Wednesday, April 15, 2015

TKW PAHLAWAN DEVISA INDONESIA DIHUKUM MATI di Arab Saudi STOP Pengiriman Devisa dan Umroh ke Arab Saudi. JANGAN BODOH dikibulin QURAN KITAB PALSU

Siti Zaenab TKW Indonesia yg dihukum mati di Arab Saudi

Internasional, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan, Madura, Siti Zaenab binti Duhri, dihukum mati di Madinah, Arab Saudi, pada pukul 10.00 waktu setempat, Selasa 14 April 2015. Eksekusi mati dilakukan setelah keluarga korban tak memberikan maaf atas pembunuhan yang dilakukan Siti Zaenab. 

“Pada tanggal 14 April 2015, Konsulat Jenderal RI di Jeddah menerima informasi dari pengacara Khudran Al Zahrani mengenai telah dilaksanakannya hukuman mati (qishas) terhadap WNI bernama Siti Zaenab binti Duhri Rupa. Almarhumah Siti Zaenab dihukum mati di Madinah pada pukul 10.00 waktu setempat,” kata Raksa Ibrahim, Dit Informasi dan Media Kemlu RI. Keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Selasa menyebutkan, pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada sanak keluarga almarhumah Siti Zaenab.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan protes kepada Pemerintah Arab Saudi karena tidak menyampaikan pemberitahuan kepada Perwakilan RI maupun keluarga mengenai waktu pelaksanaan hukuman mati tersebut.

Siti Zaenab merupakan buruh migran Indonesia yang bekerja di Arab Saudi yang kemudian dipidana atas kasus pembunuhan terhadap istri pengguna jasanya bernama Nourah binti Abdullah Duhem Al Maruba pada 1999. Siti Zaenab kemudian ditahan di Penjara Umum Madinah sejak 5 Oktober 1999.

Setelah melalui rangkaian proses hukum, pada 8 Januari 2001, Pengadilan Madinah menjatuhkan vonis kepada Siti Zaenab dengan keputusan hukuman mati itu, berdasarkan hukum di Arab Saudi, pemaafan hanya bisa diberikan oleh ahli waris korban.

Namun, pelaksanaan hukuman mati tersebut ditunda untuk menunggu putra bungsu korban mencapai usia “akil baligh” agar dapat membuat keputusan.

Pada 2013, setelah dinyatakan “akil baligh”, putra si korban telah menyampaikan kepada pengadilan bahwa dia menolak memberikan pemaafan kepada Siti Zaenab dan tetap menuntut pelaksanaan hukuman mati.

Hal itu kemudian dicatat dalam keputusan pengadilan pada 2013.

Menurut pihak Kemlu, perlindungan WNI di luar negeri, termasuk WNI yang menghadapi masalah hukum, merupakan prioritas Pemerintah Indonesia. Sejak awal, Pemerintah telah berjuang untuk mendampingi Siti saat memohon pengampunan dari keluarga korban.

Pemerintah Indonesia telah melakukan semua upaya secara maksimal untuk membebaskan Siti Zaenab dari hukuman mati, baik langkah hukum maupun diplomatik.

Terkait langkah hukum, Pemerintah telah menunjuk pengacara Khudran Al Zahrani untuk memberi pendampingan hukum kepada Siti Zaenab serta memberi pendampingan dalam setiap persidangan.

Terkait langkah diplomatik, tiga Presiden RI, yakni Abdurrahman Wahid pada 2000, Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011, dan Joko Widodo pada 2015 telah mengirim surat resmi kepada Raja Arab Saudi yang berisi permohonan agar Raja Arab Saudi memberikan pemaafan kepada WNI tersebut.

Selain itu, Kepala Perwakilan RI di Riyadh maupun Jeddah juga telah mengirimkan surat resmi kepada Emir di Mekkah dan Madinah untuk mendorong pemberian maaf bagi Siti Zaenab.

Selanjutnya Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi pada Maret lalu juga menyampaikan secara langsung kepada Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi untuk membantu melakukan pendekatan kepada keluarga korban agar memberikan pemaafan.

Selain itu, Pemerintah juga sudah melakukan pendekatan secara terus menerus kepada ahli waris korban. Secara informal, pendekatan juga telah dilakukan kepada pemimpin dan tokoh-tokoh masyarakat, khususnya dari kalangan Kabilah Al Ahmadi yang merupakan suku asal suami korban.

Kemudian, Pemerintah pun telah memfasilitasi kunjungan kakak dan anak Siti Zaenab ke penjara Madinah sekaligus untuk bertemu dengan para ulama dan Ketua Lembaga Pemaafan Madinah. Kunjungan terakhir kali dilakukan pada 24-25 Maret 2015.

Bahkan, pemerintah telah menawarkan pembayaran diyat (uang darah) melalui Lembaga Pemaafan Madinah sebesar 600 ribu real atau sekitar Rp2 miliar.

Dalam periode Juli 2011 – 31 Maret 2015, Pemerintah telah berhasil membebaskan 238 WNI di luar negeri dari hukuman mati.

Sejak Januari 2015, Pemerintah Arab Saudi telah menghukum mati sebanyak 59 orang, 35 orang di antaranya merupakan warga Arab Saudi, dan 25 orang lainnya warga negara asing.

Hukuman mati dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana pembunuhan, kejahatan narkoba, pemerkosaan, dan perzinahan.(Antara)

--

Ibadah haji hanyalah ritual pagan (penyembahan berhala)

Hadits Shahih Bukhari no. 843
“Dari Abu Hurairah r.a. katanya: “Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah saw sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang musyrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musyrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan”.

Upacara ibadah haji yang sekarang ini hanya merupakan kelanjutan upacara ibadah haji bangsa Arab yang sejak dahulu kala dilaksanakan jauh sebelum Muhammad lahir dalam rangka bangsa Arab menyembah kelompok berhala yang berada di Ka’bah Mekkah yang berjumlah 360 patung berhala (Hadits Shahih Bukhari no. 1187).

Muhammad hanya menghilangkan kebiasaan telanjang, agar terlihat orang Nasrani dan Yahudi bahwa Islam tidak mengajarkan percabulan dan perzinahan.Muhammad juga hanya menghancurkan 359 berhala kaabah,tetapi menyisakan 1 berhala, yaitu batu hitam kaabah, agar terlihat seperti Tauhid dimata orang2 pagan di kala itu. tetapi ritual-ritual pagan yg lain tidak, seperti melempar jumrah, mengelilingi kaabah 7 kali, mencimi batu berhala hajar aswad, dll.

Jelas skali pada dasarnya semua ritual ibadah haji hanyalah ritual penyembahan berhala




Naik Haji TIDAK MENJAMIN ORANG MASUK SURGA


“......Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya....” (Qs. 2:158)
Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam. Hal ini wajib dilakukan bagi mereka yang mampu. Seseorang yang sudah menunaikan ibadah haji disebut sebagai “Haji/Hajjah”.
Bagi seorang Muslim, sebutan “Haji/Hajjah” mempunyai arti tersendiri.  Itulah sebabnya tidak sedikit umat Muslim setiap tahunnya berlomba-lomba menunaikan ibadah haji. Mereka sangat menghargai ritual ibadah naik haji.

Ritual Saat Menunaikan Ibadah Haji

Dalam menunaikan ibadah haji, seseorang diwajibkan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Selain itu juga mencium batu hitam yang disebut Al-Hajr al-Aswad.  Mereka juga diharuskan berlari bolak-balik antara bukit As-Safa dan Al-Marwa.
Sebagai ritual, mereka juga harus melemparkan tujuh batu pada tiga tiang (jamarat).  Tiap tiang diyakini merupakan Setan.

Ritual Haji Dan Agama Pra-Islam

Ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali bukanlah ritual pertama yang dilakukan oleh umat Muslim. Ritual ini sudah dilakukan oleh penyembah berhala di Arab, jauh sebelum Muhammad mendirikan agama Islam.
Saat itu, mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali bertujuan untuk menyembah Hubal dan Shams (dewa bulan dan matahari). Sedangkan mencium batu hitam merupakan acuan kepada Hubal. Mereka meyakini, para Dewa dan Dewi mempunyai batu khusus yang akan menggantikan perwujudan diri mereka. Sementara melempar batu, juga merupakan ritual yang berhubungan dengan dewa-dewa palsu.
Sedangkan bukit-bukit kecil yang disebut bukit As-Safa dan Al-Marwa, dipercaya merupakan tempat dewa Isaf dan Naila. Sering orang bertanya, mengapa pengikut haji harus berlari bolak-balik di antara bukit itu.  Bukankah ini juga dilakukan para penyembah Isaf dan Naila di zaman Jahiliah?
Menurut pakar Islam, Yusuf Ali, “Keseluruhan ziarah penyembah berhala dirohanikan dalam Islam” (Yusuf Ali, catatan kaki no 223, hal. 80, terjemahan Al-Quran dalam Bahasa Inggris).

Apakah Naik Haji Dapat Menyelamatkan?

Bila dilihat dari sisi lain, naik haji merupakan ritual ziarah ke makam Muhammad. Pertanyaannya, dapatkah orang yang sudah mati dapat memberikan keselamatan?
Jelas ritual menunaikan ibadah haji tidak dapat memberi jaminan keselamatan bagi seseorang. Walaupun tidak sedikit haji/hajjah merasa dirinya sudah layak untuk mendapatkan keselamatan.

Keselamatan Menurut Injil Terpisah dari Ritual

Seseorang yang merindukan keselamatan hanya perlu memintanya kepada Allah, bukan melalui ritual-ritual. Keselamatan yang diterima umat percaya berdasar pada iman akan Isa Al-Masih.
Keselamatan itu merupakan anugerah (pemberian cuma-cuma) dari Allah, bukan upah.  Anugerah adalah “. . . kemurahan Allah . . . dan kasih-Nya kepada manusia … bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya . . . .” (Injil, Surat Titus 3:4-5).

Keselamatan Bukti Kasih Allah

Isa Al-Masih mengajarkan berita yang sempurna. Ia mati tersalib untuk menggantikan dan membayar hukuman dosa manusia. Allah melakukan ini karena Dia mengasihi manusia. Dia ingin manusia menikmati kekekalan bersama dengan Dia di sorga!

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kalimat-Nya]yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

KEBOHONGAN SEJARAH
DALAM ISLAM

Selama ini muslim senantiasa mengklaim bahwa kota Mekah beserta Kabah dan mata air zamzam sudah ada sejak jaman Ibrahim. Tulisan berikut akan membahas keabsahan klaim muslim tersebut dengan membandingkan dengan sumber-sumber sejarah lainnya.
Tulisan berikut dibagi menjadi 8 bagian, yaitu :
1. Bagian Pertama; Membahas klaim muslim dan apa yang dikatakan oleh sumber-sumber Islam tentang klaim tersebut.
2. Bagian Kedua : Nabonidus (6 SM). Membahas laporan raja Nabonidus dari Babylon (pertengahan abad 6 SM)
3. Bagian Ketiga : Herodotus. Membahas laporan sejarawan Yunani yang hidup di abad 5 SM
4. Bagian Keempat : Strabbo (23/24 SM). Membahas laporan yang dibuat oleh sejarawan Romawi yang bernama Strabbo yang melakukan perjalanan ke jazirah Arab hingga Yaman sekitar tahun 24 – 23 SM.
5. Bagian Kelima : Diodorus Siculus (abad 1 M). Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Diodorus Siculus.
6. Bagian Keenam : Pliny (77 M). Membahas daftar kota-kota di Arab yang dibuat oleh Pliny.
7. Bagian Ketujuh : Claudius Ptolemy (150 M). Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Ptolemy
8. Bagian Kedelapan : Procopius dari Cesarea (abad 6 M). Membahas laporan sejarawan Procipius dari Kaisarea yang hidup sekitar 550 M atau sejaman dengan kakek dan ayah Muhammad SAW hidup.

BAGIAN PERTAMA : MENURUT SUMBER ISLAM
Klaim muslim yang mengaitkan Mekah, Kabah dan Zamzam dengan Ibrahim dan Ismail didasarkan atas beberapa sumber berikut :

Kabah sudah ada dijaman Ibrahim
Sumber : QS 2 : 125
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud".

Kota Mekah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail.
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq 
| Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 65 :
Ketika Ismail, putera dari Ibrahim meninggal, putranya yang bernama Nabit mendapat tugas menjadi pemimpin dan penguasa Kabah, kemudian tugas tersebut dilanjutkan oleh Mudzadz bin Amr al-Jurhumi. Anak keturunan Ismail dan anak keturunan Nabit bersama kakek mereka Mudzadz bin Amr dan paman-paman dari pihak ibu mereka dari Jurhum, dan anak keturunan Qatura, yang merupakan sepupu Jurhum, waktu itu adalah penduduk Mekah. Meraka datang dari negeri Yaman, dan mengadakan perjalanan bersama-sama kenegeri Mekah. …. Kemudian Tuhan melipat gandakan keturunan Ismail di Mekah.

Mata Air Zam-Zam sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail.
Sumber : Hadis Sahih Bukhari 
| Volume 4, buku 55, nomor 583 :
Ketika air di kantung kulit telah habis, Hagar menjadi haus, begitu pula Ismail. Hagar melihat Ismail yang dalam keadaan menderita kehausan. Hagar meninggalkan Ismail karena tidak tahan melihat penderitaan Ismail. ........ . Hagar terus menurt berlari antara Safa dan Marwa hingga tujuh kali.
Rasulullah berkata, "Kejadian inilah yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwa"
Ketika Hagar mencapai bukit Marwa dia mendengar satu suara, Hagar kemudian berkata, "O, siapapun engkau, kamu telah membuatku mendengar suaramu, apakah engkau bisa membantuku? Dan ajaib, Hagar kemudian melihat satu malaikat di lokasi Zam Zam sedang menggali tanah, hingga akhirnya air memancar dari tempat itu.... 


Jadi kota Mekah sudah mulai dihuni dari sekitar tahun 2000 SM, dan terus dihuni hingga terjadi pengusiran suku Jurhum oleh suku Kinana dan Khuza’a
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 67
Sementara waktu berjalan, suku Jurhum yang menguasai kota Mekah mulai bersikap kurang baik dan sok kuasa. Siapa saja yang memasuki kota Mekah yang bukan dari kerabat mereka diperlakukan dengan buruk……. Bani Bakar bin Abdul Manat bin Kinana dan Bani Ghubsan dari Khuza’a sepakat untuk memerangi suku Jurhum dan bertekat untuk mengusir mereka dari Mekah …. Dan berhasil mengusir suku Jurhum dari Mekah. …. Amir bin Harits bin Mudzadz al Jurhumi membawa dua patung rusa dari Kabah dan batu pojok (harusnya : BATU HITAM) dan menguburnya di sumur Zamzam, dan kemudian pergi meninggalkan Mekah bersama orang-orang Jurhum ke Yaman.

Kejadian ini terjadi sekitar pertengahan abad ke 2 M.
Sumber : Sejarah Hidup Muhammad | Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury
Robbani Press 1998, halaman 18

Dengan bantuan keturunan Adnan, yakni bani Bakr bin Andi Manaf bin Kinanah, mereka melakukan penyerangan terhadap Jarham sehingga berhasil mengusir mereka dan menguasai Makkah pada pertengahan abad ke 2 M….. Amru bin al-Harits bin Madladl bin al Jarhami mengeluarkan dua patung kijang yang terbuat dari emas milik Kabah dan hajar aswad, lalu disimpan dalam sumur zamzam.

Patung rusa, BATU HITAM dan sumur Zamzam baru sekitar 300 tahun kemudian ditemukan lagi oleh Abdul Muthalib, kakek Muhammad SAW.
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 64
Ketika Abdul Muttalib sedang tertidur disamping Kabah, dia mendapat mimpi yang menyuruhnya untuk menggali Zamzam …… Suku Jurhum telah menguruk tempat tersebut ketika mereka meninggalkan Mekah. Ini adalah sumur Ismail, anak Ibrahim, dimana Tuhan memberinya air ketika dia kehausan pada saat dia masih bayi.

Sumber : Ibid, jilid 1, halaman 67
Ketika Abdul Muttalib telah mendapatkan kesimpulan tentang letak dari tempat yang hendak digali, dan ternyata tempatnya sama dengan apa yang disebut dalam mimpinya, dia mengambil sebuah cangkul dan mengajak putra satu-satunya saat itu al-Harits dan mulailah dia menggali. Ketika bagian atas dari sumur itu tampak, dia berseru ‘Allah akbar!’. Orang-orang Quraish yang mendengar teriakan Abdul Muttalib datang … dan berkata, “Ini adalah sumur dari nenek moyang kami Ismail ….”

Dari sumber Ibn Ishaq diatas terlihat bagaimana kebohongan tradisi Islam dibuat.
Sulit dibayangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Suku Jurhum yang kalah perang dapat mengambil dua patung rusa dan BATU HITAM dari Kabah.
2. Suku Jurhum yang kalah perang dapat memasukkannya dalam sumur Zamzam dan menguruknya hingga sumur zam-zam berhenti mengalir.
3. Bagaimana mungkin suku Kinana dan Khuza’a tidak curiga melihat hilangnya batu hitam dan sumur Zamzam yang tiba-tiba diurug, dan kemudian tidak berusaha mencari batu hitam.

Jika suku Kinana dan Khuza’a bukan orang gila - melihat sumur Zamzam yang adalah mata air dan sumber kehidupan tiba-tiba saja di-urug suku Jurhum hingga berhenti mengalir -mereka akan langsung menggalinya lagi untuk mendapatkan air.

Jadi dari kejanggalan kisah diatas dapat disimpulkan :
1. Tidak ada sumur Zamzam dijaman Jurhum berkuasa, apalagi dijaman Ismail sekitar 2000 SM.
2. Sumur Zamzam memang baru ditemukan oleh Abdul Muttalib diawal abad 6 M.
3. Batu hitampun juga baru ditemukan oleh Abdul Muttalib diawal abad 6 M.

Itulah sebabnya Umar sama sekali tidak menaruh hormat pada BATU HITAM, karena tampaknya dia tahu bahwa batu hitam memang baru ditemukan oleh Abdul Muthallib.
Sumber : Sahih Bukhari 2.667
Dikisahkan oleh Abis bin Rabia : Umar menghampiri lokasi dekat Batu Hitam dan menciumnya dan berkata, “Tidak ada keraguan, aku tahu kamu hanyalah batu yang tidak akan menguntungkan atau merugikan siapapun. Jika saja aku tidak melihat rasulullah menciummu, aku tidak akan menciummu”

Bahkan sumber Islam sendiri meragukan klaim bahwa Kabah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail. Kutipan ini mengisahkan raja Abu Karib Tiban As’ad yang berasal dari Yaman yang saat itu melakukan perjalanan ke Yatsrib.
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiah University Press, Juni 2002, Jilid 1, halaman 15 – 16.
Halaman 15 : Tubba menulis baris-baris berikut tentang perjalanannya, apa yang dia lakukan terhadap Madinah dan Ka’bah, …….

Aku tidak tahu tentang adanya kuil yang murni
Yang dipersembahkan untk tuhan di lembah Mekah,
 ….

Menurut sumber berikut Abu Karib Tiban As’ad memerintah di Yaman dari tahun 410 hingga 435 M.
Sumber : Sabaean Inscriptions from Mahram Bilqis (Ma'rib), Jamme, W.F
Johns Hopkins Press, Baltimore, 1962, Volume III, halaman 387. 
link

…. he reigned in Yemen from 410 to 435 A.D.

Jadi selambat-lambatnya pada tahun 435 M, Kabah di Mekah tidak diketahui oleh seorang raja dari Yaman
. Konsekuensi lebih lanjut adalah tampaknya Mekah dan Kabah pada saat itu bukanlah tempat pemujaan yang utama di Arab melainkan hanyalah salah satu dari sekian banyak tempat pemujaan di tanah Arab. Bahkan tampaknya disetiap kota pasti mempunyai kuil suci yang dipersembahkan pada tuhannya kota yang bersangkutan.
QS 27 : 91 : Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah)
Terjemahan Inggris dari Yusuf ali:
QS 27 : 91 : For me, I have been commanded to serve the Lord of this city


Itulah sebabnya saat penduduk Taif sebuah kota sekitar 50 km tenggara Mekah diserbu oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya, penduduk Taif justru menyarankan mereka untuk memusnahkan kuil yang di Mekah saja bahkan menawarkan diri untuk mengantar Abrahah ke Mekah.
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua |Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 34
Mereka berkata kepada Abrahah : Wahai sang raja, kami adalah para budakmu yang memperhatikan dan patuh kepadamu. Kami tidak punya perkara apapun denganmu, begitu juga dengan tempat peribadatan kami – maksudnya adalah Al-Lat – tidak termasuk apa yang kamu cari. Kamu hanya menginginkan kuil yang ada di kota Mekah, dan kami menyertakan untukmu seseorang untuk mengantarmu ke sana.

Sangat unik karena selain tidak tahu lokasi Mekah, ternyata siapa nama pemimpin di Mekahpun tidak diketahui oleh Abrahah.
Sumber : Ibid, halaman 35
Abrahah mengirim seorang suku Himyari yang bernama Hunatake Mekah untuk mengetahui siapa yang menjadi pemimpin tertinggi di Mekah dan untuk menyampaikan kepadanya bahwa maksud kedatangan dia bukanlah untuk berperang melainkan dengan mereka tetapi untuk menghancurkan Kabah …

Konsekuensi lebih lanjut dari kutipan diatas adalah :
· Kabah di Mekah tidak dihormati sebagai peninggalan dari Ibrahim dan Ismail.
· Kota Mekah sama sekali bukan kota yang penting, sangat mungkin hanya merupakan pemukiman kecil.
· Bahkan sekitar tahun 550-an M, lokasi Kabah dan Mekahpun tidak diketahui oleh raja Abrahah dari Yaman sampai harus di tunjukkan oleh penduduk Taif.

Bahkan salah satu puisi yang digantung di Kabah pada masa pra Islam-pun memberikan indikasi tentang waktu pembangunan Kabah yang jauh lebih belakang daripada masa Ibrahim dan Ismail yang selama ini diklaim.
Sumber : The Sacred Books and Early Literature of the East |Charles F. Horne
Parke, Austin, & Lipscomb, 1917, Vol. V: Ancient Arabia, halaman 19 - 40. 
link

The poem of Zuhair ….
"Then I swear by the temple, round which walk the men | who built it from the tribes of Quraysh and Turhum.

Kemudian aku bersumpah demi kui, Yang dikelilingi oleh orang-orang yang berjalan
Mereka yang membangun, dari suku Quraish dan Turhum


Quraish sendiri adalah moyang Muhammad SAW menurutsumber-sumber Islam berikut.

00 IBRAHIM
01 Ismail
02 Nabit
03 Yashjub
04 Tayrah
05 Nahur
06 Muqawwam
07 Udad
08 'Adnan
09 Mu'ad
10 Nizar
11 Mudhar
12 Ilyas
13 Mudrika
14 Khuzayma
15 Kinana
16 AL NADR (AL QURAYSH)
17 Malik
18 Fihr
19 Ghalib
20 Lu'ayy
21 Ka'ab
22 Murra
23 Kilab
24 Qussayy (Real name: Zayd)
25 'Abdu Manaf (Real name: Al Mughira)
26 Hashim (Real name: 'Amr) as Banu Hashim
27 'Abdu Al Mutallib (Real name: Shaiba)
28 'Abdullah
29 MUHAMMAD saw

Jadi Quraish hidup 13 generasi sebelum Muhammad SAW.
Menurut hitungan sederhana: Jika 1 generasi adalah sekitar 30 tahun, beda waktu antara Quraish dan Mahammad SAW adalah 13 x 30 = 390 tahun. Muhammad lahir sekitar 570 M.
Berarti Quraish hidup sekitar 570 – 390 = tahun 180 M.
Jadi cocok dengan apa yang ditulis oleh Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury yang menyatakan bahwa keturunan Adnan menyerbu Jurhum sekitar pertengahan abad ke 2 M.
Jadi tampaknya baru pada akhir abad ke 2 itulah kota Mekah dan Kabah dibangun.

Makanya sumber Islam-pun kacau balau tentang waktu pembangunan Kabah.
Sumber : Tafsir Ibn Kathir terhadap QS 3:96 ; 
[96] Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Dharr berkata; “Aku berkata, “O Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat didunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di Mekah)”. Aku berkata, “Mana yang dibangun setelah itu?”. Dia menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)”. Aku berkata,“Berapa jangka waktu antara pembangunan kedua bangunan itu?” Dia berkata, “Empat puluh tahun”

Dapat diakses disini.

Menurut perhitungan: Abraham dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM – 2000 SM.
Raja Salomo (Sulaiman) yang membangun bait Allah di Yerusalem hidup seitar 1000 SM - 970 SM. Jadi ada beda waktu 1000 tahun antara Ismail (yang membangun Kabah = Masjidil Haram) dengan raja Salomo (yang membangun Bait Allah di Yerusalem). Jadi bagaimana bisa dikatakan beda waktu keduanya hanya 40 tahun?

BAGIAN KEDUA : NABONIDUS SUMBER BABILON (550 SM)
Keberadaan Mekah juga luput dari catatan sejarah seorang raja dari Babilonia yaitu Nabonidus yang menguasai wilayah Arab.Raja Nabonidus memindahkan kerajaannya ke Teima, sebuah kota di sisi utara Medinah selama 10 tahun (550 SM – 540 SM) yang tercatat dalam Syair Kisah Nabonidus.
Sumber : Ancient Records from North Arabia, F.V.Winnett and W.L.Reed, University of Toronto Press, 1970, halaman 89 
Nabonidus killed the prince of Teima and took his residency and built there his palace like his palace in Babylonia.

Nabonidus membunuh pangeran dari Teima dan mengambil alih kediamannya dan kemudian membangun istananya dilokasi itu seperti istananya di Babylonia.


Masih menurut sumber diatas, halaman 91, dari inskripsi yang ditemukan di Harran – kota asal Nabonidus – tercatat bahwa dia juga menaklukkan kota-kota di Hijaz, diantaranya adalah Yathrib (Medina) dan Khaybar. Kota Khaybar sendiri terletak di utara Medina sekitar 100 km dalam arah menuju ke Teima. Namun sama sekali tidak ada penyebutan kota Mekah. Ini mengindikasikan bahwa kota Mekah memang belum ada saat itu, makanya tidak muncul dalam panggung sejarah dipertengahan abad ke 6 SM.

BAGIAN KETIGA : HERODOTUS
Herodotus adalah sejarawan Yunani yang hidup 484 SM hingga 430 SM/420 SM. Menuliskan sebuah buku berjudul The History yang diterbitkan sekitar tahun 425 SM. Buku ini adalah narasi sejarah tentang perang Greco – Persia.
Dalam buku 3 nya Herodotus menuliskan Arab Selatan sebagai berikut.
Sumber, link.

Arabia is the last of inhabited lands towards the south, and it is the only country which produces frankincense, myrrh, cassia, cinnamon, and laudanum.

Arabia arah selatan adalah lokasi yang paling akhir dihuni, dan wilayah inilah satu-satunya yang memproduksi kemenyan, mur, kasia, kayu manis dan madat.


Jadi catatan Herodotus bertentangan dengan sumber Islam yang mengklaim wilayah Mekah sudah dihuni semenjak abad ke 20 SM dan menjadikan wilayah ini yang pertama dihuni dan dari Mekahlah kemudian keturunan Ismail menyebar ke segala penjuru Arab. Catatan sejarah adalah jelas, Arab Selatan adalah wilayah yang paling akhir dihuni. Ini sangat jelas karena migrasi dari Mesopotamia kuno adalah menuju ke wilayah barat daya arah Israel dan ke selatan melalui pantai timur jazirah Arab dari Qatar, Uni Emirat Arab, Oman dan Yaman. Itulah sebabnya wilayah Arab Utara dan Yaman lebih dahulu didiami dibandingkan wilayah Arab Selatan. Jika Khaybar dan Medina baru muncul di sekitar abad 6 SM, ini berarti di abad 6 SM Mekah pasti belum ada karena letaknya lebih selatan lagi dari Medinah. Jadi bagaimana mungkin Mekah sudah ada di abad 20 SM.

BAGIAN KEEMPAT : STRABBO SUMBER ROMAWI (23/24 SM)
Di tahun 30 SM, Mesir takluk dan menjadi salah satu provinsi Romawi. Setelah menaklukkan Mesir, Romawi berusaha meneruskan penaklukkannya ke wilayah jazirah Arab hingga ke Yaman yang pada waktu itu adalah sebuah kerajaan besar .
Di tahun 23 / 24 SM, pemerintah Romawi mengutus Aelius Gallus, gubernur Mesir untuk memimpin penaklukan tersebut.
Sumber : History of Rome, Buku LIII.xxix. 3 - 8 | Dio Cassius, 220 MFor 23 B.C.: While this was going on, another and a new campaign had at once its beginning and its end. It was conducted by Aelius Gallus, the governor of Egypt, against the country called Arabia Felix

Tahun 23 SM : Sementara semuanya berjalan, satu ekspedisi baru dimulai dan diakhiri. Ekspedisi itu dipimpin oleh Aelius Gallus, gubernur Mesir, terhadap wilayah Arab Felix.


Dalam ekspedisi ini diikutsertakan seorang sejarawan dan ahli geografi yang bernama Strabo (meninggal 22 M) yang kemudian mencatat peristiwa ini dalam 16 buku karangannya.

Informasi peta wilayah Arabia dapat diakses disini.

Sumber kutipan berikut diambil dari: Geography, Buku XVI, Chap. iv, 1-4, 18-19, 21-26
Dalam buku ini, dikutip kota-kota yang dilalui oleh Gallus dalam perjalanan pergi dan pulangnya. Gallus melewati dua jalur yang berbeda, dimana jalur pergi adalah melalui gurun pasir di bagian timur sisi Laut Merah, sementara jalur pulang adalah melalui jalur tepi laut Merah. Gallus berangkat dari wilayah kanal di sekitar sungai Nile dan ini hanya mungkin dari sekitar wilayah Suez sekarang. Kota pertama yang disinggahi adalahLeuce Come.
Sumber : Strabo, XVI.iv.23.
Gallus, notwithstanding, built not less than eighty biremes and triremes and galleys at Cleopatris near the old canal which leads from the Nile. ….. he constructed a hundred and thirty vessels of burden, in which he embarked with about ten thousand infantry, …… he arrived on the fifteenth day at Leuce-Come, a large mart in the territory of the Nabataeans, ……
Gallus membuat tidak kurang dari 80 perahu di Cleopatris, dekat dengan kanal tua yang bersumber dari sungai Nil …. Dia membuat 130 kapal, dimana dia berangkat dengan 10.000 pasukan …… dia sampai di Leuce Come dihari ke 15, sebuah tempat perdagangan yang besar di wilayah Nabatean …..


Wilayah Nabatean sendiri adalah terbentang antara perbatasan Syria dengan Arab dari sungai Eufrat hingga Laut Merah.
Sumber : Encyclopaedia Britannica, sub topik Nabatean
member of a people of ancient Arabia whose settlements lay in the borderlands between Syria and Arabia, from the Euphrates River to the Red Sea. ……

Anggota masyarakat Arab kuno yang mendiami perbatasan antara Syria dan Arab, dari sungai Eufrat hingga Laut Merah ….


Leuce Come ini masih didaerah kekuasaan Nabatean, jadi lokasinya masih dekat dengan perbatasan Syria. Jadi kemungkinan adalah kota Al-Wajh modern di wilayah Tabuk – Arab Saudi. Perjalanan berlanjut menuju wilayah kekuasaan Aretas.
Sumber : Strabo, XVI.iv.24. 
… After a march of many days, therefore, he came to the territory of Aretas [modern Medina?], who was related to Obodas. Aretas received him in a friendly manner, and offered presents. But by the treachery of Syllaeus, Gallus was conducted by a difficult road through the country; for he occupied thirty days in passing through it..

… Setelah berjalan beberapa hari, Gallus mencapai wilayah kekuasaan Aretas, yang beraliansi dengan Obodas. Aretas menerimanya dengan ramah dan memberi hadiah. Tapi karena kebohongan Syllaeus (vivaldi : penunjuk jalan Gallus), Gallus harus melalui jalan yang sangat sulit melalui wilayah tersebut, dimana dia menghabiskan 30 hari melaluinya.


Sangat mungkin Aretas ini adalah penguasa wilayah Medinah. Sementara Obodas adalah penguasa Khaybar. Kedua kota ini berdekatan sehingga sangat mungkin keduanya beraliansi. Dengan tidak disebutkan nama kotanya menunjukkan bahwa ke 2 kota ini adalah kota yang sudah diketahui oleh umum. Medina dan Khaybar sudah disebutkan dalam jaman Nabonidus (550 SM), jadi diabad ke 1 SM pasti sudah merupakan kota yang dikenal. Dari Al-Wajh ke Medinah berjarak sekitar 380 km dengan melalui bukit-bukit yang cukup sulit tergambar dari kutipan diatas. Secara rata-rata Galus hanya dapat maju sekitar 13 km tiap harinya. 
Kota berikutnya adalah Negrani.
Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
The next country to which he came belonged to the nomads, and was in great part a complete desert [the Debae]. It was called Ararene. The king of the country was Sabos. Gallus spent fifty days in passing through this territory, for want of roads, and came to a city of the Negrani, and to a fertile country peacefully disposed. The king had fled, and the city was taken at the first onset. After a march of six days from thence, he came to the river [in the land of the Minae].

Wilayah selanjutnya yang didatanginya adalah kekuasaan suku nomaden, dan hampir seluruhnya adalah padang pasir. Wilayah itu disebut Ararene. Rajanya bernama Sabos. Gallus menghabiskan 50 hari melalui wilayah ini dan mencapai kota Negrani, wilayah subur yang telah ditinggalkan dengan sukarela. Raja telah melarikan diri dan kota diduduki segera. Setelah berjalan 6 hari dari sini, dia mencapai sebuah sungai [di wilayah Minae].


Perjalanan yang dilakukan adalah sekitar 50 hari melalui gurun pasir sebelum mencapai Negrani. Sangat mungkin Negrani disini adalah kota Taif. Jarak antara Medinah dengan Taif adalah sekitar 500 km,dilewati dalam 50 hari, berarti kecepatan adalah sekitar 10 km / hari. Kecepatan yang rendah ini karena sangat mungkin pada saat terjadi badai mereka harus berhenti berjalan.
Tiga indikasi lain yang menguatkan Negrani adalah Taif adalah :
1. Karena dari sini dengan berjalan selama 6 hari kearah selatan mereka menemukan sungai. Sungai ini adalah sebuah sungai yang terletak disebelah utara Al-Qunfudhah. Jarak antara Taif hingga sungai adalah sekitar 150 km, berarti mereka berjalan dengan kecepatan sekitar 25 km / hari.
2. Kota ini sama seperti Medinah berada disisi timur jajaran pegunungan. Jadi Gallus tampaknya berjalan menyusur tepi pegunungan.
3. Kota Al-Qunfudhah dengan sungainya relatif sudah dekat Yaman modern, yaitu sekitar 300 km arah utara Yaman. Jadi sangat mungkin kota al-Qunfudhah dan sungainya dijaman Gallus berada dibawah kekuasaan Minae dari Yaman.

Sumber : Encyclopaedia Britannica, sub topik: Yemen
The three most famous and largest of these empires were the Minaean, the Sabaean (the Biblical Sheba), and the Himyarite (called Homeritae by the Romans), all of which were known throughout the ancient Mediterranean world; their periods of ascendancy overlap somewhat, extending from roughly 1200 BC to AD 525.

Tiga kerajaan yang paling terkenal dan terbesar adalahMinaean, Saba dan Himyar, semuanya terkenal dalam sejarah kuno Mediteran, periode kekuasaan mereka berlangsung antara 1200 SM hingga 525 M.


Perjalanan berlanjut menuju Asca.
Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
Immediately afterwards he took the city called Asca, which had been abandoned by the king.. Segera setelah itu, dia menaklukkan kota Asca, yang telah ditinggalkan oleh rajanya.

Jadi setelah menemukan sungai, Galus segera mendapati sebuah kota yaitu Asca yang sangat mungkin adalah Qal’at. Jarak dari sungai ke Qal’at cukup dekat hanya sekitar 150 km. Jadi dapat ditaklukkan dengan segera.

Kemudian menuju Athrula.
Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
He thence came to a city Athrula, and took it without resistance; having placed a garrison there, and collected provisions for the march, consisting of grain and dates

Dia kemudian mencapai kota Athrula, dan menaklukkannya tanpa perlawanan, menempatkan satu garnisun disana, dan mengumpulkan persediaan untuk perjalanan selanjutnya, terdiri dari gandum dan kurma.


Sangat mungkin Athrula adalah kota Najran karena disinilah mereka menambah perbekalan karena Najran adalah kota yang subur dengan oasis. Sejarah mencatat kota ini dikunjungi Romawi pertama kali ditahun 24 SM yang adalah waktu saat Gallus melakukan ekspedisinya.

Sumber : Encyclopaedia Britannica, sub topik : Najran
town, oasis, ….. First visited by the Romans in 24 BC, …. Najran was one of the main centres producing frankincense and myrrh to supply the Mediterranean basin and the Middle East between 1000 BC and AD 600.

Kota, oasis …. Pertama kali dikunjungi orang Romawi di tahun 24 SM…. Najran adalah kota utama yang menghasilkan kemenyan dan mur yang menyuplai wilayah Mediterania dan Timur tengah antara 1000 SM dan 600 M.


Kemudian ke Marsiaba.
Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
he proceeded to a city Marsiaba, belonging to the nation of the Rhammanitae, who were subjects of Ilasarus. He assaulted and besieged it for six days, but raised the siege in consequence of a scarcity of water. …

Dia melanjutkan ke kota Marsiaba, yang dikuasai bangsa Rhammanita, yang takluk dibawah Ilasarus. Gallus menyerang dan mengepung kota selama 6 hari, dan meninggatkan kepungan akibat kekurangan air.


Sangat mungkin Marsiaba ini adalah Mar’ib sebuah kota yang terkenal dengan bendungannya yang jebol pada tahun 450 / 451 M.

Jadi dalam perjalanannya hingga mencapai Yaman, tidak ada sebuah kota yang bernama Mekah sama sekali. Jika saat itu Mekah sudah ada dengan mata airnya yaitu Zam Zam yang melimpah, tentu saja kota ini akan disinggahi oleh Gallus.
Di padang pasir, orang mungkin bisa menyembunyikan laut, TAPI TIDAK BISA MENYEMBUNYIKAN OASIS.
Setelah kegagalan menaklukkan Marsiaba, Gallus memutuskan untuk kembali ke Mesir. Dalam perjalanan pulang ini Gallus menggunakan jalan lain yang ternyata lebih cepat. Kota pertama adalah Negrana.

Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
he had time to take another route back; for he arrived in nine days at Negrana, where the battle was fought,
dia memiliki waktu untuk mengambil rute lain untuk kembali, Gallus mencapai Negrana dalam 9 hari, dimana terjadi pertempuran.


Negrana sangat mungkin adalah Sa’dah modern di Yaman.Jarak Mar’ib ke Sa’dah adalah sekitar 240 km, ditempuh dalam 9 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 27 km / hari. Kemudian Seven Wells.

Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
and thence in eleven days he came to the "Seven Wells" [modern Al-Qunfudhah], as the place is called from the fact of their existing there. Thence he marched through a desert country, and came to Chaalla a village,

dan kemudian dalam 11 hari mencapat “Tujuh Sumur”, tempat yang dinamakan menurut keberadaan sumur-sumur tersebut. Kemudian mereka berjalan melalui gurun pasir dan tiba di sebuah pemukiman bernama Chaala.


Para ahli menyatakan bahwa Tujuh Sumur ini adalah Al-Qunfudhah. Jarak Sa’dah ke Al-Qunfudhah adalah sekitar 370 km,ditempuh dalam 11 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 34 km / hari. Sementara Chaala kemungkinan adalah Al-Lith modern.
Kemudian menuju Malothas.

Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
and then to another called Malothas [perhaps modern Jeddah], situated on a river. 
Dan kemudian menuju Malothas, yang terletak disebuah sungai.

Kota ini terletak ditepi sebuah sungai dan sangat mungkin adalah kota Jedah modern karena ada sebuah sungai disana.

Sumber : Strabo, XVI.iv.24.
This road then lay through a desert country, which had only a few watering-places, as far as Egra [modern Yanbu] a village. It belongs to the territory of Obodus, and is situated upon the sea.
Jalan ini kemudian melalui padang pasir, yang hanya memiliki sangat sedikit tempat berair, hingga mencapai Egra. Kota ini masuk wilayah Obodus dan terletak ditepi pantai.


Setelah Jeddah, mereka mendapati Egra yang sangat mungkin adalah Yanbu modern karena terletak ditepi Laut Merah.
Lagi-lagi dalam perjalanan balik ini tidak ada kota dengan ciri-ciri Mekah disebutkan.

Kesimpulan :
Dalam perjalanan menuju Yaman, setelah mendarat di Al-Wajh, Gallus dan pasukannya bergerak kearah tenggara menuju jalur padang pasir dengan melewati kota Medinah – Taif – Qal’at – Najran dan berusaha menaklukkan Mar’ib. Sementara perjalanan pulang melewati jalur Mar’ib – Sa’dah – al-Qunfudhah – Al-Lith - Jedah dan Yanbu.

Tidak ada sama sekali penyebutkan kota seperti Mekah yang memiliki mata air Zam-Zamnya.
Jika saja Mekah dengan mata air zam-zamnya sudah ada sejak jaman Abraham (2000 SM), sudah barang tentu kota ini akan dilewati oleh Gallus karena di padang pasir, MATA AIR LEBIH BERHARGA DARIPADA EMAS BERLIAN.


BAGIAN KELIMA : DIODORUS SICULUS (ABAD 1 SM)
Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses disini.

Diodorus Siculus adalah seorang sejarawan Yunani di abad 1 SM yang menuliskan Bibliotheca Historica, sebuah buku yang menggambarkan beberapa bagian dunia. Kutipan berikut adalah dari terjemahan Inggris yang dikutip oleh Gibbon dari buku Diodorus Siculus yang menggambarkan sebuah kuil yang dipandang sebagai kuil yang paling suci di Arab.
And a temple has been set-up there, which is very holy and exceedingly revered by all Arabians.
Dan sebuah kuil telah dibangun disana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.


Komentar : Dalam usahanya untuk mencari pembenaran klaim bohong tersebut, tim dari Islamic Awareness harus membuat kebohongan lainnya.
Kutipan yang lebih lengkap adalah sbb : 
The people who inhabit the country beside the gulf ,who are named the Banizomenes, support themselves by hunting and eating the flesh of land animals. A very sacred temple has been established there which is highly revered by all the Arabs.
Orang yang menghuni wilayah disebelah teluk, dinamakan Banizomenes, yang hidup dari berburu dan memakan daging binatang darat, Dan sebuah kuil telah dibangun disana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.

Jadi kuil ini adalah kuilnya orang Banizomenes, bukan kuilnya orang Quraish.
Terus dimana letak pemukiman Banizomenes itu. Dijelaskan oleh seorang sejarawan Agatharchides yang menulis buku berjudul On the Erythraean Sea ditahun 145 – 132 SM. Link
One encounters the Laeanites Gulf around which there are many villages of the so-called Nabataean Arabs….. Next after this section of the coast is a bay which extends into the interior of the country for a distance of not less than five hundreds stades. Those who inhabit the territory within the gulf are called Batmizomaneis and are hunters of land animals.
Seseorang menemukan sekeliling Teluk Laeanites dimana ada banyak pemukiman dari orang-orang Arab Nabatean….. Setelah wilayah ini yang masih dipinggir pantai adalah teluk yang menjorok masuk kedalam sekitar tidak kurang dari 500 stadia. Mereka yang mendiami wilayah ini dalam area teluk dinamakan Batmizomaneis yang adalah pemburu binatang darat.


Jadi kuil yang disebutkan berada di sekitar teluk Akaba yang terletak antara jazirah Sinai dengan Arab, sangat jauh dari Mekah. Itulah sebabnya tim Islamic Awareness sengaja memotong sebagian kalimat saja karena kalau dikutip semuanya maka kebohongan mereka akan langsung terlihat.

BAGIAN KEENAM : MENURUT PLINY (ABAD 1 M)
Setelah Mekah tidak tercatat dalam sejarah abad 6 SM, abad ke 5 SM dan abad 1 SM, kita coba lihat apa catatan sejarah pada abad ke-1 Masehi. Sumber adalah dari seorang penulis sekaligus seorang pemimpin skuadron prajurit Romawi yaitu Pliny. Pliny lahir di Como, Italia di tahun 23 M dan meninggal ditahun 79 M. Dia menyelesaikan bukunya yang berjudul “Natural History”ditahun 77 M. Dalam menyusun bukunya, Pliny mendasarkan pada perpustakaan Romawi. Di buku 6, bab 32 dan 33 Pliny mendaftarkan 92 suku dan 62 kota di Arab, namun tidak sekalipun menyebut suku Jurhum dan Adnan maupun kota Mekah. Tulisan Pliny ini memperkuat apa yang dilaporkan Strabbo sekitar 100 tahun sebelumnya dimana kota Mekah tidak dikenal.

BAGIAN KETUJUH : MENURUT CLAUDIUS PTOLEMY (ABAD 2 M)
Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses disini.

Menarik mengetahui bahwa Claudius Ptolemy dari Alexandria, ahli matematika dan astronomi, terkenal sekitar 1 abad setelah Pliny, membuat peta dunia. Dia bukanlah ahli geografi sehingga bukunya hanya dimaksudkan untuk menjelaskan peta yang dia buat. Dia menyebutkan sekitar 114 kota dan pemukiman di Arab Felix.
Sebagai contoh, Dumaetha, dijelaskan berada di perbatasan utara Arab Felix adalah kota Daumet diabad pertengahan, dan sekarang adalah oasis besar yang bernama Jauf. Hejr, yang terkenal di jaman jahiliyah, sekarang dikenal sebagai Medayin Salih, adalah kota Egra menurut Ptolemy. Kota Thaim adalah Teima, yang terkenal karena inskripsinya tentang keberadaan kuil-kuil dan penduduk diabad 5 SM. Inilah Tema kota Ayub. Sementara Lathrippa, yang berlokasi disebelah dalam Iambia (Yambo), dikenal juga IAthrippa menurut Stephan dari Byzantium, Yathrib menurut tradisi Arab mula-mula, sekarang adalah El Medina.
Selain itu disebutkan juga tempat bernama Macoraba yang diidentifikasikan sebagai Mekah. Menurut GE von Grunebaum : Mecca is mentioned by Ptolemy, and the name he gives it allows us to identify it as a South Arabian foundation created around a sanctuary.
Mekah disebutkan oleh Ptolemy, dan nama yang diberikan oleh Ptolemy memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan lokasi itu di Arab Selatan yang dibangun disekitar tempat pemukiman.


Komentar :
Ahli Geografi Yunani, Claudius Ptolemy dari Alexandria, Mesir, lahir ditahun 90 M dan meninggal 168 M. Sekitar tahun 150 M dia mulai menaruh perhatian kepada masalah geografi. Dalam bukunya Geography, buku VI, bab 7, Ptolemy mendokumentasikan beberapa lokasi utama di Arab lengkap dengan koordinat bujur dan lintangnya.
Macoraba yang dilaporkan oleh Ptolemy tidaklah mungkin adalah Mekah dengan 3 alasan sbb.:
1. Dari struktur konsonan-nya, Macoraba (MCRB) berbeda dengan Mecca (MCC) yang mengindikasikan kota ini bukanlah Mekah. Yaqut al Hamawi seorang ahli geografi Arab (1179 M – 1229 M) pernah menyebutkan keberadaan sebuah kota yang bernama Maqarib (sumber : Mujam al-Buldan, iv, 587) Dari struktur konsonannya Maqarib (MQRB) lebih mendekati MCRB (Macoraba). Patricia Crone dalam bukunya Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, halaman, 136 menyarankan lokasi Macoraba atau Maqarib ini dekat dengan Yathrib (Medinah).
2. Dari posisi bujur Strabo menuliskan bahwa Latriba (Yathrib atau Medinah) berada di 71 derajat. Sementara Macoraba berada di lokasi 73 derajat 20 menit. Ini berarti Macoraba berada disebelah timur Latriba (Medinah) 2 derajad 20 menit.. Sementara Mekah berada di bujur yang hampir sama dengan Medinah.
3. Dari posisi lintang Ptolemy menyebutkan Macoraba adalah kota ke 6 setelah Lathrippa (Medinah). Kota pertama yang disebutkan setelah Lathrippa adalah Carna. Kota Carna sendiri menurut Strabo masuk dalam kekuasaan Minaea diwilayah Yaman. Jadi Macoraba tidak mungkin Mekah karena tidak terletak di Yaman.

Sumber : The Geogrophy of Strabo | Buku 16, chapter iv, 2 | The Geogrophy of Strabo, volume vii, translated by Horace L. Jones , 1966, page 311). Link.
Bagian penting dari wilayah ini dikuasai oleh 4 suku besar, oleh Minaea … yang kota utamanya adalah Carna, setelah itu adalah Sabaeans, yang kota utamanya adalah Mariaba, setelah itu adalah Cattabanians, yang kota utamanya adalah Tamna, dan diujung timur, Chatramotitae, yang berarti Hadramout, yang kotanya adalah Sabata.

Carna dikenal sebagai kota terbesar di Yaman yang menjadi ibu kota kerajaan Minaea.

Seorang sejarawan lainnya yaitu Pliny dalam bukunya Natural history of Pliny; Book VI, chapter 32, menyebutkan sebuah kota dengan nama Mochorba, yang dikatakan adalah pelabuhan Oman di pantai Hadramout di Arab Selatan.
Hadramout sendiri adalah Oman modern.

Sumber : Encyclopaedia Britannica edisi 2003 | Topik : Hadramawt
ancient South Arabian kingdom that occupied what are now southern and southeastern Yemen and the present-day Sultanate of Oman (Muscat and Oman).
Kerajaan Arab kuno yang menguasai wilayah selatan dan tenggara Yaman dan sekarang adalah kesultanan Oman.


Karena Macoraba ini tidak muncul dalam catatan sejarah manapun selain tulisan Ptolemy, tampaknya Macoraba ini hanyalah pemukiman kecil yang eksis di abad 2 M pada masa Ptolemy dan kemudian ditinggalkan. Sangat mungkin sejumlah suku Oman dari Mochorba beremigrasi ke utara mendekati kota Carna dan pemukiman mereka dinamakan Macoraba dengan mengikuti nama kota asal mereka yaitu Mochorba.

BAGIAN KEDELAPAN : MENURUT PROCOPIUS DARI CAESAREA (ABAD 6 M)
Procopius hidup sekitar tahun 550 M. Dalam bukunya terdapat beberapa kesamaan dengan sumber dari Ibn Ishaq diatas.
Dimulai dengan penganiayaan orang-orang Kristen di Himyar (Yaman)
Sumber : History of the Wars, Procopius of Caesarea | Buku I.xix.1 - 16, 23 - 26; xx.1 – 13 : 
At about the time of this war Ellesthaeus, the king of the Ethiopians, who was a Christian and a most devoted adherent of this faith, discovered that a number of the Omeritae on the opposite mainland [modern Yemen] were oppressing the Christians there outrageously;
Pada waktu sekitar perang ini, Elesthaeus, raja dari Ethiopia, yang adalah seorang Kristen yang saleh, mendengar bahwa sejumlah orang himyar di wilayah Yaman menganiaya orang Kristen dengan kejam


Kisah penganiayaan ini terdapat dalam buku Ibn Ishaq.
Sumber : Sirah Ibnu Ishaq | Kisah Sejarah Nabi Tertua | Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 25. 
Dhu Nawas datang menyerang mereka dengan tentaranya dan memaksa penduduk untuk memeluk agama Yahudi, memberi pilihan kepada mereka antara hidup dan mati, mereka memilih mati. Maka kemudian Dhu Nawas menggali parit untuk mengubur mereka, membakar sebagian dari mereka dengan api, membunuh yang lain dengan pedang, sampai kemudian dia telah membunuh hamper dua puluh ribu penduduk … 

Kisah berlanjut dimana raja Himyar kemudian dikalahkan, digantikan oleh raja yang lain dan kemudian naiklah raja Abramus (Abrahah)
Sumber : Procopius, Buku I.xix.1 - 16, 23 - 26; xx.1 – 13 :
He therefore collected a fleet of ships and an army and came against them, and he conquered them in battle and slew both the king and many of the Omeritae. He then set up in his stead a Christian king, an Omeritae by birth, by name Esimiphaeus, ….
Sang raja kemudian mengirimkan kapal dan pasukan untuk menyerbu Himyar, dan berhasil menaklukkan mereka dan membunuh raja himyar dan banyak penduduknya. Dia kemudian menobatkan seorang keturunan Himyar menjadi raja, yaitu Esimiphaeus, …. 


These fellows at a time not long after this, in company with certain others, rose against the king Esimiphaeus and put him in confinement in one of the fortresses there, and established another king over the Omeritae, Abramus by name. Now this Abramus was a Christian, ……
Pengikut-pengikut Esimiphaeus, dengan dibantu beberapa pihak, memberontak terhadap sang raja dan menahannya dalam salah satu bentengnya, dan menobatkan raja baru terhadap Himyar, yaitu Abramus. Abramus adalah seorang Kristen …


Kisah ini terdapat juga dalam buku Ibn Ishaq.
Sumber : Ibn Ishaq, halaman 26 - 29
Daus berngkat ke Abissinia dengan membawa surat sang raja, dan kemudian raja Abissinia mengirimkan tujuh puluh ribu tentara ……… Aryat memegang kendali kekuasaan di Yaman selama beberapa tahun , tetapi kemudian Abrahah orang Abissinia memecah kekuasaannya …. Dan orang-orang Abissinia di Yaman menerima Abrahah sebagai pemimpin mereka …

Kisah berlanjut dimana Abramus mengalami 2 kali penyerbuan oleh pasukan raja Ethiopia, namun berhasil mengalahkan mereka.
Sumber : Procopius, Buku I.xix.1 - 16, 23 - 26; xx.1 – 13 :
When Ellesthaeus learned this, he was eager to punish Abramus together with those who had revolted with him for their injustice to Esimiphaeus, and he sent against them an army of three thousand men with one of his relatives as commander. This army, once there, was no longer willing to return home, but they wished to remain where they were in a goodly land, and so without the knowledge of their commander they opened negotiations with Abramus; then when they came to an engagement with their opponents, just as the fighting began, they killed their commander and joined the ranks of the enemy, and so remained there.
Ketika Ellesthaeus mendengar hal ini, dia hendak menghukum Abramus dan pengikutnya yang telah menurunkan raja Esimiphaeus, dan dia mengirimkan 3000 pasukan dengan seorang kerabatnya sebagai komandan. Namun pasukannya, saat berada di Himyar, tidak lagi ingin pulang, mereka ingin menetap di Himyar yang subur, dan tanpa sepengetahuan sang komandan, mereka bernegosiasi dengan Abramus dan mencapai kata sepakat saat pertempuran akan dimulai. Mereka membunuh sang komandan dan justru bergabung dengan pihak Abramus dan menetap disana.


But Ellesthaeus was greatly moved with anger and sent still another army against them; this force engaged with Abramus and his men, and, after suffering a severe defeat in the battle, straightway returned home.
Namun Ellesthaeus sangat marah dan mengirimkan lagi pasukan untuk menyerbu Himyar, dan terjadi pertempuran dengan pasukan Abramus. Setelah mengalami kekalahan parah, mereka kembali lagi ke Ethiophia.


Kisah kemudian berlanjut dimana Abramus berjanji untuk menyerbu Persia namun kemudian ditengah jalan membatalkan penyerbuannya ke Persia.
Sumber : History of the Wars, Procopius of Caesarea | Buku I.xix.1 - 16, 23-26; xx.1–13 :
Later on Abramus too, when at length he had established his power most securely, promised the Emperor Justinian many times to invade the land of Persia, but only once began the journey and then straightway turned back.
Dikemudian hari setelah kekuasaannya mantap, Abramus berjanji kepada Kaisar Justinian beberapa kali untuk menyerbu Persia, namun hanya sekali melakukan perjalanan dan kemudian langsung kembali lagi.


Uniknya kisah ini muncul dalam buku Ibn Ishaq namun dengan versi yang berbeda dimana dikisahkan Abrahah hendakmenyerbu ke Mekah, tempat yang dia sendiri tidak tahu dimana dan siapa pemimpinnya (lihat kembali bagian kesatu). Namun dengan ajaib gajah-gajah mereka tidak mau berjalan menyerbu Mekah, bahkan pasukan Abrahah dijatuhi batu-batu oleh burung-burung.

Sumber : Ibn Ishaq, halaman 38
Tiba-tiba gajah tersebut berlututut, dan Nufail segera melompat dan berlari kearah puncak gunung. Pasukan Abrahah mencoba untuk membangkitkan gajah tersebut tetapi gagal …… ketika mereka mengarahkan sang gajah ke Yaman maka serta merta gajah tersebut berdiri, tetapi ketika mereka memutar arahnya ke kota Mekah gajah itu kembali mogok. Kemudian tuhan mengirimkan kepada mereka sekawanan burung …. Tiap-tiap burung membawa tiga buah kerikil, seperti buah kacang, satu di paruh dan dua di cakar. Semua yang terkena lemparannya mati …..

Bahkan kisah ini masuk dalam Al-Qur’an.
QS 105 : 1 - 5
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah [1602]?
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?, dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,
yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).


Terlihat bagaimana Ibn Ishaq telah memelintir sejarah Abrahah demi kepentingan muslim dan Arab :
· Pasukan yang hendak menyerbu ke Persia, diplintir katanya hendak menyerbu ke Mekah, dengan alasan mau balas dendam karena ada orang Quraish yang merusak katerdral milik Abrahah di Yaman.
· Pasukan yang membatalkan niat menyerbu, diplintir katanya sang gajahlah yang tidak mau jalan
· Tidak ada sama sekali korban jiwa dipasukan Abrahah, diplintir katanya banyak yang mati karena dijatuhi kerikil sebesar kacang oleh burung.
· Bahkan Al-qur’an sendiri harus menambahkan kalimat dalam tanda kurung untuk mengaitkan dengan Ka’bah.
· Bagaimanapun usaha sejarawan muslim dan Ibn Ishaq mendistorsi kisah ini tetap menimbulkan keganjilan, yaitu :
· Abrahah tidak tahu dimana kota Mekah sampai harus diantar oleh orang Thaif
· Abrahah tidak tahu siapa pemimpin kota Mekah sampai harus bertanya-tanya.

ORANG MAU BERPERANG KOK TIDAK TAHU SIAPA YANG MAU DISERBU DAN DIMANA HARUS DISERBU ?!? Piye to iki mas???

KESIMPULAN.
Dari uraian diatas yang membahas catatan sejarah dalamrentang waktu 550 SM hingga 550 M jelas tidak ada laporan tentang keberadaan kota Mekah ataupun kota dengan ciri-ciri Mekah. Konsekuensinya adalah klaim Mekah, Kabah dan Zamzam sudah ada dijaman Abraham adalah klaim bohong belaka

Beberapa pakar muslim mengakui hal ini, berikut kutipannya :
1) Dr. Taha Hussein, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170 :
“Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini MUNCUL BELAKANGAN disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama” 

Siapa DR. Taha Husayn.
Dikutip dari : Encyclopaedia Britannica edisi 2003 | Sub Topik : Taha Hussein

Lahir Nov. 14, 1889, Maghaghah, Mesir | Meninggal Oct. 28, 1973, Kairo.
Figur yang menonjol dalam khasanah Mesir modern …..Ditahun 1902 dia belajar di Al-Azhar, Kairo …… Ditahun 1908 dia masuk Universitas Kairo dan di tahun 1914 menjadi orang pertama yang meraih gelar doktor …… Taha menjadi professor Kebudayaan Arab di Universitas Kairo, karirnya dipenuhi dengan gejolak karena pandangan-pandangan kritisnya yang sering membuat marah kaum Islam ortodoks. ….Tahun 1926 dia menerbitkan buku On Pre-Islamic Poetry, dalam buku ini dia menyimpulkan beberapa syair-syair yang dinyatakan pra Islam sebetulnya adalah pemalsuan oleh muslim kemudian karena beberapa alasan, salah satunya adalah untuk memberikan otoritas kepada Al-Qur’an. Karena buku ini, dia dinyatakan kafir. ….. Taha kemudian menjabat sebagai Menteri Pendidikan ditahun 1950 – 1952 …..


2) W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert Morey’s Islamic Invasion, halaman 3–4: “Pada masa sebelum Islam, Ismail TIDAK PERNAH DISEBUTKAN sebagai Bapa Bangsa Arab”

3) Muhammad Husain Haekal, Dalam bukuna : Sejarah Hidup Muhammad | BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA'BAH DAN QURAISY.
….. Untuk mengetahui sejarah dibangunnya kota ini SUNGGUH SUKAR SEKALI. MUNGKIN sekali ia bertolak ke masa ribuan tahun yang lalu. ……. MUNGKIN sekali Ismail anak Ibrahim itu orang pertama yang menjadikannya sebagai tempat tinggal, …. Kalau Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Mekah sebagai tempat tinggal, maka sejarah tempat ini sebelum itu GELAP SEKALI.


Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam GELAP SEKALI karena memang belum ada dijaman Abraham dan Ismail

4) Martin Lings
Dalam bukunya : Muhammad – Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik,
Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 10.

... Ada 2 pusat suci yang melingkupi Ibrahim : satu didaerahnya, dan satu lagi MUNGKIN BELUM DIKETAHUI, dan MUNGKIN KESANALAH Hajar dan Ismail dituntun, kesuatu lembah tandus di Arabia ....... Lembah itu bernama Bakah.

Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam BELUM DIKETAHUI, karena memang belum ada dijaman Abraham dan Ismail 

Jadi, kapan kota Mekah dan Kabah didirikan? :
· Dengan mengacu pada puisi pra Islam yang digantung di Kabah jelas mengindikasikan pembangun kuil adalah Quraish. Pembangunan kuil biasanya bersamaan dengan pem-bangunan kota. Quraish sendiri kemungkinan besar hidup di akhir abad ke 2 M.
· Dengan berandai-andai bahwa Macoraba memang adalah Mekah tetap saja kota ini baru muncul di panggung sejarah sekitar pertengahan abad 2 M.

Dapat dinyatakn bahwa kota Mekah dan Kabah baru ada paling cepat di abad ke 2 M.

Jadi kapan mata air Zamzam dan Batu hitam ditemukan :
Sumur Zamzam dan batu hitam baru ditemukan pertama kali oleh Abdul Muthallib sang kakek Muhammad SAWdi awal tahun 500-an M. 


---Sekian---

Tuesday, April 7, 2015

KESAKSIAN SAIFUDDIN IBRAHIM, MURTADIN ASAL SERAMBI MEKKAH BIMA(DANA MBOJO) DAN GURU BESAR AL QURAN MA’HAD AL-ZAYTUN

Keterangan: KESAKSIAN INI DITERBITKAN DALAM BENTUK LAPORAN BERDASARKAN NASKAH ASLI YANG DITULIS SENDIRI OLEH SAIFUDDIN IBRAHIM(MURTADIN) ASAL BIMA, NUSA TENGGARA BARAT(NTB).
                                                                           
Photo : Saifuddin Ibrahim

                                                                                                                                                       BAB I
                                                              MONDOK, NYANTRI

Saifuddin Ibrahim, nama yang diberikan orang tua saya. Nama kecil : One Pela atau One Prado. Ayah guru agama. Belajar mengaji dari ibu dan nenek. Dari keduanyalah saya memahami betapa jauhnya pemahaman ajaran Qur’an dan Alkitab terutama dalam hal sejarah. Saya menyelesaikan SMA di BIMA. Puji Tuhan saya mendapat beasiswa kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan mengikuti pendidikan agama di pondok Hajjah Nuriyah Shabran Surakarta. Fakultas Ushuluddin jurusan perbandingan agama. Setelah kuliah, saya mengajar di Bangsri Jepara, 1996 dan mengajar di Pesantren Darul Arqom Sawangan Depok Jabar.

 
Kesaksian ini saya bukukan karena alasan bahwa iman tidak bisa disembunyikan. Iman harus dinyatakan dalam bentuk amal dan ilmu. Alasan kedua bahwa manusia tidak boleh membangkitkan sentimen agama untuk membenci sesama manusia. Ketiga bahwa Alkitab adalah warisan zaman yang lengkap dengan falsafah hidup toleransi dan damai dan solutif bagi semua persoalan manusia.

Tahun 1999 saya mengajar di Haurgeulis Indramayu, pesantren terbesar di Indonesia. Luasnya 1200 hektar. Sarana pembelajaran lengkap. Di tengah-tengah kampus berdiri masjid raksasa tujuh lantai dengan kapasitas 150,000 jemaah. Ruang bawah tanah dapat menampung 1000 mobil parkir. Lahan yang 1000 untuk pertanian dan peternakan. Dari hasil pertanian, pesantren ini sudah mampu memenuhi 50% keperluan beras, buah dan sayuran. Peternakan, pertanian, perikanan semua maju pesat. Ketika saya keluar dari pesantren, ada 1500 kepala sapi dari berbagai jenis, 2000 kepala domba, 1500 kambing peranakan Etawa. Dan telah mampu melakukan konversi lahan tandus menjadi ekosistem yang sejuk. Seluruh yang dihajatkan oleh penghuni modern telah siap, ada laundry, kitchen set, toserba, pos giro bahkan bank. Sehari-hari ada 11000 siswa, 2500 karyawan dan 800 guru. Saya adalah dewan guru 12, kepala Humas dan editor majalah AL Zaytun. Setiap hari yayasan harus memasak beras 5 ton, tempe 1 ton, tahu 1 ton buah-buahan 4 ton, sayur 4 ton. Pekerjaan apapun dilakukan sendiri oleh yayasan.

Selama 6 tahun saya mengajar Alqur’an, hadits, Aqidah, Akhlak, sejarah kebudayaan Islam dan Jurnalistik. Mengajar di sana harus serba bisa, memiliki banyak kemampuan dasar dalam bidang olahraga, seni, keterampilan atau apa saja. Karena seorang guru harus tampil prima, fit, dan smart. Dari pesantren inilah sejarah awal saya mengenal Tuhan.

                                                                           BAB II
                                                                    THE GIDEONS

 
Akhir November 2005, saya menerima tamu dari The Gideons International Camp Jakarta dan Camp Cirebon, sebuah organisasi dunia yang membagi-bagikan Alkitab secara cuma-cuma, dan pesantren kami mendapat hadiah 1400 Alkitab. Perkenalan inilah yang menjadi jembatan saya mengenal Tuhan. Saya mengajak mereka keliling kompleks, masuk ke seluruh fasilitas dan terakhir minta kepada ketua rombongan berdoa di masjid. Setelah mereka puas keliling, mereka diwawancarai oleh wartawan dan dimuat dalam majalah kami. Kemudian saya kirimkan bukti berita kepada mereka. Saat itu belum terjadi apa-apa pada hati saya. Mereka pulang, kami antar sampai mobil mereka hingga hilang dari pandangan mata kami.

“Nubuat Pimpinan”
 
Goncangan terjadi ketika saya diundang natalan bersama di Cirebon. Hari itu mestinya saya hadir dalam acara lain, tapi pimpinan mengganti ketua rombongan menjadi orang lain, padahal sudah dibuat surat tugas bahwa saya adalah ketua rombongan. Jam 12 malam surat tugas dibatalkan. Akhirnya hari itu saya tugas seperti biasa (tidak jadi pergi), mengawal tamu yang berkunjung ke pesantren kami. Jam 7 malam saya laporkan tugas kepada pimpinan. Usai melapor, saya masih diajak ngobrol, tiba-tiba kepala perkhidmatan kesehatan angkat bicara “Katanya ustadz Saifuddin Ibrahim yang hadir natalan bersama di Cirebon?” Langsung pimpinan yang menyeloroh, “Kalau ustadz Saiffudin Ibrahim yang diutus ke acara natalan, bisa-bisa nanti pulang jadi pendeta Abraham.” Semua yang mendengar tertawa.

Hari itu tanggal 16 Januari 2006 pimpinan tertinggi pesantren terbesar di Asia tempat saya mengabdi, membatalkan surat tugas untuk saya. Ada perasaan masygul, saya yang diundang, malah orang lain yang diutus. Tetapi saya menghibur diri bahwa dibalik itu pasti ada hikmah besar, ada rencana besar dari Tuhan.

Beliau telah bernubuat untuk saya. Itu juga sebabnya kenapa saya (sekarang) lebih suka dipanggil Abraham. “Nubuat” tersebut ternyata benar-benar terjadi. Enak untuk saya, tidak enak untuk pimpinan saya. Sejak nubuat itu diucapkan, ada percikan api dalam hati saya dan ini adalah api iman yang memudahkan saya melakukan hijrah hati. Api kecil itu berkobar, dan terus membesar. Api kalau kecil jadi teman, besar menjadi musuh dan memusnahkan harta kita. Andai itu api biasa mungkin saya bisa memadamkannya tetapi ini api iman, jadi susah dipadamkan. Saya tidak sanggup untuk memadamkan api iman ini. Sejak “ucapan” pimpinan saya, ada suatu perasaan yang aneh terjadi dalam hati, perasaan yang berkobar-kobar, bahwa saya harus menjadi orang kristen. Tapi bagaimana caranya? Saya tidak tahu. Apakah saya akan datang ke gereja-gereja lalu menyatakan masuk Kristen? Wah gengsi! Saya adalah guru sebuah pesantren tiba-tiba masuk Kristen, itu sebuah ironi dan tidak masuk akal. Dan belum tentu juga mereka berani menerima saya. Kalau saya ke gereja, orang-orang kristen pasti takut karena ada 3 wanita Haurgeulis yang dijatuhi hukuman penjara 3 tahun di Indramayu sebab mengajarkan lagu-lagu gereja kepada anak balita lalu dituduh sebagai penista agama. Padahal desa itu dulu mayoritas kristen, tapi karena sulit ekonomi mereka pindah agama.

Sebenarnya, perasaan gundah ini sudah mulai terjadi sejak akhir thaun 2005. Saya merasa jenuh, tawar dan hampa. Dalam suasana seperti itu saya mulai dihinggapi perasaan takut akan dosa, takut mati, tapi ingin selamat. Saya seperti hidup tanpa harapan lagi. Saya jatuh ke dalam sumur tanpa dasar. Tak tahu entah kapan berkesudahan. Saya optimis suatu saat akan ada suasana puncak dari kehidupan rohani saya, tapi tawar hati dan kekosongan jiwa terus menekan hari-hari yang saya lewati.

Tuhan menarik saya untuk mendekatiNya, sudah dua bulan saya tidak mengajar. Kalau ada teman datang, saya suruh istri saya untuk bilang saya tidak ada padahal saya sembunyi di kamar. “Itu motornya ada!”, kata mereka. “Iya tapi abi Ibrahim gak ada”, kata istriku berbohong.

Februari 2006 saya telepon pak Bagdja, saya mau bilang kalau saya mau masuk Kristen.

“Halo pak, ini saya ustad Saifuddin Ibrahim, masih ingat saya?”
“Masih!”, jawabnya.

Setelah basa-basi, saya bilang saya ingin bertemu.

“Kapan bisa ketemu?”
Lalu jawab beliau, “Kapan saja boleh.”

Mendengar jawaban bersahabat seperti itu saya semakin bersemangat. Saya bilang “Besok!” Sore hari saya sampai di Cirebon, sudah disiapkan kamar hotel. Tapi sampai jam 10 malam saya tidak bisa bilang pada pak Bagdja kalau saya mau masuk kristen. Pak Bagdja pulang ke rumahnya. Saya sendirian di hotel dan berjanji dalam hati, besok saya akan katakan saya mau masuk Kristen.

Pagi-pagi pak Bagdja mengajak saya makan nasi Jamblang di pelabuhan. Saya tetap tidak bisa mengutarakan tujuan saya ke Cirebon. Sampai makan siang, check-out dari hotel, saya tetap tidak bisa mengatakan keinginan saya. Sampai diantar ke stasiun kereta saya tetap tidak bisa bilang apa-apa. Saya naik kereta api Cirebon Express seharusnya turun di Indramayu tetapi bablas ke Jakarta. Kereta berhenti di Gambir. Saya turun. Kacau balau!! Kacau semua rencana saya! Saya telepon teman-teman saya.

Puji Tuhan ada yang nyambung. “Kebetulan!” katanya, “Saya sedang mencari Anda untuk jadi pembicara dalam seminar membela orgnisasi-organisasi Islam yang sedang dihujat oleh sebuah majelis orang-orang pintar.” Kantor Ahmadiyah di Parung dihancurkan oleh kaum anarkis berjubah. Pengikut-pengikutnya dianiaya di Lombok. Usaha mereka dijungkirbalikan, harta dirampas bahkan sampai ada yang minta suaka keluar negeri.

Akhirnya saya ke seminar tersebut. Dalam seminar itu saya katakan pada peserta seminar, bahwa tidak ada satu ayat sucipun yang menyatakan bahwa golongan A, B, C sesat. Mereka tepuk tangan, sebelum saya turun mimbar saya membuat pernyataan bahwa sorga bukan milik siapapun. Sorga bukan milik orang Islam, Kristen atau yang lain tapi sorga adalah milik orang yang membangun dunia ini dengan toleransi dan damai. Semua yang hadir tepuk tangan. Begitu turun dari mimbar, seorang hamba Tuhan menyalami saya sambil berkata, “Saya merinding mendengar pernyataan Bapak, saya belum pernah mendengar dari orang Islam bahwa sorga milik semua orang, yaitu orang yang hidup dalam toleransi dan damai.”
Saya berkata dalam hati, kamu boleh saja merinding, kamu belum tahu kalau saya sedang kacau balau.

Kembali ke masalah pak Bagja. Karena berbicara langsung tidak bisa, menelepon lidahku kelu, akhirnya sms pun menjadi media yang mampu menjembatani rasa malu hatiku. Saya segera sms pak Bagdja, “Pak, sebenarnya saya bertemu dengan Bapak kemarin, saya mau mengatakan kepada Bapak, saya mau masuk Kristen.”

Begitu pak Bagdja menerima sms, malah dia yang kacau balau. Bingung. Sms saya dikirimkannya ke teman-temannya, dikirim juga ke presiden Gideon Indonesia, pak Ridwan Naftali. Tapi ada juga teman beliau yang memperingatkan agar waspada, jangan-jangan saya adalah penyusup. Tapi pak Bagdja berdoa untuk menenangkan hatinya.

Semenjak itu, konsentrasi kerja saya mulai terganggu, tetapi saya tetap mencoba terlihat ceria seperti biasa. Bahkan saya paling enjoy di antara 12 dewan guru. Pernah suatu kali teman-teman tertawa keras mendengar cerita saya tentang Abu Nawas.

“Sini kamu Abu Nawas”, kata raja. “Siap tuanku raja”, jawab Abu Nawas.
“Bunuh ayam ini”, kata raja. “Oh itu pekerjaan gampang tuan”, sahut Abu Nawas.
“Tapi ingat Abu Nawas, bagaimana kamu membunuh ayam ini, begitu pula aku akan membunuhmu. Kalau kamu potong lehernya, saya potong leher kamu. Kalau kamu tusuk perutnya, saya tusuk perut kamu. Kalau kamu racun ayam ini, kamu juga akan saya racun.” “Wah gawat ini!”, kata Abu Nawas. Setelah Abu Nawas berpikir sejenak, ia membawa ayam tersebut ke belakang untuk membunuhnya. Sesaat kemudian Abu Nawas kembali dengan ayam yang sudah mati lemas kepada raja. Raja memeriksa ayam tersebut, tidak ada bekas dipotong, diracun ataupun ditusuk. Heranlah sang raja dan bertanya pada Abu Nawas, “Bagaimana kamu membunuh ayam ini?” Sambil membuka celana dan membelakangi raja, Abu Nawas memperlihatkan pantatnya sembari berkata, “Tuanku, saya meniup pantat ayam ini selama beberapa menit. Maka matilah ayam ini. Silahkan tuanku tiup pantat saya.” Raja terdiam. Sunyi. Hari itu Abu Nawas mendapat hadiah dari sang raja karena kecerdikannya. Akibat guyonan saya, Nawawi ketua dewan guru menghukum saya tidak mengajar selama 2 hari. Mungkin karena dianggap terlalu jorok.

“MASUK KRISTEN??”
Saya bagaikan kapal yang mati mesin, diombang-ambingkan gelombang. Mengajar tidak konsentrasi, ditegur atasan, tetapi saya tetap tidak pernah cerita kepada siapapun termasuk pada istri saya.

Ada kerinduan membara dalam hati, bahwa saya harus masuk Kristen.

Masuk KRISTEN? Sanggahku dalam hati. Mana boleh saya masuk Kristen!!
Di pesantren saya adalah dewan guru paling dikenal oleh santri dan wali santri, akrab dengan karyawan. Dikenal baik oleh masyarakat Haurgeulis – Indramayu dan para tamu-tamu yang sering berkunjung. Kristen adalah keyakinan yang paling saya takuti, karena itu saya serang dan lawan! Saya adalah kader Muhammadiyah pusat, dididik dalam disiplin ketat, dibeasiswai oleh organisasi besar di Indonesia.
Paman saya adalah pendiri Muhammadiyah di Bima, mertua saya tokoh di Jepara. Saya malu.

Saat masih kuliah saya berhasil mengislamkan 15 orang Kristen melalui dakwah-dakwah di desa-desa Soli, Wono Giri, Sukoharjo, Klaten. Bahkan seorang pendeta pun pernah saya islamkan.

Sekali lagi, masuk Kristen?? Ah mana boleh saya masuk Kristen. Sebagai guru, saya tidak boleh bertentangan dengan apa yang sudah saya ajarkan kepada murid-murid saya. Untuk menenangkan hati, saya mencoba membaca Alquran dengan harapan tidak sampai masuk Kristen. “Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. KepadaKu tempat kembalimu yang terakhir dan apabila mereka memaksa engkau untuk musyrik kepadaKu dan kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, janganlah engkau taat kepada mereka, dan tetaplah bergaul dengan mereka di dunia dengan baik dan ikutlah jalan orang yang kembali kepadaKu.” Qs 31:14-15. Pikir saya, ayat ini akan semakin menguatkan iman Islam saya. Tetapi ternyata malah semakin membuat saya bimbang dan ingin bertekun dalam TUHAN. Saya berdoa, “Tuhan, beritahukanlah jalan-jalanmu. Bawalah aku berjalan dalam kebenaranMu. Sebab Engkaulah Tuhan yang menyelamatkan aku. Tunjukkanlah aku jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yg telah engkau beri nikmat atas mereka. Bukan jalan yang Engkau murkai dan bukan pula jalan yang sesat.”

Semakin saya merenung pada keyakinan lama saya, semakin tersingkap bahwa jalan yang sudah saya tempuh dulu membingungkan. Saya tidak mau seprti Amrozi, Imam Samudra, atau Nurdin M Top.

Sesungguhnya Isa benar-benar mengetahui hari kiamat, maka janganlah kamu ragu tentang kiamat. Ikutlah aku (Isa), inilah jalan yang lurus, Qs 43:61. Semakin tegap langkah saya mengikuti shirotal mustaqim yaitu Yesus Kristus. Dialah Jalan, Kebenaran, dan Hidup!

Saya menemukan kebenaran ajaran Kristen ini sama sekali bukan karena kepandaian atau kecerdasan mempelajari Alkitab dulu. Juga bukan karena ceramah pendeta/penginjil. Tapi ini semua adalah karya Roh Kudus. Sejak kuliah saya rajin baca Alkitab. Tiap minggu pagi saya dan Syamsul Hidayat ikut teologi yang diasuh oleh Kiai Arkanuddin Solo. Namun bukan untuk mencari kebenarannya melainkan untuk mencari ayat-ayat yang dapat menunjang pendirian saya sebagai mubaligh muda yang melawan derasnya arus iman orang Kristen dan menyerang mereka. Saya menulis
“Jilbab dalam Injil” yang dimuat dalam majalah Panji Masyarakat. Saya juga menulis “Puasa menurut Agama-Agama Besar di Dunia”, “Sholat menurut Quran dan Alkitab”, “Kasih menurut Islam dan Kristen”. Rupanya saya selama ini terlalu keras hati memalingkan wajah dari FirmanNya. Roh kudus masuk kerelung hati saya sehingga tanpa disadari mengubah paradigma saya tentang kekristenan dan orang-orang kristen.

Saya membaca riwayat tokoh-tokoh Kristen yang menjadi muslim seperti
Leopold Weiss, Ismail Alfaruqi, Roger Graudy, Mariam Jamilah termasuk Maurice Buccaille yang mengarang buku “Bible, Quran dan Sains Modern”. Saya sangat menghargai mereka, tetapi itu semua tidak menyurutkan semangat saya masuk Kristen. Saya tau bahwa mereka pindah agama karena ketidakpuasan terhadap praktek keagamaan, lingkungan, keluarga, dan gereja. Tetapi saya tahu persis diri saya, dan saya masuk Kristen bukan karena kekuatan saya melainkan kasih karunia Tuhan. Saya menjadi Kristen bukan karena saya tidak tahu agama.

Saya juga bertemu secara pribadi dengan orang-orang yang sudah masuk islam. Semua mengagumkan, tetapi panggilan yang ajaib mengalahkan semuanya. Bahkan saat saya mempersiapkan buku ini, ada murid saya yang menangisi saya setelah tahu saya manjadi Kristen.

“Abi gila”, tulisnya dalam sms.
“Saya minta maaf padamu nak”, balasku dengan sedih dan meneteskan air mata.
“Dian menyesal kita pernah bertemu dan abi mengajar Dian.”
“Aku tahu kalau Dian capek menangis terus, maafkan Abi nak!”, balasku lagi.


                                                                          BAB III
                                                                   EMPAT MARET
 
Inilah tanggal yang disepakati oleh saya dan pak Bagdja, untuk datang ke Cirebon dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Saya hanya ingin pak Bagdja dan istrinya saja yang tahu saya masuk Kristen, saya malu. Siang hari saya sudah siap naik kereta api dari Indramayu ke Cirebon. Jam 3 sore saya sudah sampai rumah beliau. Begitu buka pintu, saya kaget. Ada 18 orang hamba Tuhan di dalam rumah. Mereka dari Semarang, Cilacap, Cirebon dan Jakarta. Saya langsung pucat seperti mayat, tapi saya mulai berpikir mungkin syarat menjadi orang Kristen harus diterima banyak orang. Begitu duduk saya mulai ditanya macam-macam. Saya gugup, saya tidak suka ditanya-tanya. Saya menahan diri untuk tidak marah. Mungkin ini syarat kedua, kalau menjadi orang Kristen harus ditanya-tanya. Sore itu hampir saja saya gagal menjadi Kristen, karena ada pertanyaan yang membuat saya naik darah begini, “Apa agama yang membuat orang selamat dan masuk sorga?”

Saya kebingungan jawab apa, saya pikir kalau jawabannya salah saya ditolak jadi orang Kristen. Akhirnya saya memutuskan tidak perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. “Pak, saya Ini orang buta, tuntun saya terima Yesus, sudah, jangan tanya macam-macam”. Semua terkesima dan tidak bertanya-tanya lagi. Mereka menarik saya ke ruang sebelah untuk membuat surat pernyataan di atas materai 6000. Setelah membuat surat pernyataan, jam 5 kami berdoa bersama-sama. Saya tidak biasa berdoa dengan mata tertutup, selama berdoa saya buka-tutup mata saya. Doa dipimpin pak Lukas dari Semarang. Setelah itu saya melihat mereka semua terharu dan meneteskan air mata. Saya tidak bisa menangis untuk hal semacam ini. Sebelum menjadi orang Kristen, saya tidak biasa menangis. Saya hanya bisa menangis kalau nonton film India. Selanjutnya saya banyak belajar dari mereka tentang Alkitab, menonton vcd kesaksian, berdoa, dan lain-lain.

Saya ke Semarang selama 3 hari untuk belajar berdoa, Alkitab, mendengarkan kaset, dan nonton VCD. Pulang ke Indramayu ketemu keluarga, pergi ke Jakarta, belajar di rumah mereka, pulang lagi. Istri saya bingung, saya semakin misterius. Perhatian saya selanjutnya adalah memindahkan keluarga dan mempengaruhi anak-anak agar keluar dari pesantren Al Zaytun Indramayu.


                                                                           BAB IV
                                                       SADAM HUSEIN MENANGIS
 
Tatkala pulang dari Bima, anak saya nomor dua kelas 6 SD tanpa sengaja tahu bahwa saya masuk Kristen. Sore itu, kami bertamu ke pak Anton di rumah saudara Yusak Surabaya. Sebelum pulang, tuan rumah berdoa untuk menguatkan iman saya. Tiba-tiba tanpa diduga-duga Saddam masuk dan duduk sebelah saya. Mendengar doa itu dia menangis dan geram. Sampai di penginapan dia melempar sepatu dan pakaian yang baru dibeli, menangis dipojok dan mengintrogasi saya.

“Kenapa abi masuk Kristen?”
“Saya tidak masuk Kristen”, jawab saya.
“Tapi dalam doa pak Yusak, jelas Abi sudah menjadi orang Kristen”
“Saya tidak masuk Kristen, tapi saya tobat.”
“Itu namanya masuk kristen, Abi hanya berkelit.”
“Ok Saddam, sekarang mana yang lebih baik praktek agamanya, orang Kristen atau non-Kristen?”

Dia berpikir sejenak, tapi yang jelas beberapa hari mengikuti saya Saddam telah mampu membedakan cara bergaul orang Kristen yang teratur dan disiplin.

“Tetapi abi bisa memajukan agama kita”, rajuknya lagi.
“Jawab dulu pertanyaan saya Saddam.”
“Orang Kristen!”, jawabnya.
“Nah itulah jawabnya kenapa Abi masuk Kristen!”
“Saya tahu abi hebat dalam memimpin orang. Abi bisa kembali ke Bima dan memajukan agama kita di tempat kelahiran abi.”
“Saya hanya dapat memajukan manusia karena ada pegangan yang mampu mengubah manusia sesuai keinginan Tuhan. Alkitab melarang kita meminta-minta, berhutang, melarang membalas kejahatan dengan kejahatan. Tuhan tidak perlu dibela, kita tidak perlu bela agama. Perjanjian baru melarang manusia membunuh manusia atas dasar perbedaan keyakinan.”

“Sejak kecil, Abi sudah memiliki Kitab Perjanjian Baru, tetapi nenekmu merampasnya dari abi. Semangat abi terus membara untuk mencari sekolah yang mengajarkan Alkitab. Puji Tuhan, abi dapat beasiswa untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, fakultas Ushuluddin.”

Saddam masih gelisah, sebentar memegang kitabnya, sebentar memegang Alkitab. Sebentar duduk di kursi, balik lagi di kasur.

“Sekolah apa itu, bi?”
“Abi kuliah di Fakultas Ushuluddin, jurusan perbandingan agama.”, jawabku.

Saddam merenung, lalu berkata, “Kalau begitu, beri Saddam kesempatan untuk belajar perbandingan agama, bi. Saddam tidak mau mengikuti agama abi dengan terpaksa.”
“Yah, silahkan nak. Kesempatanmu luas dan doakan abi banyak rejeki untuk meraih cita-citamu.
Tapi saran abi, ikuti abimu masuk Kristen. Karena abi sudah lama melakukan studi perbandingan agama dan menurut abi pilihan tepat adalah Kristen.”

Saddam tetap menolak.

“Jadi selama ini, orang beragama karena ikut agama orang tua ya, bi?”
“Ya nak, 90% manusia beragama karena ikut orang tua. Bukan karena kesadaran atau belajar kebenaran.”, Jawabku.

“Bagaimana kami dan umi? Apakah abi akan menceraikan umi?”, Saddam bertanya dengan mata berkaca-kaca.

“Kalian bebas memilih. Abi orang demokratis tapi jangan ganggu keimanan abi. Mengenai umi, abi hanya kenal satu suami untuk satu istri. Abi bertanggung jawab bagi kebahagiaan umi sekalian.”

Saddam tidak jadi menangis.

“Kalau sudah sampai di rumah, Saddam akan diskusi dengan bang Fikri dan dik Kadafi.”
“Boleh saja diskusi, tetapi jangan kasih tahu dulu, kalau abi sudah masuk Kristen.”
“Kapan dikasih tahu?”
“Kalau kita sudah pindah dari Heurgeulis, dan abi punya cukup uang untuk mengontrak atau beli rumah.”, jawabku memberi pengertian.

Jam dinding tepat pukul 23.00.

“Hati saya sudah lega bi, Saddam mau tidur dulu.” Katanya, sesaat kemudian Saddam sudah tertidur pulas. Kucium pipinya. Sampai di rumah Haurgeulis, istri saya membujuk saya untuk mengajar di pesantren. Tapi mana mungkin saya kembali. Pantang surut ke belakang. Berbagai cara istriku mengajak untuk merenungkan kembali keputusan saya. dengan jabatan dan kehormatan yang saya terima, tetapi saya tetap bersikeras.

“Pindah Jakarta”
 
Menjadi Kristen itu sangatlah menakutkan, bahkan mengerikan! Terlintas dalam benak saya, keluarga dari istri pasti akan mengucilkan. Dulu adik saya perempuan kawin dengan orang Batak dan tidak pulang kampung sampai sekarang. Kenapa? Dia masuk Kristen ikut suaminya kemudian dikucilkan oleh keluarga besar kami. Tetapi saya yakin, kalau hal-hal seperti itu terjadi, Tuhan pasti akan cukupkan segala kebutuhan saya.

Minggu pertama pertobatan, saya dan Saddam pulang ke Bima untuk pembagian warisan. Saya hanya mengambil sebidang tanah wasiat dari ayah. Firman Tuhan terus menguatkan saya, Matius 10: 34-36 : “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Pertobatan dapat memisahkan satu keluarga dengan saudara sendiri. Keluarga bukanlah alasan menolak menjadi murid Tuhan. Jika keluargaku membaca kesaksian ini, mereka pasti akan memaki-maki, mencibir, mencemooh bahkan mereka telah mengucapkan segala nama binatang kepada saya. Tetapi saya berdoa dan tetap ramah pada mereka. Saya balas sms mereka dengan tekun dan saya berharap mereka dijamah Tuhan.

Akhirnya kami mendapat kontrakan di Jakarta selama 2 tahun. Kami pindah ke situ. Setelah 1 minggu, rumah pun rapih. Saya memberanikan diri memberitahu istri saya bahwa saya sudah masuk Kristen. Reaksinya sungguh tak terduga.

Berhari-hari istri saya menangis, dia tidak percaya, “Kamu pikir kamu itu siapa? Kowe iku Kyai! Kok iso-isone dhadi wong Kresten?” Dia terus menangis. Aku juga ikut menangis bersama dia.

“Kamu telah menghancurkan masa depan saya dan anak-anak saya. Kalau sudah begini kamu mau makan apa? Gaji dari mana? Kamu tinggalkan karir yang telah dibangun bertahun-tahun. Kendaraan kamu tinggal, tanah yang kamu beli dibiarkan. Kamu gila!”

Saya tidak menjawab semua omongan istriku. Saya diam saja.


                                                                            BAB V
                                                    ISTRIKU MENINGGALKAN RUMAH
 
Saya bersaksi kemana-mana, banyak orang terima Yesus. Saya juga mengajak istri saya, tetapi dia menolak mentah-mentah. Dia menentang saya. Orang lain banyak yang terima Yesus, istri sendiri menolak. Saya seperti laki-laki impoten.

Hanya 7 bulan tinggal bersama, dia kabur membawa 3 anak ke Jepara. Diantar oleh Manan adik saya. Mereka tinggal di rumah kakak ipar. Hari-hariku penuh air mata. Saya kacau balau. Saya telepon istri dan anak-anak saya. Kami menangis bersama. Istri mengajak saya kembali ke Islam. Saya menolak. Saya mengajak dia memilih Kristen. Dan dia juga menolak. Saya mendengar anak-anak menangis. Telepon putus, padahal saya masih mau berbicara. Saya tidak menyerah. Saya telepon istri agar bertemu, tapi dia bilang tidak mau ketemu. Saya tanya kenapa, jawabnya karena saya najis.
Karena saya sekarang makan babi. Saya tetap berjuang, saya ingin anak-anak saya mengikuti ajaran injil yang penuh toleransi dan damai.

Akhirnya perjuanganku tidak sia-sia, istriku mau ketemu dengan asal tidak bersentuhan. Saya setuju, yang penting bisa ketemu anak-anak. Malam itu aku langsung ke terminal Pulo Gadung naik bus malam dari Jakarta ke Jepara. Jam 5 aku tiba. Anak-anakku berdiri menanti di halaman rumah. Aku cium mereka satu per satu.  Air mata rindu menetes. Aku masuk rumah, istriku duduk menjauh. Tidak mau menyentuh tanganku yang terulur.

“Istriku, anak kita akan menderita kalau kita cerai.”
“Oke, aku mau hidup suami istri lagi, tapi dengan syarat kamu masuk Islam lagi.”
“Istriku, aku tidak mungkin masuk Islam lagi. Aku hanya bisa hidup dalam Kristus dan Kristus hidup di dalam kamu. Aku hanya mencintai kamu, aku tidak bisa kawin dengan empat istri.”
“Kalau kamu mau kawin lagi silahkan, asal kembali ke Islam.”, kata isteriku lagi.
Tidak akan aku mengkhianati cintaku padamu dan aku tidak akan pindah ke lain hati, tetapi aku mencintai Yesus lebih dari segalanya.

Istriku putus asa, marah karena gagal mengajak saya menjadi muslim. Dia mengambil gunting. Aku segera berkemas memasukan laptop dan LCD dalam tas. Istriku mengejar dengan gunting di tangan. Aku segera berlari menuju pintu untuk mengambil sepatu. Istri saya mengejar bahkan gunting hampir menancap di punggung saya. Saya tidak sempat meraih sepatu, saya dobrak pintu. Istri saya menggunting sepatu sampai terburai dan melemparkan ke saya. Saya meloloskan diri menggunakan sandal jepit. Kabur naik bus ke Surabaya. Dalam bis saya menangis, Oh Tuhan apa salah hambaMu ini? Kok jadi orang Kristen malah tambah susah? Dalam bis saya terus menangis karena tak kuasa menahan haru, meskipun saya agak malu dengan penumpang lain. Saya duduk melihat keluar sepanjang jalan. Saya melihat hutan dan pohon jati yang tegak teguh ke langit. “Itulah jati diriku”, pikirku. Aku tak akan goyah.

Sampai di Surabaya saya siap pelayanan, saya jalan di mall Pakuwon. Ada yang menegur kenapa saya karena memakai sandal jepit. Setelah saya jelaskan dia terharu. Dia ajak saya ke toko sepatu. Setelah mencoba sepatu yang cocok, tak terasa air mata membasahi pipi. Sambil berjalan dengan sepatu baru, saya memuji Tuhan dalam hati. Perempuan penjaga toko memanggil-manggil, “Pak, sandalnya ketinggalan!” Aku pura-pura tuli. Air mata di pipi kubiarkan saja. Tuhan tahu tadi pagi sepatuku robek dan Dia ternyata tidak mempermalukan hambaNya. Dia hidup.


                                                                          BAB VI
                                                           YESUS WAKTU AKU KECIL
 
Menjelang ujian SD saya bermimpi duduk bersama nabi-nabi besar. Sebelah kanan Yesus, Musa, Ibrahim, Nuh dan sebelah kiri nabi Muhammad SAW. Mereka berpakaian putih dengan wajah ramah dan berseri-seri. Pagi-pagi saya menyatakannya kepada kakak saya Aisyah, “Tadi malam saya bermimpi duduk bersama para nabi besar di langgar (mushola) kita”. Jawab kakak saya, “Oh, kau telah melihat mimpi yang benar. Karena setan tidak dapat menyerupai wajah nabi”.

Kini saya paham makna mimpi tersebut, bahwa hidup saya seperti mengikuti arah jarum jam yang berputar dari kiri ke kanan. Dari mengikuti ajaran nabi Muhammad, nabi Nuh, nabi Ibrahim, Nabi Musa dan terakhir ajaran Tuhan Yesus. Sewaktu SD saya memiliki kitab Perjanjian Baru, Mazmur, dan Amsal berwarna putih. Kitab itu diberikan oleh sepupu Fatimah anak guru Said dan selalu saya baca setiap ada kesempatan bahkan sering saya baca dengan keras. Suatu hari ibu saya mendengar, lalu mengambil kitab itu dan menyembunyikannya. “Nanti kamu akan masuk Kristen”, kata Ibu saya.

“Tidak mungkin mama, saya anak guru agama dan saya akan jadi pembela agama yang tangguh. Janji mama, tidak akan terjadi.”, kataku kepada mama yang sudah mulai kuatir.
“Baiklah, tapi mama tetap menyimpan kitab ini sampai kamu besar nanti.”, katanya lagi. Hingga beliau meninggal, kitab warna putih itu tidak diketahui lagi dimana rimbanya.
Sejak mama mengambil kitab tersebut, saya mulai cari info pada saudara-saudara tentang sekolah yang mengajarkan Alkitab. Mereka menyarankan masuk fakultas Ushuludin jurusan perbandingan agama. Ternyata bukan kebetulan kalau setelah lulus SMA saya dapat beasiswa dari pimpinan pusat Muhammadiyah untuk kuliah di Univrsitas Muhammadiyah Surakarta sekaligus mondok di pesantren
Hajjah Nuriyah Shobron, Makamhaji.

Saya dan Ikhwan tanpa pikir panjang mengambil fakultas Ushuludin jurusan perbandingan agama. Selama kuliah pengalaman keagamaan saya tumbuh bagus. Saya selalu mendapat tugas mubaligh hjrah di Klaten dan Wonogiri. Saya juga asisten dosen mata kuliah Al-Islam dan Kemuhamadiyah di FKIP dan fakultas psikologi.

Ada satu kejadian lagi yang sangat berkesan dalam hidup saya tentang orang Kristen
Sebelum masuk kuliah, saya berkunjung ke rumah bibi saya di Pancoran Jaksel. Turun di Terminal Pulo Gadung lalu naik bus ke arah Blok M. Duduk di sebelah kanan saya ternyata pemuda Kristen. Dia menanyakan tujuan saya dan saya jawab mau ke rumah bibi saya (sambil merogoh kantong mengambil secarik kertas).

“Sudah pernah kesana?”
“Belum!”
“Boleh saya antar?”
“Terima kasih sekali!”, jawabku gembira.

Pemuda ini sekitar 3 tahun lebih tua dariku. Dia yang bayar ongkos bis, becak, menanyakan alamat dan mengantar sampai ke rumah bibi. Seusai minum, dia pamit pulang dan saya kasih uang karena telah membantu saya. Tetapi dia menolak dengan halus, “Saya masih punya, terima kasih”, katanya. “Bah!”, kataku dalam hati, “Dia pula yang berterimakasih padahal dia yang lelah.” Pemuda itu keluar pintu rumah dengan tersenyum, saya tertegun, terkesima hingga pemuda itu hilang dari pandangan mata.

Saya bahkan lupa menanyakan siapa namanya. Wahai saudaraku, kalau saudara membaca tulisan ini saya berterima kasih dan ingin berkenalan dengan Anda.


                                                                            BAB VII
                                                                      TETAP TEGUH

 
Saya merasa bersalah kepada istri saya, tapi saya tidak mungkin mundur. Ternyata jadi Kristen itu ada harga yang harus dibayar. Tapi apakah ditinggal anak istri adalah harga yang dimaksud? Tuhan menginginkan setiap pernikahan kita menjadi sarana untuk mengalami kehidupan yang utuh. Suatu hari, pernah saya ke Jepara bersama pak Bagio dan pak Imam. Jam empat pagi saya tiba di Jepara. Tidak ada yang berani buka pintu. Saya paksa buka pintu dan bertemu istri saya. Saya hendak memeluknya tetapi dia teriak memanggil kakaknya.

“Kamu mau apa?”, tanya iparku.
“Kakak mau apa?”, gertakku sengit.
“Saya usir kamu”.
“Enak aja mengusir saya, anak-istri saya di sini.”, jawabku.

Kakak ipar saya memanggil polisi. Empat orang polisi datang, tetangga juga berdatangan.

“Jangan coba-coba sentuh saya, polisi, kamu belum tau siapa saya?”, saya gertak mereka (maksudnya kalau belum tau, tanya!).

Polisi bilang kalau kedatangan mereka hanya untuk berjaga-jaga, “Jaga di luar! Jangan ikut campur urusan rumah tangga!”, jawab saya lagi. Mereka keluar ke halaman. Semua keluarga jadi takut karena saya bisa mengusir polisi. Pak Bagio dan pak Imam yang mengantar saya kabur, karena mobil mau dibakar. Pagi itu, tersiar berita bahwa menantu pak Marhadi sudah jadi pendeta.

Sorenya saya berhasil merayu anak sulung saya Fikri makan di luar. Dia mau dan akhirnya saya “culik” ke Surabaya. Bertemu dengan pak Dharmanto, beliau malah menyarankan saya mengembalikan Fikri. “Wah ini dapet orangnya ga dapet hatinya.”, kata beliau. “Maksudnya pak?”, tanyaku. “Pak Abraham harus mengembalikan anak tersebut”, jawabnya.

Gagal rencana saya, padahal Fikri mau saya bawa ke Bima, tinggal dengan kakakku biar istri saya tahu rasa. Dua hari kemudian saya dan Fikri kembali ke Jepara. Dan istri saya ternyata sangat bahagia. Dia mendekati dan mencium saya. saya juga bahagia, kusentuh tangannya dan menciumnya sambil meminta maaf. Saya semakin rajin mendoakan istri dan anak-anak. Tak ada sedikit pun niat untuk berpisah dengan mereka, walaupun istri saya tidak mau tidur dengan saya.

“Tiap makan saya selalu mendoakan kamu, istriku, agar kamu diberkati Tuhan.”, kataku suatu kali dalam telepon. “Saya juga selalu mendoakanmu suamiku”, jawab istriku. “Apa doa kamu buat saya?”, tanyaku. “Saya berdoa kepada Allah setiap usai sholat agar kamu kembali menjadi muslim”, jawab istriku. “Wah kamu salah berdoa, karena tidak mungkin Tuhan mengabulkan doa seprti itu”, kataku. Suaranya tambah lama tambah pelan lalu menangis. Kucoba menenangkannya.

Kami memang saling mencintai, kalau ketemu kami saling melepas kangen. Aku cukup mencium tangannya dengan mata berkaca-kaca. Dia menatapku penuh makna. “I Love you”, bisikku.

Lama kami berpisah, istriku minta cerai tapi kutolak. Istriku memintaku kembali ke Islam, tapi aku tetap menolaknya. Saya tetap teguh dengan pendirian saya. Bila bertemu dengan istriku, saya habis-habisan memberi pengertian tentang kekristenan. Suatu hari saya bilang pada istriku bahwa muslim harusnya merayakan natal juga, bahkan dengan meriah.
Istri saya heran. Saya jelaskan padanya bahwa dalam Alqur’an hanya Yesus (Isa) yang kelahirannya diceritakan dengan penuh sejahtera. Istri saya kaget, lalu saya perlihatkan ayatnya. Kami terus terlibat dalam diskusi ayat-ayat Alquran dan Alkitab.

Akhirnya Desember 2008, istriku dibaptis. Sempurna sudah kebahagiaan saya. Dua tahun saya bergumul dan berdoa kepada TUHAN. Dan Dia menjawabnya dengan indah.


                                                                          BAB VIII
                                                                 BEBERAPA ALASAN
 
1. Murid-muridku
Saya sangat dekat dengan mereka dan mereka tahu bagaimana saya membela agama. “Abi sudah tidak waras lagi”, kata muridku di Yogya. Lain lagi dengan kata anakku, “Saya bangga dengan abi, karena pembela agama yang berkobar, tapi kenapa abi masuk Kristen?”, kata Fikri pada uminya. Saya juga sering bertemu santri di berbagai tempat. Di Balikpapan saya bertemu dengan wali santri, mereka berterimakasih atas bantuan saya dalam mendidik anak mereka. Saya jawab bahwa hal itu sudah menjadi kewajiban seorang guru. Saya kuatir dalam hati dia belum tahu kalau saya sudah jadi orang Kristen.

Selama kesaksian ini belum terbit, saya masih tiarap. Saya tinggalkan pesantren. Teman-teman di dewan guru berusaha menahan saya, tetapi saya tetap teguh dengan keinginan hati saya. Kesaksian ini adalah sebuah bentuk jawaban terhadap semua pihak yang menanyakan mengapa saya masuk Kristen. Termasuk buat keluarga besar saya. Semoga setelah membaca ini mereka akan mengajak saya berdialog tentang Islam dan Kristen. Dengan dialog, kita bisa memperluas wawasan tentang pentingnya hubungan yang harmonis antar umat beragama karena agama tidak boleh dipaksakan (QS 2:256).

2. Ekonomi
Menjadi Kristen tidak perlu ragu, apalagi tentang masalah ekonomi. Contoh, takut lapar? Tuhan telah menyiapkan makanan yang cukup. Ingat mukjizat 5 roti 2 ikan. Ingat kata Yesus (Matius 6:25).

3. Perilaku
Ini yang saya risaukan, dunia tidak menyaksikan apa yang diramalkan Samuel Huntington. Dia meramalkan bahwa akan terjadi bentrokan budaya yang hebat. Tapi yang terjadi bukanlah bentrokan budaya ataupun agama. Tapi bentrokan antra modernitas dan ketidakpahaman. Bentrokan antara dua kubu yang hidup saling bertentangan secara diametral. Antara manusia yang hidup abad 21 dan abad pertengahan. Pertarungan manusia yang belum beradab dengan manusia beradab.
Konsep bentrokan peradaban ini diungkapkan oleh Samuel Huntington, dan “eksekutornya” adalah golongan yang meradikalkan diri atas dasar golongan dan keyakinan tertentu. Ketika ada yang membagi dunia menjadi merah dan putih, atau membagi dunia dengan Kristen dan non Kristen dan menyatakan perang abadi terhadap yang non atau sebaliknya, mereka tunduk kepada kehendak yang kuat maka inilah akar masalah dan sumber konflik.

Saya bingung dengan orang yang suka mempermasalahkan kepercayaan orang lain, bagi saya apa yang saya percayai adalah urusan saya, bukan urusan mereka. Saudara silahkan menuhankan batu, selama anda tidak melemparkan batu itu kepada saya. Anda bebas menyembah apa saja, namun kepercayaan orang lain bukanlah urusan Anda. Apa urusan Anda kalau ada orang yang percaya bahwa Kristus adalah Tuhan? Putra Maryam. Atau bahwa setan adalah Tuhan? Biarlah orang percaya apa yang mereka mau yakini. Kita disuguhkan berita sekelompok orang mendatangi tempat yang dianggap sesat, lalu usahanya dibakar, rumah dirusak, bahkan ada yang dibunuh. Kejadian seperti ini sering kita lihat. Mereka mencoba memberlakukan hukum islam. Hukum Islam tidak bisa diberlakukan di sini. Perusakan cafe, lokalisasi, dan lain-lain seharusnya boleh dilakukan jika hukum Islam sudah berlaku di negara ini. Jangan setengah-setengah. Sebagai contoh hukum Islam: yang berzinah dirajam, pencuri dipotong tangannya, tiap jum’at muslim dipaksa ke masjid, dan lain-lain. Kalau hal-hal seperti itu belum berlaku, siapa yang bisa menjamin bahwa yang merusak cafe itu sholatnya tekun (pelaksana hukum islam)?

Banyak orang Kristen pindah agama, apa harus dihukum murtad oleh orang Kristen? Atau dicari-cari untuk dibunuh? Malah dibiarkan saja. Bagi orang Kristen itu urusan dia dengan Tuhan. Beragama adalah hak asasi manusia. Biarkan saja! Terorisme telah melumpuhkan saya pada kepercayaan lama.

Dunia patut berterima kasih pada bangsa Yahudi atas penemuan dan kemajuan sains pada abad 19 dan 20. Ada 15 juta orang Yahudi diseluruh duniaa, mereka bersatu dan memenangkan hak mereka lewat banting tulang dan peras otak. Saya belum pernah melihat orang Yahudi meledakan diri mereka di hotel Jerman (ingat Holocaust). Atau orang Yahudi yang membakar gereja. Belum ada satu Yahudi pun yang memprotes sesuatu dengan membunuh orang lain.

Walau Taliban telah menghancurkan 3 patung suci Budha, belum pernah kita melihat satu orang budha membalas menghancurkan masjid, membunuhi muslim atau membakar kedutaanya.

Saya sadar bahwa di jaman sekarang, hanya agama yang penuh toleransi dan kasih saja yang akan dipilih oleh orang-orang intelek. Cara-cara kekerasan tidak akan menghasilkan apa-apa. Ajaran yang kumuh, akan segera lisut seperti rumput kering. Dalam banyak negara, ajaran agama adalah sumber pendidikan dan menjadi pusat pembentukan ideologi seseorang. Saya telah mencapai titik di mana saya akan terus mempelajari ajaran dari kitab-kitab suci agama-agama besar. Karena Firman Tuhan adalah Ya dan Amin. Dan ketika saya baca ayat dalam Qur’an, memang banyak ayat perang terhadap kafir, dan sebagainya. Tapi dalam pemahaman ayat-ayat Qur’an, sangat diperlukan perhatian ulama dan pendeta untuk bisa menjaga toleransi dan perdamaian. Karena banyak ayat-ayat Qur’an yang akhirnya digunakan oleh sebagian kelompok kecil untuk membenarkan semua tindakan melawan hukum Negara yang sah. Manusia tidak berhak mencabut nyawa orang lain atas nama agama.

4. Kasih sayang
Kasih sayang artinya saling bekerja sama tanpa memandang iman, warna, bahasa dan asal usul. Mencoba membangun metode pemahaman baru dan menghormati satu sama lain. Bayangkan kalau kita terus bertikai karena agama, bagaimana anak cucu kita menulis sejarah nenek moyangnya?

5. Teman baru
Buku ini pasti akan dibaca banyak orang, termasuk teman-teman saya. Jangan menghujat teman, mari kita berdialog untuk hidup yang lebih baik. Mari kita bangun persaudaraaan yang lebih baik antar umat beragama. Telah banyak darah yang mengalir hanya karena membela agama. Saya siap berdialog dengan Anda kapan saja, Ok?


                                                                            BAB IX
                                                                          PENUTUP

Sampailah kesaksian ini pada bab terakhir, penulis merasa bahwa ini semua karena kasih karuniaNya. Dialah rahman dan rahim. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu banyak dalam penulisan kesaksian ini. Kesaksian ini bukan untuk mencari popularitas atau menyinggung siapapun. Semua hanya Untuk kemuliaan Tuhan saja. Terima kasih kepada istriku Natalia N*******I, I Love You. Dan ketiga anak kami, Fikri K******I, Saddam H****n, Muammar K****I, Tuhan memberkati kalian semua. Biarlah kehendakNya yang jadi.
Saifuddin Ibrahim

Dicopas dari : http://kesaksian-life.blogspot.com/2012/10/kesaksian-saifuddin-ibrahim-lulusan.html