Universitas Liverpool, yang juga pernah bekerja sebagai pencari Higgs boson di laboratorium Large Hadron Collider (LHC) milik CERN. (eh)
"Bagi ahli fisika, ini setara dengan saat Columbus menemukan Amerika," ucap Profesor Themis Bowcock, ilmuwan dari Universitas Liverpool, yang juga pernah bekerja sebagai pencari Higgs boson di laboratorium Large Hadron Collider (LHC) milik CERN. (eh)

Profesor yang telah pensiun dari Universitas Edinburgh ini meneteskan air mata, sebab dia masih diberi kesempatan hidup untuk menyaksikan teorinya berhasil dibuktikan.
"Saya tidak pernah memimpikan ini selama 48 tahun, sebab banyak hal yang harus saya lakukan dalam hidup. Tapi awalnya, saya tidak menyangka bahwa saya masih hidup saat ini terjadi," kata Peter Higgs, seperti dikutip dari Reuters.
Higgs kemudian menulis temuan itu di dua jurnal. Meski satu ditolak di "Physics Letter", tapi teori yang ditulis pria kelahiran Newcastle di tahun 1929 itu kemudian dimuat di jurnal ilmiah bergengsi yang lain, "Physical Review Letters".

Inilah gambaran Indonesia tanpa JIL



Walikota Bogor dan Islam yang Jauh dari Damai


Apakah Islam adalah sebuah agama yang toleran? Kalau perwujudannya ada pada Walikota Bogor, jawabannya jelas: Tidak!Sebagaimana diberitakan harian Jakarta Globe (18 Agutus 2011), sang Walikota --bernama Diani Budiarto-- menyatakan bahwa alasan pelarangan penggunaan gereja GKI Yasmin adalah karena gereja tersebut didirikan di sebuah jalan yang menggunakan nama tokoh Islam.

Gereja GKI Yasmin adalah gereja yang walaupun sudah dinyatakan sah pendiriannya oleh Mahkamah Agung (MA), sampai saat ini tetap tak boleh digunakan berdasarkan perintah Pemda Bogor. Akibatnya, selama setahun terakhir umat Kristen terpaksa beribadat secara terbuka setiap Minggu di trotoar.

Protes terhadap pendirian gereja semula datang dari berbagai kelompok muslim yang menuduh proses perolehan IMB bagi pembangunan gereja tersebut cacat hukum. Setelah melalui serangkaian pengadilan, MA akhirnya menganggap tuduhan itu tak bisa diterima secara hukum.

Diani sendiri berulangkali menyatakan ia memerintahkan penggembokan gereja untuk `meredam keresahan warga'. Karena ulahnya, Diani kerap dikecam oleh kelompok pembela HAM karena dianggap secara sengaja membangkang perintah hukum. Kali ini, tiba-tiba saja, melalui Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Diani mengeluarkan argumen soal `nama Islam'.

Nama yang dimaksud adalah `Abdullah bin Nuh', seorang ulama terkenal yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat.

Jawaban Diani ini tentu saja terkesan dungu dan tak masuk akal. Apa hubungannya antara nama jalan dan pendirian gereja? Apalagi Jakarta Globe juga mengutip pernyataan putra Abdullah, Muhammad Mustofa, yang menyatakan bahwa ia sama sekali tak keberatan dengan pendirian gereja tersebut.

Mustofa bahkan menekankan bahwa Islam adalah agama yang mempromosikan perdamaian. Ia juga menyatakan bahwa perbedaan antaragama adalah hal biasa dan telah ada sejak era Nabi Muhammad berkuasa di Mekah.

Dengan begitu, jelas sekali bahwa Diani memang sedang mengada-ada. Ia seperti kehabisan akal untuk menjelaskan mengapa ia mendukung tekanan kelompok-kelompok yang berusaha melarang umat Kristen untuk beribadat sesuai keyakinan mereka.

Namun bagaimanapun terkesan dungu, Diani mewakili sebuah gambaran yang kelam tentang kedamaian bangsa Indonesia. Diani adalah seorang pemimpin daerah dan ia nampak sekali tertekan oleh kelompok-kelompok fasis yang tidak bersedia memberi ruang bagi penghargaan terhadap perbedaan dalam masyarakat.

Celakanya lagi, Gamawan Fauzi sendiri, menurut Jakarta Globe, terkesan berpihak pada sang Walikota. "Ini adalah realitas politik di lapangan dan ini dapat menimbulkan gangguan keamanan dan perdamaian," ujarnya. "Kita memang harus menengahi konflik, tapi kita harus juga memelihara keamanan dan perdamaian".

Pernyataan-pernyataan mengada-ada dan terkesan tidak tegas semacam itu tentu memberi angin bagi penindasan terhadap keberagaman keyakinan di Indonesia. Duduk perkaranya sudah sangat jelas. Seluruh rujukan hukum sudah mengakui hak bagi jemaat GKI untuk memperoleh gerejanya. Bukan hanya perlindungan itu diberikan UUD 1945, tapi juga keputusan MA yang membenarkan bahwa tak ada alasan untuk melarang penggunaan gereja tersebut.

Para kelompok penentang terus mengeluarkan berbagai argumen –misalnya, gereja memalsukan tandatangan dukungan warga sekitar– untuk tetap menolak pendirian gereja. Tapi, di mata hukum, segenap tuduhan itu hanya berada pada status `kabar burung' yang tak dapat digunakan.

Namun sebagaimana dalih Diani yang serampangan, penolakan kelompok-kelompok tersebut memang tidak memiliki argumen yang kuat. Penolakan itu jelas datang dari kebencian terhadap umat Kristen yang dianggap sebagai kalangan luar yang mengancam Islam. Bagi para penentang, cuma ada satu sikap: tolak hak umat Kristen untuk beribadat karena mereka adalah kaum kafir dan musyrik. Bagi mereka, kaum Kristen harus tunduk pada umat Islam, karena kaum Kristen adalah kaum minoritas sesat yang hak-haknya hanya bisa diperoleh atas belas kasihan kaum Muslim.

Rupanya bagi kelompok-kelompok penentang ini, membiarkan berdirinya gereja adalah kejahatan karena membiarkan kekufuran berkembang. Bagi mereka, melarang pendirian gereja adalah bagian dari kewajiban Muslim untuk menegakkan kebenaran dan melawan kemunkaran.

Sang walikota sendiri bukan dikenal sebagai orang yang memiliki basis keislaman kuat. Sikapnya mungkin sekali didasarkan sekadar pada pertimbangan menjaga popularitas dan kekuasaan. Maklumlah, sang walikota memang tidak terlalu populer di mata warganya, apalagi setelah diketahui ia memiliki tiga istri.

Bagaimapun pertemuan antara sikap fasis dan kepentingan politik itu ujung-ujungnya menghasilkan penindasan hak asasi manusia secara kasat mata. Dan di mata pengamat netral, kalau itu adalah bentuk perwujudan ajaran Islam, maka Islam tentulah bukan agama yang mengajarkan perdamaian.***

Sumber Fotor:
1. www.ahmadsumargono.net
2. http://jalmilaip.wordpress.com
3. www.kabargereja.tk

http://www.madina-online.net/index.php/editorial/404-walikota-bogor-dan-islam-yang-jauh-dari-damai

Anal Sex Approved by Allah and Prophet Muhammad


Europe News has been linking to posts from the Sex in Islam blog (added to blogroll on left). Here is on that gets very interesting at the end, no pun intended. via “Anal Sex Approved by Allah and Prophet Muhammad” by Amar Khan.


In Pakistan, the mullahs are notorious for child abuse and molestation. Every day, we hear news about a mullah sodomizing his beardless student. It is very common in Pakistan. Almost every one knows what happens in madrassas. Even one of my friends narrowly escaped from being sodomized by his Quranic teacher when he was taking the Quran memorizing lessons.
But why do these mullahs commit such a thing, allegedly condemned in Islam? Muslims are most vocal in commending sodomy, homosexuality in words? They are known to attack homosexuals in Europe.
Abdullah Ibn Umar deemed sodomy to Halaal, like his old man.
Companions of mohammed deemed sodomy with women to be permissible
Imam Sha’afi deemed sodomy to be permissible!
Imam of Ahl’ul Sunnah Abu Maleeka suggested ‘in times of trouble’ use a stick!’

Answer is that, according to them, masturbation is haram. Seeing any na mehram girl is also prohibited. The only way left to satisfy their lusty desires is to sodomize one of their pupils. While reading from a shia Website, http://www.answering-ansar.org, I came across the fact that the root of sodomy lies in the Islamic text and history. Here are some examples of the gems from the history and authentic books of Sunni Islam.
Umar indulged in sodomy and Allah was forced to legitimize this practise in the Qur’an
For evidence you can consult the following texts:
  • Jami al Tirmidhi, Bab al Tafseer Volume 2, page 382, ‘Ayat Hars’
  • Fathul Bari Volume 8 page 191 Kitab Tafseer Ayat Hars
  • Gharab al Qur’an Volume 3 page 249 Ayat Hars
  • Tafseer al Ibn Katheer Volume 1 page 261
  • Fayl ai Lawathar Volume 6 page 229
  • Tafseer Qurtubi Volume 1 page 92 Ayat Hars
Lets quote verbatim from Jami al Tirmidhi [Bab al Tafseer Vol. 2, p. 382, 'Ayat Hars']:
“Ibn Abbas narrates that Hadhrath Umar went before Rasulullah (s) and “Master I am destroyed!’. Rasulullah (s) asked ‘what thing has destroyed you?’. Umar replied last night I had anal sex. Rasulullah (s) did not give a reply to Umar, then Allah (swt) sent down this revelation “Your wives are as a tilth unto you; so approach your tilth when or how ye will; the words ‘kabool wa Dhabar‘ (the anus is accepted)”

For evidence, please consult the following authentic Sunni texts:
  • Tafseer Durre Manthur Volume 1 page 264 Ayat Hars
  • Tafseer Qasmi Volume 2 page 220, by Jamaladeen Qasmi
  • Tafseer Qurtubi page 92 Ayat Hars
Here is the direct quote from Tafseer Durre Manthur:
“Traditions wherein Abdullah ibn Umar believed sodomy with women are well known and Sahih”.
Ulema of Madina believed that sodomy was halaal.
Please see the following Sunni sources:
  • Fayl al Lawathar Volume 6 page 154 Kitab Nikah, Bab Mut’ah
  • Tafseer Qasmi Volume 2 page 223 Ayat Hars
  • Tafseer Ibn Katheer Volume 1 page 262 Ayat Hars
  • Fathul Bari Volume 8 page 191 Ayat Hars
Quoting directly from Fayl al Lawathar:
“Imam Auzai stated of the Fatwas from Hijaaz that are famous, one fatwa is from the people of Makka is that is that they deemed Mut’ah with women to be permissible, the other from the people of Madina, that sodomy with women is permissible”.
Ibn Kathir in his Tafseer also stated:
“Statements on the permissibility of sodomy with women have come from the jurists of Madina”.

We read in Tafseer Qurtubi Volume 3 page 93 Ayat Hars:
“Fatwas on the permissibility of sodomy with women Saeed bin Maseeb Nafi, ibn Umar, Muhammad bin Kab, Abdul Malik, Imam Malik, a large group amongst the Sahaba and Tabaeen deemed sodomy to be permissible”.

Please see the following Sunni texts:
  • Tafseer Durre Manthur Volume 1 page 266, Ayat Hars
  • Tafseer Ruh al Ma’ani page 125, Ayat Hars
  • Tafseer Ahkam al Qur’an Volume 1 page 265
  • Tafseer Qasmi Volume 2 page 228 Baqarah Verse 223
  • Al Mahzoorath page 268
We read in Tafseer Durre Manthur:
“On sodomy with women, Imam Sha’afi no Sahih narration’s have reached us from Rasulullah (s) as to whether it is halaal or haraam and logic suggests that this halaal”.

We read in Tafseer Durre Manthur Ayat Hars:
“Abu Maleeka was asked whether it was permissible to practise sodomy with women. He replied ‘Last night I practised sodomy with my servant, penetration became difficult hence I sought the assistance of a stick”.
Imam Malik believed sodomy with women was halaal
We read in the following Sunni sources:
Quoting verbatim from Ahkam al Qur’an:
“Sahil asked Imam Malik ‘is sodomy with women permissible? Imam Malik replied ‘I just did this act and have just washed by sexual organs”.
Imam Abu Hanifa’s esteemed student Ibn Mubarak was also a homosexual
We also read in ‘Muhadarat al-’udaba‘, p. 199, Chapter 1, “Al hada al Saani” that:
“Hakim Tabaristan made Abdullah bin Mubarak a Judge, who was addicted to the anus (Homosexual) he asked the Hakim ‘Sir I need some men who can help you” Hakim said I was aware of your need before this”.
The Salaf deem it permissible to pray Salat behind a homosexual Imam
We read in Sahih al Bukhari, p. 96, Kitab Bab ul Salaat, narrates a tradition from Zuhri [Sahih al-Bukhari, p. 96, 1375 AH print]:
“The Imamate of a mukhanath at a time of necessity is Sahih”.
Note: Arabic word “Mukhanath” means homosexual. This hadith has been removed from the English version of Bukhari, but exists in old copies of Arabic version. E.g. this 1375 Hijri print.
So I think that the mullahs sodomizing little girls and boys are not wrong at all they are just following the Sunnah of the prophet and his companions.